Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (75)


__ADS_3

Miranda lebih memilih untuk menemui Irfan dia merasa sangat tenang jika sudah meluapkan semua perasaan hati kepada Irfan.


Tapi Irfan sudah mengetahui semuanya dari Fabian hanya bisa terdiam dan bertanya-tanya kenapa bisa seperti ini.


Irfan melihat handphone dia tidak menyadari ketika Miranda mengirimkan pesan kepada nya.


"Miranda ternyata mengirimkan pesan dia akan menuju ke sini, lebih baik aku pura-pura tidak tahu apa-apa saja."


Irfan mencoba bersikap biasa saja ketika Miranda akan menghampiri nya, Irfan pun membalas pesan Miranda agar dirinya bisa langsung masuk ke dalam ruangan pribadi nya.


Kedatangan Miranda ke Restoran semakin memperkuat dugaan para pegawai nya jika mereka mempunyai hubungan spesial karena Miranda yang langsung masuk ke ruangan pribadi Irfan.


Miranda membuka pintu ruangan tersebut, dan Irfan langsung tersenyum manis menyambut kedatangan Miranda.


"Panggil saja Irfan sekarang kita sudah berteman baik," ucap Irfan kepada Miranda sambil menuangkan Coffe hangat ke gelas dan memberikan nya untuk Miranda.

__ADS_1


Miranda memilih untuk meminum Coffe hangat tersebut, dan mulai mengatur nafas panjang nya sebelum dia bercerita kepada Irfan.


Irfan melihat wajah Miranda yang begitu sangat gelisah sekali, seperti ada masalah besar yang akan dia ceritakan.


"Irfan, putri menghilang dia tidak ada di kamar nya. Setelah pertengkaran aku dengan nya malam itu karena aku melihat dia berdua bersama dengan lelaki yang seharusnya menjadi Papa baru nya."


Seketika Irfan langsung terkejut mendengar perkataan Miranda, dia hampir menyebutkan nama Aliya di hadapan Miranda.


"Lalu apa yang kamu lakukan sekarang,? apakah kamu sudah meminta polisi untuk mencarinya. Dia anak perempuan kamu harus langsung bertindak tegas."


"Aku masih membiarkan nya, karena aku tahu putri ku tidak akan mampu untuk bertahan hidup di luar. Jika aku membiarkan nya maka dia tidak akan mungkin melakukan nya lagi, tapi jika aku sekarang mencari nya maka dia akan selalu melakukan nya kembali dan bersikap semua nya."


Irfan sangat tidak mengerti apa yang ada di pikiran Miranda, demi Lelaki itu dia seperti rela melepaskan kepergian Aliya.


"Apa ini tanda nya kamu lebih menyanyi lelaki itu daripada putri mu sendiri,? Lelaki itu pun belum tentu bisa berjodoh dengan mu sedangkan putri akan selama nya bersama dengan kamu."

__ADS_1


Miranda langsung terdiam ketika mendengar perkataan Irfan, dia pun seperti orang yang kehilangan arah tatapan begitu sangat kosong sekali.


Irfan langsung berdiri dia menarik tangan Miranda, semua pegawai dan pelanggan pun terfokus pada mereka berdua yang berjalan sambil memegang tangan.


Miranda hanya bersikap pasrah mengikuti apa yang Irfan lakukan, Miranda langsung masuk ke dalam mobil Irfan.


"Siapa orang yang paling dekat dengan Putri mu itu, ayoo kita pergi ke rumah nya."


Irfan yang mengetahui nama nya Siska tapi dia ingin menguji Miranda apakah dia mengenal dengan Siska.


"Temannya bernama Siska dia teman baik Aliyaa, dan aku tahu alamat rumah nya."


Mereka pun langsung pergi ke rumah Siska, Irfan begitu sangat cepat sekali mengendarai mobil nya dan membuat Miranda sedikit ketakutan sekali.


Irfan masih bisa bersikap baik kepada Miranda, walaupun dia tahu cinta nya tidak akan terbalaskan oleh Miranda. Dia melakukan hal ini karena Aliya.

__ADS_1


__ADS_2