Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (11)


__ADS_3

Miranda meninggalkan Fabian sendiri di Apartemen nya, dia masih ingin bersama dengan putri nya.


"Semoga saja Aliya belum tidur yaa, aku mau bawakan sesuatu buat dia."


Miranda pergi ke toko dia membelikan sepatu tas dan jaket untuk Aliya sekolah.


"Aliya pasti sangat suka sekali dia kan sering pakai jaket setiap sekolah."


Setelah selesai membelikan semua keperluan Aliya, Miranda langsung bergegas pergi karena ingin cepat sampai ke rumah.


Di perjalanan Miranda terus memandangi barang-barang yang dia beli untuk putri nya tersebut.


Sesampainya di rumah, Miranda melihat semua pegawai yang ada di rumah nya sedang berkumpul di ruang tamu.


"Sedang apa yaa mereka berkumpul seperti itu, sampai satpam depan gerbang pun ikut berkumpul."


Miranda pun menghampiri mereka yang ternyata sedang makan cetring bersama-sama.


"Siapa yang membeli catering sebanyak ini yaa,?"


Tanya Miranda kebingungan, para pegawai nya pun langsung terkejut ketika mendengar suara Miranda.


Seketika semua pegawai pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Maafkan kami Buu, tadi nona Aliya yang memborong semua makanan ini dan di berikan untuk semua pegawai yang ada di sini."

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari salah satu pegawai nya, Miranda langsung pergi ke kamar Aliya.


"Yasudah lanjutan lagi makan nya yaa, maaf jadi terganggu."


Miranda mengetuk pintu kamar Aliya dan langsung masuk ke kamar nya, terlihat Aliya sedang tersenyum sambil melihat handphone.


Miranda menghampiri Aliya sambil menepuk pundak nya, Aliya pun langsung terkejut.


"Mama bikin kaget aja, ada apa Mama pulang biasanya juga seminggu sekali doang."


Miranda memberikan barang-barang yang dia belikan untuk Aliya.


"Buat aku Mam,?"


Miranda menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Aliya membuka hadiah yang di berikan oleh Mama nya.


"Wahhh tas, sepatu, dan jaket. hmmmm Mam boleh aku minta sesuatu nggak sama Mama."


Miranda menganggukan kepalanya.


"Akuuu kan udah mulai dewasa kan sekarang, jadi boleh Mama ajak aku perawatan ke salon dan mulai memakai make up natural gitu."


Miranda sangat terkejut mendengar perkataan putri nya tersebut, seperti nya ini ada hubungannya dengan makanan yang Aliya borong tadi.

__ADS_1


"Hmmm, kamu sudah mulai tertarik dengan lawan jenis kah ? kamu sudah mempunyai pacar sekarang. Sayaaaaang kamu kan masih sekolah dan belum lulus SMA juga kan."


Aliya langsung cemberut mendengar perkataan dari Mama nya tersebut.


"Kenapa kamu cemberut gitu, yang penting kamu bisa jaga kehormatan kamu dan pasti lelaki itu pun teman sekolah kamu semoga jadi semangat buat kamu lebih berprestasi lagi supaya bisa nunjukin ke dia."


Aliya terdiam mendengar perkataan Mama nya yang menyangka Aliya sedang menyukai lelaki seumuran dengan nya, padahal Aliya sedang menyukai lelaki yang mungkin seumuran dengan Mama nya.


"Yasudah sayaaaaang, sekarang kamu tidur yaa besok sekolah."


Miranda mencium kening putrinya tersebut.


"Selamat malam sayang dan mimpi yang indah yaa."


Miranda pun pergi dari kamar putri cantik nya itu.


"Hmmmmm, bagaimana yaa ini belum apa-apa udah begini aja. Ahhhh udahlah kalau aku bahagia Mama juga pasti bahagia."


Aliya pun mengambil handphone kembali, dia kebinggungan harus chat seperti apa.


"Ahhhhhh, bingung kan hmmmm."


*Selamat malam, Om Irfan Riawan ini aku Aliya yang tadi di restoran boleh kah aku save nomber handphone om."


"Aaaaaaaaaaahhhh, ngetik gini aja aku deg-degan banget Yaa Tuhan, semoga dia jadi jodoh ku Aamiin."

__ADS_1


Aliya tersenyum manis sambil memandangi handphone menunggu balasan pesan dari Irfan dan sampai akhirnya dia pun ketiduran.


__ADS_2