Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (131)


__ADS_3

Fabian selesai menjalankan presentasi dengan sangat memuaskan sekali, dia pun berniat untuk datang untuk melihat Aliyaa.


"Apa Miranda pergi untuk bertemu dengan Aliyaa, lebih baik aku bertanya saja dengan Siska."


Fabian mengeluarkan handphone dia berniat untuk mengirimkan pesan kepada Siska.


*Siska, bagaimana dengan Aliyaa. Apa dia sudah sampai rumah atau belum dan adakah Tante Miranda di sana.*


Siska yang sedang mendengarkan curahan hati Aliyaa pun langsung mengambil handphone nya.


Dia melihat ada pesan masuk dari Fabian, Siska pun memilih untuk membaca pesan tersebut tidak di depan Aliyaa.


"Hmmmmmm, Aliyaa aku ke toilet dulu yah. Kebelet banget ini."


Siska langsung meninggalkan Aliyaa dia langsung masuk ke toilet di kamar Aliyaa.


Siska pun langsung membaca pesan singkat dari Fabian.


"Sudah ku duga pasti Kak Bian menanyakan keberadaan Tante Miranda."


*Aliya sudah pulang kok Kak, dia semakin membaik tapi Tante Miranda nggak ada di rumah. Mungkin dia sibuk sekali dengan pekerjaan kantor nya.*

__ADS_1


Fabian membaca pesan tersebut langsung memilih untuk bertemu dengan Miranda.


"Miranda dia kelewat batas sekali."


Fabian langsung pergi menuju ke Apartemen nya yang dulu karena dia tahu Miranda ada di sana.


Fabian begitu sangat emosional sekali dia pun memilih untuk mempercepat laju kendaraan nya.


Hingga akhirnya dia sampai di depan Apartemen dengan sangat cepat sekali.


Fabian langsung membuka pintu tersebut karena masih mempunyai kunci cadangan tapi ternyata pintu itu tidak kunci oleh Miranda.


"Ceroboh sekali sampai pintu tidak di kunci."



Dengan tatapan mata yang sangat tajam Miranda melihat kehadiran Fabian kembali ke pada nya.


"Sudah ku duga kamu kembali karena kamu yang tidak bisa hidup tanpa aku."


Fabian tersenyum sinis dan menghampiri Miranda, Miranda mencoba untuk mencium bibir Fabian tapi Fabian menolak nya dan memilih untuk mundur menjaga jarak dari Miranda.

__ADS_1


"Aliya sudah pulang dari rumah sakit dia sudah berada di rumah tapi ksmu masih saja berada di sini. Aliya anak kamu satu-satunya dia hanya memiliki kamu dia butuh kamu sekarang."


Miranda merasa sangat kesal sekali ketika Fabian yang begitu sangat perhatian berlebih-lebihan kepada Aliya.


"Kenapa kamu begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu Fabian. Kamu lebih memberikan perhatian yang lebih kepada Aliyaaaaaaa dan kamu sekarang mengabaikan aku dan selalu menyalakan aku terus."


Fabian hanya terdiam mendengarkan perkataan Miranda.


"Kamu lebih memilih Aliyaa atau aku kekasih kamu calon istri kamu hah."


Fabian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Miranda.


"Jika aku harus jujur sekarang, aku lebih memilih Aliyaa dari pada Mama nya. Aliya jauh lebih dewasa dari pada Mama nya, dia tidak pernah mempunyai emosi yang berlebih-lebihan dia lebih bisa mengatur emosional nya."


Fabian tersenyum manis kepada Miranda.


"Aku lebih memilih Aliyaa dia jauh lebih baik dari Mama nya."


Setelah mengatakan semuanya kepada Miranda, Fabian memilih untuk pergi meninggalkan Miranda.


Karena dia tahu Miranda pasti akan terpancing emosi nya dengan perkataan Fabian.

__ADS_1


"Apa maksud dari perkataan Fabian tadi dia lebih memilih Aliyaa, apakah Fabian memiliki perasaan dengan Aliyaa selama ini."


Miranda langsung merasa sangat lemas sekali dia pun memegang kepalanya kembali.


__ADS_2