Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (61)


__ADS_3

Aliya sampai di depan rumah Siska, mata nya yang bengkak pun tidak bisa menutupi jika dia memang sedang bersedih.


Siska yang melihat Aliya dari jendela kamar nya pun langsung turun dari kamar nya dan langsung menghampiri Aliya yang berdiri di depan pintu gerbang rumah nya.


Siska langsung membukakan pintu gerbang rumah nya, dan Aliya seketika memeluk erat tubuh Siska.


Siska yang merasa kebingungan pun hanya bisa terdiam karena Aliya memeluk erat tubuh nya.


Melihat Aliya yang sudah sedikit tenang, Siska langsung melepaskan pelukan erat dari Aliya secara perlahan.


Siska menatap wajah Aliya yang begitu sangat bersedih sekali, Siska langsung memilih Aliya untuk masuk ke dalam rumah nya.


Di rumah Siska yang begitu sangat sepi sekali karena ke dua orang tuanya sedang tidak ada di rumah nya, Ayah Siska yang merupakan seorang guru SD sedangkan Ibunya seorang pelatih balet.


Siska sama seperti Aliya yang merupakan anak tunggal dari keluarga nya, Siska langsung membawa Aliya ke dalam kamar nya.

__ADS_1


Mereka pun langsung naik ke atas kasur dengan memeluk boneka masing-masing.


"Aliyaaaaaaa, kamu kenapa lagi sih kamu habis nangis karena Om-om itu yaa."


Siska bertanya sambil tersenyum sinis kepada Aliya tapi Aliya masih saja terdiam.


"Al, udah deh lupakan Om-om ituuu ihhhhhh kamu tuh terlalu mudah dan terlalu cantik untuk nya. Kita sebentar lagi itu kuliah jadi mahasiswa dan pasti banyak banget kakak-kakak senior yang super ganteng."


Aliya langsung memegang tangan Siska dengan tatapan mata yang tajam dan membuat Siska menutup rapat bibir mungil nya.


"Ini bukan masalah Om Irfan, ini masalah keluarga masalah Mama aku yang sikapnya jadi berubah drastis."


"Aku nggak ngerti kenapa Mama jadi begini, awalnya dia nyuruh aku untuk deket sama Kak Fabian dan sekarang aku mulai dekat Mama kaya nggak suka sama kedekatan aku padahal itu kan dulu kemauan nya Mama. Dan sekarang Mama tiba-tiba memperkerjakan Kak Fabian sebagai asisten pribadi nya, dulu dia bilang Kak Bian bakalan jadi orang yang mengantarkan aku kemana-mana tadi dia marah-marah dan bilang jangan ganggu waktu nya Kak Bian."


Siska yang mendengar ucapan Aliya yang begitu panjang dan lebar hanya bisa melamun karena tidak mengerti dengan ucapan Aliya yang begitu sangat cepat.

__ADS_1


Tapi Siska langsung tersenyum kepada Aliya dan berpura-pura mengerti dengan apa yang Aliya ceritakan.


Aliya merasa sangat curiga karena Siska yang hanya tersenyum ketika dirinya selesai bercerita.


"Kamu nggak ngerti yaaaaaaa, sama yang aku ceritakan tadi. Kok cuman senyam senyum aja sihhhh nyebelin banget sih."


Aliya melemparkan boneka nya kepada Siska yang terlihat terdiam tersenyum dengan tatapan mata nya yang kosong.


"Yaaa maaafkan Aliya, maaafkan aku hehehehe. Yaudah sekarang kamu lupain aja deh masalah tentang Mama kamu dan Kak Fabian itu sekarang kamu mau di kamar aja. Apa kita ke restoran Om-om Irfan itu supaya kamu fresh kembali."


Aliya langsung tersenyum kembali ketika Siska mengajak nya untuk pergi ke restoran Om Irfan.


"Ihhhhhhh, kamu tau aja deh maksud dari kedatangan aku ke sini. Maksa kamu buat pergi ke restoran Om Irfan yaudah yuuuu pergi yuuuu."


Siska dengan berat hati sebernarnya tidak suka dengan kedekatan antara Aliya dan Om Irfan, karena dia sangat yakin jika Aliya akhirnya akan tersakiti hati nya oleh Om Irfan.

__ADS_1


Siska Aurora.



__ADS_2