Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (257)


__ADS_3

Aliya langsung menghampiri Siska untuk menanyakan informasi tentang Fabian.


Siska merasa sangat terkejut sekali ketika Aliyaa menghampiri dirinya.


"Aliya, kamu ternyata masih di sini kamu nggak pergi. Kamu cuma pura-pura pergi aja hmmmmm biar Kak Fabian ngejar-ngejar kamu yaa tapi ternyata dia malah diem di sini."


Aliya pun langsung duduk di samping Siska.


"Udah deh gausah di perjelas lagi, oh iya Kak Bian itu dia mau pergi ke mana. Pasti mau ketemu sama Mama deh."


Pikiran Aliyaa selalu saja negatif terhadap Fabian.


"Al, maksud dari kamu bersikap seperti ini sama Kak Fabian itu apa sih Al. Kamu marah sama Kak Fabian yang udah jujur sama kamu, dan sekarang kamu mau melerakan Kak Bian sama Mama kamu atau kamu masih mau berjuang cinta kamu."


Siska mencoba untuk menanyakan tentang perasaan Aliyaa yang sebenarnya.


"Sudah yaa Al, nggak usah seperti ini cape. Sekarang kamu sudah tau semuanya Kak Fabian mau jujur sama kamu loh Al."

__ADS_1


Aliya pun seperti sangat kebingungan sekali untuk menjawab pertanyaan dari Siska.


"Aku masih punya perasaan tapi aku masih belum terima dengan masalalu Kak Fabian yang ternyata adalah lelaki simpanan Mama."


Aliya merasa sangat kesal sekali dan itu yang membuat nya susah untuk menerima kenyataan.


"Nah, kamu tau kan kalau Kak Bian itu adalah lelaki simpanan lelaki bayaran yang hanya di bayar oleh Mama kamu saja itu tanda nya walaupun mereka berhubungan selama tujuh tahun pun tidak ada rasa cinta di hati Kak Bian sama Mama kamu."


Siska memegang pundak Aliyaa dia mencoba untuk meyakinkan Aliyaa jika Fabian adalah lelaki terbaik untuk nya.


Aliya pun mulai kembali menentukan pikiran nya dia mencoba untuk membuang pikiran negatif kepada Fabian dan berpikir positif terhadap Fabian.


"Tapi Sis, jika aku lanjutkan hubungan ini sama saja aku memperpanjang hubungi tidak baik kuu bersama dengan Mama. Dia pasti akan lebih membenci aku sekarang."


Siska mengerti jika dirinya berada di posisi Aliyaa pasti sangat berat sekali, ketika harus bersaing cinta yang Mama nya sendiri.


"Tapi Al, kamu lihat bagaimana perlakuan Mama kamu terhadap kamu sekarang. Kalau memang dia seorang ibu yang melahirkan kamu dia pasti akan memilih anak nya yang bahagia bukan seperti ini langsung membuang kamu seperti ini."

__ADS_1


Aliya pun langsung terdiam mendengar perkataan dari Siska.


"Sudah yaa Al, kalau menurut aku pertahanan hubungan kamu dengan Kak Fabian. Kamu hapus semua pikiran negatif kamu itu karena kenyataan nya kamu masih mencintai Kak Fabian."


Siska pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut dan Aliyaa pun ikut berlari mengejar Siska.


"Siskaaaaaaa, tunggu aku ihhhhhh."


Aliya menarik tangan Siska agar masuk ke dalam mobil pribadi yang sudah di siapkan oleh Dokter Nadia.


"Ayooooo cepat masuk kita pulang pakai mobil ini yaa."


Siska pun mengikuti ucapan Aliyaa dia masuk ke dalam mobil pribadi nya itu.


"Siska, jika seperti ini aku jadi sangat merindukan sekali Pak Denies supir pribadi aku."


Aliya mulai merindukan suasana di rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2