Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (200)


__ADS_3

Fabian berjalan menuju ke kamar hotel nya.


"Kejutan apa yang aku lihat malam ini di dalam hotel, apakah tiba-tiba Tv dia lempar ke luar jendela atau kulkas yang dia banting ke depan pintu. Hahhhhh apakah dia despresi."


Fabian membuka pintu hotel dia melihat semua dalam keadaan aman, tapi dia melihat Miranda yang masih memakai kimono dan handuk di kepala nya.


Fabian langsung menghampiri Miranda dia memilih Miranda yang sedang menahan kedinginan.


"Apakah kamu baik-baik saja malam ini Miranda,? apa yang terjadi kepada kamu ? kamu memasukkan kepala muu ke dalam aquarium kah agar kepala kamu menjadi dingin."


Miranda berdiri di hadapan Fabian dia membuka handuk yang ada di kepala terlihat rambut panjang nya yang masih sangat basah.


Dan Miranda pun mencoba untuk membuka piyama kimono nya, dan mendorong tubuh Fabian terjatuh ke atas kasur nya.



Fabian hanya bisa tersenyum manis kepada Miranda seperti memberikan kode untuk Miranda.


Miranda pun mulai membuka kan piyama kimono nya dan langsung menghampiri Fabian.

__ADS_1


Fabian terdiam ketika dia melihat pemandangan yang indah di hadapan nya.


"Kamu tidak merindukan semua,? kamu tidak akan pernah bisa merasakan semua ini dari Aliyaa."


Miranda semakin liar di hadapan Fabian dan mencoba untuk membuka kancing jas merah milik Fabian.


Fabian masih saja terdiam dia tidak berbicara sedikit pun dia hanya memandangi wajah Miranda yang seperti sedang kehausan sekali.


Dan ketika Miranda sudah membuka jas merah milik Fabian, Fabian turun dari kasur nya dia membuka kan jas merah nya.


Dan tersenyum manis kepada Miranda membuat Miranda semakin bergairah sekali.


"Kamu adalah calon nenek dari anak-anak


nanti, aku berjanji aku akan memberikan cucu-cucu yang cantik dan ganteng untuk dirimu dari hasil pernikahan kuu dengan Aliyaa."


Fabian memilih untuk pergi ke sofa untuk beristirahat dia pun memakai menutup kepala di saat dia mau beristirahat.


__ADS_1


Tatapan wajah Fabian begitu sangat sedih sekali ketika dia mengingat kembali Aliyaa."


Miranda yang merasa sangat marah sekali karena seperti di permainan oleh Fabian memilih untuk memakai baju nya dan langsung pergi dari kamar hotel nya.


Miranda seperti orang yang sedang despresi dia keluar kamar hotel nya dengan rambut yang basah dan tatapan mata yang berkaca-kaca.


Miranda merasa sangat malu sekali dengan apa yang di lakukan oleh Fabian kepada nya.


"Fabian tega nya kamu berbuat seperti itu kepada kuu, aku sungguh kesal sekali dengan apa yang kamu lakukan malam ini kamu membuat aku malu dan kamu merendahkan harga diri kuu."


Miranda masuk ke dalam mobil nya dia berteriak-teriak kencang di dalam mobil nya sambil menangis tersedu-sedu.


"Apaaa yang spesial dari Aliyaa dan Aliyaa selalu saja yang tampak baik di mata Fabian. Padahal aku yang lebih jauh berpengalaman aku bisa membuat kesenangan setiap malam untuk tapi dia tetap saja selalu memikirkan Aliyaa."


Miranda pun berniat untuk berbicara dengan Aliyaa ketika dia pulang nanti.


"Aku akan mengatakan semua nya kepada Aliyaa tentang hubungan ku bersama dengan Fabian, hmmmm aku tahu Fabian masih merahasiakan tentang masalah ini kepada Aliyaa. Lihat saja Fabian kamu pasti akan menyesal."


Miranda pun langsung tersenyum dan tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2