Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (110)


__ADS_3

Aliya yang tersenyum manis tiba-tiba langsung diam dan membuat Fabian berhenti makan, mata nya mulai berkaca-kaca menahan rasa sakit hati yang dia dengar untuk pertama kalinya.


Aliya sebernarnya ingin sekali bisa menceritakan semuanya kepada Fabian, tapi dia melihat Mama nya yang selalu memperhatikan nya.


"Kamu kenapa Aliyaa,? kok jadi berubah cemberut gitu sih,? apa kamu sakit yah Aliyaa."


Fabian memandangi wajah Aliyaa dengan jarak dekat sekali dan membuat Miranda semakin memperhatikan Aliya dan Fabian.


"Fabian, ngapain itu deket-deket sama Aliya."


Miranda beniat untuk masuk kembali ke ruangan Fabian.


"Aku nggak apa-apa kaa, aku baik-baik saja. Dan sekarang aku pulang dulu yah."


Aliya beranjak dari tempat duduk nya, dia pun langsung pergi dari ruangan Fabian.

__ADS_1


Fabian langsung kebingungan sekali dengan sikap Aliyaa, Fabian hendak mengejar Aliya tapi Miranda menghalangi nya.


"Mau kemana kamu Fabian,? sudah jangan di kejar dia sedang patah hati nya. Dia datang ke Restoran Irfan mungkin untuk mengungkapkan perasaan hati nya tapi Irfan tidak bisa membalaskan cinta dan akhirnya dia seperti itu."


Fabian melihat wajah Miranda dengan senyuman manis seperti pertanda dia senang.


"Aliyaa patah hati,? lalu kenapa kamu seperti senang seperti itu. Melihat anak sendiri yang sedang bersedih hati nya."


Miranda malah tersenyum lebar sambil memegang kepalanya.


Mendengar perkataan Miranda Fabian pun langsung tersenyum sambil memegang pipi Miranda.


"Apakah kamu sudah bercermin terlebih dahulu Miranda,? kamu sendiri mencintai lelaki 25 tahun sedangkan kamu sendiri sudah berusia 38 tahun. Kamu sekarang menertawakan Aliyaa karena dia menyukai lelaki yang lebih tua, dan apa yang terjadi juga jika Aliya juga tahu bahkan Mama nya menyukai lelaki yang lebih muda. Pencinta brondong."


Fabian menepuk-nepuk lembut pipi Miranda, dan langsung pergi untuk menyusul Aliyaa.

__ADS_1


"Kenapa mereka berdua hanya membuat aku naik darah saja, tapi benar juga apa kata Fabian apa jadinya jika Aliya tahu tentang hubungan ku dengan Fabian."


Miranda pun duduk di kursi bekas Aliyaa, dia melihat makanan yang Aliyaa masakan untuk Fabian.


Melihat tidak ada orang yang memperhatikan nya, Miranda mencoba satu suapan makanan tersebut.


Dan Miranda pun langsung terkejut ketika mencoba masakan tersebut.


"Hmmmmmm, lumayan enak juga yah masakan Aliya. Dia belajar masak dari mana yaa, enak juga."


Miranda pun memilih untuk pergi kembali ke ruangan nya, dia pun langsung berpikir jika nanti Aliya sudah menyelesaikan kuliah bisnis nya.


"Jika nanti Aliya sudah lulus kuliah dengan jurusan bisnis nya, mungkin aku nggak akan ada di ruangan ini. Hmmmmm bagaimana juga hanya Aliyaa yang bisa meneruskan perusahaan ini."


Miranda mulai mempersiapkan diri untuk bisa memberikan perusahaan ini kepada anak satu-satunya.

__ADS_1


"Aliya harus menjadi wanita yang lebih hebat, aku nggak akan pernah membiarkan Aliya untuk berpacaran apalagi menikah muda. Dia harus sukses lebih sukses dari Papa nya, dan situ adalah waktu aku untuk beristirahat menikmati hasil jerih payah kuu selama ini."


__ADS_2