Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (223)


__ADS_3

Miranda mulai merasa sangat kesal sekali ketika pesan nya tidak di balas oleh Fabian.


Dia tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Fabian.


"Sedang apa sih mereka berdua jangan sampai mereka melakukan sesuatu, ahhhhhhh Miranda jaga emosional kamu jangan sampai kamu emosi di dalam kantor ini. Ingat ini adalah rapat yang sangat penting sekali, tetap harus mengendalikan emosi kamu."


Miranda masuk ke dalam ruangan nya kembali, dia mencoba untuk menenangkan pikiran dan mencoba untuk mengirimkan pesan kembali kepada Fabian.


*Fabian, aku mohon kamu datang ke kantor sekarang juga. Aku sangat butuh sekali kamu ada mendampingi aku hari ini , dan aku meminta maaf atas apa yang aku lakukan semalam.*


Handphone Fabian bergetar kembali dan ternyata itu pesan dari Miranda.


"Kenapa sih dia menggangu sekali yaa, meresahkan sekali."


Fabian meninggalkan Aliyaa yang sedang makan.


"Aliya sayaaaaang, kamu nggak apa-apa aku tinggal sebentar. Ibu mertua meresahkan sekali."

__ADS_1


Fabian pun langsung keluar dari ruangan Aliyaa.


"Ibu mertua katanya, hmmmm ibu mertua yang mencintai calon menantu nya. kalau di pikirkan seram sekali tapi itu yang sedang aku alami sekarang."


Fabian menghelakan nafas panjang nya agar bisa berbicara dengan nada rendah kepada Miranda.


***Hallo Miranda, bisakah kamu tidak menggangu kebersamaan kuu bersama dengan Aliyaa. Kita berdua sedang melepaskan kerinduan karena tiga hari kita tidak bertemu.


*Apa maksud ucapan kamu Fabian, kamu sedang melakukan apa dengan Aliyaa hah***."


Nada suara Miranda mulai terbawa emosi dengan ucapan Fabian.


***Apapun yang aku lakukan dengan Aliyaa sekarang, kita melakukan nya dengan rasa saling mencintai suka sama suka tidak ada paksaan sama sekali.


*Fabian kamu jangan sampai mencoba untuk menyentuh tubuh Aliyaa, jangan sampai kamu melakukan itu dengan Aliyaaaaaaa.*


*Aliya pun menikmati nya, kenapa kamu harus melarang nya. Sudah yaa jangan ganggu lagi ke kebersamaan kita berdua. Dan semangat yaa semoga rapat penting nya sukses**.

__ADS_1


Fabian langsung menonaktifkan handphone nya.


"Kamu selalu membuat Aliyaa kesakitan, dan akhirnya sekarang kamu merasa sakit yang lebih sakit dari yang Aliyaa rasakan."


Miranda mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian tapi tidak aktif.


"Ahhhhhhhhh, kepada Aliyaa tidak bisa menjaga harga diri nya. Lalu bagaimana jika Aliyaa sampai hamil sudah tidak ada lagi harapan untuk kuu."


Pikiran Miranda sangat kacau sekali hari ini dia harus rapat dengan orang-orang yang sangat penting.


"Aku tidak bisa seperti ini, perasaan kuu tidak nyaman sekali. Aku tidak mau seperti ini di saat aku harus bertemu dengan orang-orang penting, Fabian kamu kurang ajar sekali yaa membuat perasaan ku seperti ini."


Miranda dengan terpaksa pergi sendiri untuk menghadiri rapat tersebut, walaupun pikiran nya sedang tidak tenang.


"Miranda kamu harus tenang Miranda, kamu harus bisa mengendalikan emosi kamu. Jangan sampai semua nya jadi berantakan hanya karena perkataan Fabian tadi di telephone."


Miranda pun langsung terdiam sambil memikirkan rencana yang akan dia lakukan kedepan nya.

__ADS_1


"Seperti nya aku harus menemui Aliyaa dan mengatakan kepada Aliyaa jika Fabian pun memiliki perasaan yang sama dan kita mempunyai hubungan spesial, jika Aliyaa tetap tidak mau meninggalkan Fabian. Maka aku akan mencabut beasiswa milik nya."


Miranda begitu sangat yakin sekali dengan rencana nya tersebut akan berhasil.


__ADS_2