Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (66)


__ADS_3

Fabian merasa bosan menunggu Miranda yang tidak juga keluar dari Restoran tersebut, Fabian memilih untuk pergi saja.


"Mending pergi deh lama banget yang penting gue udah tahu, dan nanti gue bakalan datang ke Restoran itu."


Fabian pun memilih pergi dari tempat tersebut dia melanjutkan perjalanan nya menuju ke Rumah Miranda untuk mengembalikan mobil pribadi nya.


Ketika Fabian sampai di depan gerbang pintu rumah Miranda, terlihat Aliya yang sedang duduk di kursi taman bunga.


Fabian dengan semangat langsung turun dari mobil nya, dia menghampiri Aliya.


"Hey Aliya Cantik," ucap Fabian sambil tersenyum manis kepada Aliya.


"Kak Bian, udah pulang gimana tadi hari pertama kerja nya?. Terus Mama Galak mana kenapa dia nggak ada sama Kak Bian."


Fabian langsung mengelus rambut panjang Aliya ketika dia mendengar perkataan Aliya.

__ADS_1


"Nggak boleh begitu dia tuh Mommy kamu loh, jangan ngomong nggak sopan gitu yaa."


Fabian pun duduk di samping Aliya, dia ingin menanyakan sesuatu tentang Restoran tersebut. Tapi Fabian binggung bagaimana awal dari menanyakan nya.


Aliya memperhatikan Fabian yang seperti sangat kebingungan sekali, Aliya pun menepuk pundak Fabian dan membuat nya terkejut.


"Astaga, Aliyaaaaaaa."


Aliya langsung tersenyum ketika melihat Fabian terkejut.


Aliya pun langsung terdiam jika dia mengatakan Restoran milik Om Irfan, dia takut Mama bisa tahu jika dia menyimpan perasaan dengan Om Irfan.


"Aku nggak tahu Kak, aku suka makan di mana saja yang penting enak dan perut ku kenyang hehe."


Fabian melihat seperti ada yang di sembunyikan oleh Aliya, dia pun semakin penasaran sekali ada apa sebenarnya di balik semua ini. Kenapa Aliya dan Miranda pergi ke Restoran tersebut dengan keadaan sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


"Hmmmmm, kalau begitu bagaimana kalau nanti Kak Bian cari tempat itu dan kita bisa makan-makan bersama di sana."


Wajah Aliya seketika berubah ketika dia melihat mobil Mama nya, Aliya memilih untuk pergi dari tempat duduk tersebut tetap Fabian memegang erat tangan Aliya.


Miranda yang turun dari mobil nya melihat hal tersebut, dia pun langsung memakai kembali kacamata hitam nya. Dan langsung berjalan menuju ke dalam rumah.


Miranda memilih untuk langsung masuk ke dalam rumah nya, dia seketika membisu tidak menyapa putri kesayangannya itu.


Melihat tingkah laku Mama nya yang semakin membuat nya sakit hati, Aliya pun mengajak Fabian untuk pergi ke belakang rumah nya.


"Kak Bian, bagaimana kalau kita pergi ke belakang rumah saja. Di sana para pegawai di sini rajin-rajin banget mereka menanam sayur-sayuran nanti kita masak bareng lagi yaa."


Mendengar perkataan Aliya, Miranda langsung menghentikan langkah kaki dia pun langsung membalikkan badannya. Di saat Miranda membalikkan badannya Aliya langsung menarik tangan Fabian dan mengajak nya untuk mengikuti langkah kaki nya.


Fabian yang memang lebih mempunyai perasaan terhadap Aliya, dia pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Aliya.

__ADS_1


Miranda terlihat sangat emosional sekali ketika Aliya sudah mulai berani bersikap seperti itu, tapi Miranda pun langsung di ingatan dengan perkataan Irfan tentang kepercayaan di hubungan, dia pun langsung memilih untuk pergi ke dalam kamar nya dan membiarkan Aliya dan Fabian pergi bersama.


__ADS_2