Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (171)


__ADS_3

Rendy pun langsung berpamitan kepada Aliyaa karena dia yang sudah mempunyai nomber handphone Aliyaa.


"Yasudah yaa Aliyaa aku pamit dulu yaa, Siska aku pamit dulu yaa. Nanti kalau ada waktu luang kita ngobrol-ngobrol bersama lagi."


Rendy pun langsung pergi dan dia memperhatikan Siska yang terlihat sangat dekat sekali dengan Aliyaa.


Sesampainya di dalam mobil Rendy langsung kepikiran dengan Siska.


"Siska sangat dekat sekali dengan Aliyaa, dari dia seperti nya aku bisa mencari tahu tentang Aliyaa. Dan mungkin juga dia bisa membantu kedekatan aku dengan Aliyaa."


Rendy semakin bersemangat sekali dia kembali lagi ke kantor nya.


"Sebaiknya aku langsung laporan sama Tante Miranda, kalau aku sudah bertemu dengan Aliyaa."


*Tante Miranda, aku sudah bertemu dengan Aliyaa di kampus nya. Dan aku benar-benar terpesona sekali dengan kecantikan Aliyaa, semoga ini adalah pertanda baik untuk kedepannya aku bisa bersama dengan Aliyaa.*


Miranda yang sedang menikmati makanan nya pun langsung tersenyum bahagia ketika membaca pesan dari Rendy.


"Hah, syukurlah jika Rendy sudah bertemu dengan Aliyaa ini pertanda baik. Semoga saja Rendy bisa dengan cepat mengambil hati Aliya.*


Miranda pun langsung membalas pesan dari Rendy.


*Oke Rendy, ini adalah permulaan yang sangat bagus sekali. Semoga saja kamu bisa terus berjuang untuk bisa mendapatkan cinta dari Aliyaa, pokoknya Tante akan terus mendukung kamu yaa Rendy.*


Miranda terlihat sangat bahagia sekali dia tersenyum-senyum sambil memandangi handphone nya.


Fabian yang selesai makan di luar melihat Miranda yang sedang menikmati makanan nya di ruangan pun semakin bahagia sekali ketika melihat Miranda yang sedang kasmaran dengan lelaki lain.


"Baguslah, semoga hubungan mereka semakin romantis dan langsung menikah. Agar tidak ada lagi penghalang untuk aku bersatu bersama dengan Aliyaa."


***


Aliya terus saja memandangi wajah Siska yang seperti cuek tapi memperhatikan Rendy.


"Rendy itu baik sekali loh Sis, di sekolah dia juga sering juara. Pokoknya aku kalau se kelas dengan dia pasti bersaing terus sama dia."


Siska pun langsung tersenyum kepada Aliyaa.


"Dia seperti lelaki yang baik dan bertanggung jawab yaa."


Siska semakin seperti mencari tahu tentang Rendy kepada Aliyaa.

__ADS_1


"Yasudah yaa Sis, kita ke rumah aku dulu yuu. Atau kamu mau langsung pulang saja."


Siska berpikir sejenak dia yang sebenarnya ingin lebih tau banyak tentang Rendy kepada Aliyaa tapi dia juga tidak mau Aliyaa langsung curiga jika dia mulai suka kepada Rendy.


"Aku mau pulang yaa Aliyaa, tugas-tugas kuu banyak sekali hari ini."


Siska berpamitan untuk pulang kepada Aliyaa.


"Yasudah yaa Siska kamu hati-hati yaa di jalan, sampai ketemu besok yaaa."


Aliya berjalan menuju ke rumah nya sedangkan Siska menunggu taksi online pesenan nya.


Aliya masuk ke dalam rumah nya dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya.


Aliya langsung berbaring di tempat tidur nya.


"Kenapa tiba-tiba Rendy hadir kembali yaa, di saat aku bersama dengan Kak Bian. Tapi aku yakin mungkin kehadiran Rendy tidak ada hubungan nya dengan hal apapun."


Aliya pun yang sudah terlalu cape dengan kuliah nya membuat Aliya tertidur pulas di kasur nya.


***


Miranda terus memperhatikan Fabian, dia seperti melihat Fabian yang terus saja tersenyum dalam berkerja nya.


Miranda merasa sangat penasaran sekali dengan Fabian.


Dan Miranda pun mencoba untuk menghampiri Fabian.


Miranda berpura-pura untuk melihat perkejaan Fabian.


Kedatangan Miranda pun langsung di sambut baik dengan Fabian, Fabian yang biasa nya dingin kepada Miranda kini langsung berubah.


"Bagaimana dengan pekerjaan muu yang ini,? apakah kamu mendapatkan kendala atau kesusahan dengan proyek besar kita ini."


Fabian pun langsung memberikan hasil pekerjaan nya kepada Miranda.


"Ini pekerjaan saya Buu Miranda silahkan di periksa dulu yaaa."


Miranda pun langsung mengambil hasil pekerjaan Fabian.


"Menurut saya tidak ada yang salah dengan pekerjaan saya, karena bukan satu dua kali bahkan sering sekali saya mendadak untuk mengganti kan posisi Ibu Miranda."

__ADS_1


Miranda pun langsung mengembalikan hasil pekerjaan Fabian.


"Yaa, pekerjaan kamu sudah sangat sempurna sekali."


Fabian pun mengambil kembali hasil pekerjaan nya.


Dan bell pulang berbunyi, Fabian langsung berdiri dari tempat duduk nya.


Berberes-beres untuk segera pulang tapi ketika Fabian hendak keluar dari ruangan nya.


Tangan Fabian tiba-tiba di pegang oleh Miranda.


Dan Fabian pun dengan kasar melepaskan tangan Miranda.


"Aku ingin kita makan malam bersama malam ini Fabian, aku rindu sekali kebersamaan kita berdua. Aku mohon hanya hari ini saja."


Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika Miranda berkata seperti itu kepada nya, sedangkan Miranda sudah mempunyai brondong baru di hati nya.


"Maafkan saya Ibu Miranda tapi di rumah ada seseorang yang sudah menunggu saya pulang, dia yang menyiapkan makanan untuk saya ketika saya berangkat kerja dan pulang kerja."


Fabian pun langsung keluar dari ruangan nya dan Miranda pun langsung merasa sangat kesal sekali dengan sikap Fabian terhadap nya.


"Kenapa kamu masih tetap saja seperti itu Fabian, kenapa kamu begitu sangat mencintai Aliyaaaaaaa."


Miranda pun langsung pergi dari ruangan Fabian dan kembali ke ruangan nya itu mengambil tas nya dan segera pulang.


"Aku harus memikirkan cara yang lain nya, jika hanya berharap kepada Rendy ini sangat lama sekali proses nya. Aku pun harus mencari cara agar bisa bersama dengan Fabian."


Fabian memperhatikan Miranda di parkiran dia melihat Miranda yang masuk ke dalam mobil nya dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.


"Apa yang ada di pikiran janda kaya raya itu, sudah mempunyai brondong yang baru masih saja berharap lebih dengan yang lain. Apakah dia ingin mempunyai dua lelaki simpanan , Astaga serakah sekali dia sampai seperti itu."


Fabian masuk ke dalam mobil nya dia ingin sekali secepatnya nya sampai di rumah.


"Aliyaaaaaaa rindu sekali dengan dia, sedang apa yaa dia sekarang. Lebih baik aku membeli sesuatu untuk nya supaya dia senang."


Fabian pun membelikan coklat untuk Aliyaa dan setangkai bunga mawar putih dengan pita berwarna pink.


Setibanya di depan pintu rumah nya, dia merasa sangat sepi sekali. Biasanya Aliyaa pasti selalu memutar musik di kamar nya.


Fabian mencari keberadaan Aliyaa di dapur tidak ada dia pun langsung membuka pintu kamar Aliya.

__ADS_1


Dan Fabian pun melihat Aliyaa yang sedang tertidur pulas, Fabian masuk ke dalam kamar nya dan meletakkan setangkai bunga mawar putih dan coklat di samping Aliyaa.


__ADS_2