
Aliya terus memandangi wajah Fabian yang seperti kebingungan sekali, Fabian tetap bersikap seperti biasanya agar Aliya tidak mencurigai nya.
"Hmmmm, ini adalah salah satu Restoran terfavorit Kakak dan Kakak berpikir dengan nama yang sama Irfan Riawan mungkin ini adalah Restoran yang kamu maksud karena Restoran ini adalah yang sangat terkenal sekali di sini."
Aliya terdiam mendengar penjelasan dari Fabian dia menerima penjelasan nya walaupun hati Aliya masih sangat raju.
Suasana di dalam Restoran antara Miranda dengan Irfan Riawan.
"Aku datang di sini karena ingin bercerita kepada kamu tentang permasalahan yang terjadi antara aku dan anak ku kembali."
Miranda menghelakan nafas panjang nya.
"Miranda, bagaimana dengan keadaan kamu sekarang. Kamu sudah bisa datang ke Restoran ini dan sekarang kamu datang dengan permasalahan lagi dengan anak perempuan kamu lagi."
Irfan Riawan menatap tajam wajah Miranda yang seperti sedang menahan air mata nya.
__ADS_1
"Lagi-lagi anak ku pergi bersama dengan Kekasih kuu Fabian, dia rela meninggalkan pekerjaan kantor nya demi pergi bersama dengan putri kuu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang melihat mereka berdua yang semakin dekat membuat hati ini terasa sangat sakit sekali tapi aku pun berpikir lagi bukan kah ini adalah rencana ku ingin mendekatkan mereka berdua."
Tangis air mata Miranda tidak terbendung lagi, Irfan menghapus air mata Miranda dengan sentuhan lembut tangan nya.
Mereka terlihat sangat romantis sekali jika di perhatikan oleh orang-orang di sekitar nya.
"Sudahlah jangan menangis lagi jangan membuat emosi kamu semakin naik, ingat kamu punya penyakit hipertensi jika emosi kamu naik tensian darah kamu tinggi kembali. Lalu bagaimana dengan kondisi Perusahaan kamu jika kamu sakit-sakitan seperti ini sedangkan putri kesayangannya kamu belum bisa mengantikan posisi kamu di perusahaan itu."
Miranda merasakan ketenangan hati ketika dia mendengar perkataan dari Irfan.
Aliya turun dari mobil nya dengan membawa bucket bunga mawar merah, Fabian memakirkan mobil nya dan langsung terkejut ketika melihat ada mobil Miranda terpakir di sini.
"Wahhhhh ini gawat darurat, Miranda sedang ada di Restoran ini pasti untuk bertemu dengan Irfan sedangkan Aliya sudah duluan ke dalam."
Fabian langsung berlari untuk mengejar Aliyaa tapi ternyata semuanya sudah terlambat Aliya sudah melihat Miranda bersama dengan Irfan.
__ADS_1
Aliya tidak menyangka sekali dengan apa yang di lihat di hadapan nya, bucket mawar merah yang di bawa dia jatuhkan seketika.
Fabian yang melihat Aliyaa pun langsung menghampiri nya, dan mengambil bucket bunga mawar merah yang di jatuhkan oleh Aliyaa.
"Aliya apa kamu baik-baik saja kan,?"
Aliya mengabaikan pertanyaan Fabian dia berjalan menuju ke meja tersebut, para pegawai di Restoran terkejut melihat kedatangan Aliya ketika ada kehadiran perempuan yang mereka sangka adalah calon istri Irfan.
Fabian tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Aliya ketika dia melihat semuanya di depan mata nya sendiri.
"Hancur lebur semuanya, Miranda kenapa dia kegatelan sekali selalu datang ke Restoran ini. Apapun yang di lakukan Aliya akan gue dukung."
Aliya seakan berat melangkah kan kaki nya agar mendekati meja tersebut, kedua tangan nya terkepal sangat kuat dan kencang seperti sedang menahan emosi di dalam hatinya.
__ADS_1