
Setelah menghabiskan waktu bersama di malam itu Miranda pun terlihat begitu sangat bahagia, karena Miranda yang mempunyai cinta yang begitu sangat besar kepada Fabian sedangkan Fabian yang usianya jauh lebih muda hanya memanfaatkan kebaikan Miranda, dia tidak ada sedikit pun pikiran untuk bisa serius dengan Miranda.
Miranda memandangin wajah Fabian yang masih tertidur pulas di sebelah nya, Miranda mencium kening Fabian dan beranjak dari tempat tidurnya karena harus pergi ke kantor.
Miranda bersiap-siap pergi dan meninggalkan Fabian sendiri di Apartemen, setelah Miranda pergi Fabian yang berpura-pura tidur pun langsung beranjak dari tempat tidur nya.
"Miranda,,,,, Miranda hmmmmm kamu terlalu tua jika harus menjadi istri ku. Aku pun lebih memilih untuk mencari istri yang lebih muda dari umur ku sendiri, tapi setelah menguasai 1/2 dari hasil kekayaan mu."
Fabian pun langsung bersiap untuk pergi menyenangkan diri nya bersama dengan teman-teman nya, dia pun harus berhati-hati dengan Miranda.
***
__ADS_1
Aliya seperti biasa nya dia tersenyum manis sambil memandang handphone nya dan itu pun sedikit membuat kesal sahabat nya Siska.
"Al, kamu masih berhubungan sama om-om yang punya restoran itu,? ihhh Al mending jangan deh dia tuh dah tua banget lebih cocok nya sama Mama kamu."
Siska merasa sangat risih melihat tingkah laku dan penampilan Aliya.
"Astaga,,,,,Astaga Aliya kamu pake lipstik ke sekolah,? yaa ampuun Al ini sekolah gabakalan ada si om-om tua itu."
Aliya pun langsung memegang bibir nya, tapi bukan di usap dia pun hanya memegang nya saja.
Siska lebih memilih untuk mengambil buku yang ada di hadapannya, dan membuka nya untuk mengalihkan pandangan kepada Aliya.
__ADS_1
"Dan itu tanda nya om Irfan udah menyukai fisik aku dalam hal wajah, sebentar lagi dia pun bakalan menyimpan perasaan yang sama sama akuuuuu uuuuhhhhh so sweet."
Siska mengabaikan ucapan Aliya dia terus membaca buku yang ada di hadapannya dan membuat Aliya merasa sangat kesal.
"Siska ko gitu banget sih kamu udah ga mau dengerin cerita aku yaaa, hmmmm kamu udah bosen yaa. Ihhhhhhh Siska jangan gitu dong."
Siska yang merasa kasian pun langsung memandangi wajah Aliya.
"Aliya kamu sekarang harus fokus belajar dulu sebentar lagi kita ujian kelulusan, dan kita bakalan melanjutkan ke universitas. Kalau di pikirkan kamu cuma ada om-om itu terus gimana kalau kamu nggak juara lagi nggak dapat nilai bagus lagi gimana."
Aliya pun langsung terdiam mendengar perkataan dari sahabat nya itu, dia pun menyiapkan handphone dan mengambil buku yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Oke deh aku bakalan mengurangi pikiran-pikiran ku tentang Om Irfan, tapi kalau di luar sekolah nggak apa-apa kan kalau aku ngomongin lagi soal Om Irfan aku terlanjur cinta banget sama dia."
Aliya seperti memang menyukai dengan sungguh-sungguh kepada Om Irfan yang ternyata lebih mempunyai rasa terdahap Mama Miranda.