
Aliya terus saja menangis sambil memegang pipi nya dan membawa barang-barang nya, Miranda hanya terdiam di pintu kamar Aliyaa.
Miranda tidak menyangka jika Aliyaa benar-benar pergi meninggalkan nya.
Aliya pun terus berjalan menuju ke pintu keluar, para pegawai hanya menatap sedih kepergian Aliyaa.
Setelah melihat Aliyaa yang sudah ada di depan pintu keluar barulah Miranda pun mengikuti Aliyaa.
"Pergi bersama dengan siapa Aliyaa, aku sangat yakin sekali Aliyaa pasti akan kembali dia tidak mungkin bisa hidup tampa semua nya."
Miranda berdiri di belakang Aliyaa dia sangat terkejut sekali ketika melihat Fabian yang ternyata menjemput Aliyaa.
Fabian sangat terkejut sekali ketika melihat Aliyaa dengan kondisi seperti ini.
"Aliyaaaaaaa, kamu tidak apa-apa kan Aliyaa."
Fabian begitu sangat panik sekali melihat Aliyaa.
"Kaaaaaa, bawa aku pergi dari rumah ini."
__ADS_1
Aliya langsung memeluk erat Fabian dengan tangisan nya.
Pandangan mata Fabian langsung tertuju pada Miranda.
Miranda merasa sangat cemburu sekali ketika melihat Aliyaa yang berpelukan dengan Fabian di depan mata nya.
Miranda merasa sangat emosional sekali dia seperti langsung hilang rasa penyesalan nya ketika dia sudah menyakiti fisik Aliyaa.
"Kamu mengusirnya,? Bu Miranda yang terhormat. Anda mengusir anak kandung sendiri hanya karena dia ingin mengikuti hati nya, kenapa begitu sangat egois sekali kenapa tidak mendukung tapi malah mengusir nya."
Fabian menghampiri Miranda dia pun langsung tersenyum kepada Miranda.
Miranda seketika langsung terkejut mendengar perkataan dari mulut Fabian.
"Kurang ngajar sekali kamu Fabian tega sekali kamu berbuat seperti itu."
*Plaaaakkkkkkk,,, Plaaaakkkkkkk."
Miranda menampar Fabian sampai dua kali, melihat pertengkaran hebat tersebut Aliyaa memilih langsung pergi dia masuk ke dalam mobil Fabian.
__ADS_1
Aliya tidak mau mendengar perkataan mereka berdua, karena begitu sangat ketakutan sekali.
Fabian pun langsung tertunduk ketika dia tampar oleh Miranda, Fabian merasakan sakit yang sangat luar biasa sekali.
"Apa maksud dari ucapan kamu tadi hah,? kamu mencintai Aliyaa sedangkan kamu sedang menjalani hubungan dengan aku. Apa yang ada di pikiran kamu itu apaaa Fabiaaaaaaannnn."
Miranda dengan kesal nya dia mendorong tubuh Fabian.
"Aku mencintai Aliyaa dengan hati dan cinta, tapi ketika aku bersama dengan kamu itu semua hanya sebuah paksa an yang di dasari oleh uang-uang kamu. Aku hanya sebagai lelaki simpanan atau lelaki bayaran saja karena sejak pertama bertemu pun tidak punya perasaan serius dengan kamu."
Fabian merasa sangat lega sekali ketika dia sudah menyampaikan semua isi hati nya kepada Miranda.
"Miranda, aku pergi sekarang bersama Aliyaa. Dan aku pun berjanji akan berusaha membuat Aliyaa bahagia."
Fabian langsung pergi meninggalkan Miranda dan beruntung nya yang mendengar suara perkataan mereka berdua hanya pak Denies saja.
Miranda merasakan mimpi buruk dia tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat dan dia dengar.
Ketika lelaki yang di cinta dan sayang pada akhirnya lebih memilih menjalin hubungan dengan Putri Kandung nya sendiri.
__ADS_1
Tubuh Miranda tiba-tiba langsung bergetar hebat, mata nya seakan berkunang-kunang dan Miranda langsung tidak sadarkan diri.