
Melihat Aliyaa yang sudah pergi meninggalkan nya, Miranda pun tidak kuasa menahan air mata nya.
"Maafkan aku yang tidak bisa sabar untuk mendidik Aliya, Aliya sekarang yang semakin liar dia yang berkali-kali pergi dari rumah. Dia yang selalu membuat aku emosional dan marah-marah tapi percayalah Aliya tetap akan menjadi putri kesayangannya kita berdua."
Miranda pun langsung menaburkan kan dan mengucapkan doa untuk Almarhum suaminya tersebut.
Miranda pun langsung bergegas pergi ke kantor nya, Miranda ingin sekali tidak ada drama lagi di perusahaan nya.
Miranda datang ke perusahaan nya telat 30 menit, dia melihat Fabian sudah datang dan memulai pekerjaan nya.
Miranda hanya memandangi wajah Fabian dia tidak berani untuk menyapa nya karena pegawai yang sudah mulai memperhatikan mereka.
"Kalau di lihat dari wajah tenang semoga saja tidak ada huru hara di rumah nya, kasihan Aliya kalau harus setiap hari di marah-marahin oleh Ibu kandungnya sendiri."
Fabian memilih untuk meninggalkan ruangan nya tersebut, dia berniat untuk menghubungi Aliyaa.
Melihat Fabian yang keluar dari ruangan di saat jam kerja. Miranda pun langsung menghampiri Fabian.
__ADS_1
"Mau pergi ke mana kamu Fabian, ini masih jam kerja belum jam istirahat."
Miranda memandangi serius sekali wajah Fabian.
"Saya mau ke toilet dulu Bu Miranda."
Fabian pun langsung berjalan meninggalkan Miranda.
"Benarkah dia pergi ke toilet, jika dia tidak pernah melakukan apapun terhadap Aliya itu tandanya dia tidak menyukai Aliya. Tapi kenapa aku lebih sering melihat dia memainkan handphone apa dia punya wanita lain."
Pikiran Miranda mulai di buat pusing sendiri, dia ketakutan Fabian memilih wanita lain.
Miranda pun langsung pergi untuk menyusul Fabian dia berpura-pura sedang mengantri padahal toilet itu kosong.
Fabian pun langsung memainkan handphone dia berniat untuk menelephone Aliya.
***Hallo Aliya, kamu sekarang sedang di mana kamu baik-baik saja kan.
*Aku sekarang sedang mau ke rumah Siska sedang di perjalanan dan berniat untuk pergi ke Universitas itu loh Kak, karena ternyata Siska pun ingin menjadi seorang perawat.*
__ADS_1
*Ohhh, syukurlah kalau begitu. Kamu hati-hati yaa dan kalau kamu dan Siska mau beristirahat ada kunci cadangan rumah yang Kakak simpan di pot bunga.*
*Baiklah Kak, terimakasih banyak Kakak sudah baik sekali sama aku.*
*Sama-sama Aliya, yasudah yah sekarang Kakak kerja dulu yah**.
Fabian pun langsung mematikan panggilan telephone nya, dan dia seperti melihat ada Miranda di luar toilet perempuan.
"Mau apa sih, tante-tante ini ngikutin gue segala. Dia pasti curiga gue telephone nan sama siapa."
Fabian pun langsung keluar dari toilet nya dan membuat Miranda terkejut sekali.
Fabian pun memilih untuk pergi tampa menyapa Miranda.
"Sudah ku duga kan, dia keluar dengan membawa handphone dia pasti lagi mengincar Wanita yang lebih kaya dari aku. Ini nggak bisa di biarkan aku harus mengirimkan hadiah yang luar biasa untuk Fabian, agar dia luluh kembali kepada aku."
Miranda pun memilih untuk kembali ke dalam ruangan nya, kedatangan Fabian dan Miranda secara bersamaan pun membuat kecurigaan para pegawai nya.
Mereka pun langsung berpikir jika ada hubungan spesial diantara mereka berdua.
__ADS_1