Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (243)


__ADS_3

Melihat Dokter Nadia tersenyum manis kepada nya, Miranda langsung memaksa diri untuk bangun tapi karena kondisi badan nya yang lemah Miranda tidak kuat untuk bangun.


"Kamu mau pergi ke mana Miranda, kondisi kamu masih sangat lemah sekali. Kamu harus beristirahat dulu di rumah sakit ini yaa."


Miranda pun hanya bisa pasrah dengan kondisi nya yang lemah seperti ini.


"Siapa yang membawa aku ke rumah sakit ini,? sebelum nya aku sedang berada di Restoran."


Dokter Nadia tersebut ketika Miranda menayakan hal tersebut.


"Rendy yang membawa kamu ke sini karena kalau Fabian itu tidak mungkin yaa, Fabian sedang setia menunggu Aliyaa yang besok dia sudah mulai bisa pulang."


Miranda pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan menyakitkan dari Dokter Nadia.


"Yasudah yaa Miranda, kamu harus tetap selalu tenang yaa. Agar tensi kamu secepatnya normal kembali dan bisa segera pulang. Saya mau memeriksa kondisi Aliyaa."


Dokter Nadia pun meninggalkan ruangan Miranda.

__ADS_1


"Rendy kamu bisa masuk ke dalam untuk menemani Miranda, kasihan dia tidak ada yang peduli semua seperti bagaimana perlakuan nya dengan anak kandung nya sendiri."


Rendy yang merasa sangat kasihan sekali dengan Miranda pun dia langsung masuk untuk menemani Miranda.


Miranda yang mendengar perkataan Dokter Nadia, memilih untuk Rendy pergi saja dari ruangan nya.


"Rendy lebih baik kamu pergi saja pulang, kamu tidak usah menemani kuu. Biarkan saja aku sendiri di sini."


Dokter Nadia yang masih berada di depan pintu ruangan Miranda dia hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika melihat sikap Miranda kepada Rendy.


"Miranda benar-benar tidak punya rasa berterima kasih sekali, kalau bukan karena Rendy siapa yang akan menyelamatkan nya."


"Baiklah Tante Miranda, saya pergi sekarang semoga Tante cepat sehat kembali."


Miranda hanya terdiam saja ketika Rendy berpamitan untuk pergi.


Miranda benar-benar tidak punya hati nurani dia mengharapkan kehadiran Fabian untuk bisa menemani nya.

__ADS_1


"Fabian seharusnya kamu yang berada di sini mendampingi aku yang sekarang sedang sakit seperti ini."


Miranda mencari handphone nya yang ternyata ada di dalam mobil nya.


"Astagaaaa handphone ku di dalam mobil, bagaimana aku bisa berkomunikasi jika handphone ku saja ada di dalam mobil yang mungkin masih berada di depan restoran itu."


Miranda merenung kan dirinya dia hanya bisa memandangi infusan di tangan nya.


"Miranda kenapa kamu sangat lemah sekali seperti ini, kamu harus kuat selalu dalam kondisi seperti ini jangan lemah seperti ini."


Miranda masih saja berharap kedatangan Fabian.


"Fabian tau atau tidak yaa sekarng aku berada di rumah sakit ini, walaupun dia sekarang bersama dengan Aliyaa tapi setidak nya dia tidak mungkin lupa dengan kenangan kebersamaan kita, dia pasti memiliki perasaan hawatir dengan aku."


Miranda terus saja memandangi pintu kamar nya terbuka dan Fabian masuk dengan membawa kan bucket bunga mawar merah kesukaan nya.


"Fabian datang lah kepada ku, aku mohon walaupun hanya sebentar saja. Aku sangat merindukan kehadiran muu Fabian."

__ADS_1


Miranda merasa kan kesendirian nya dia seperti tidak punya siapa pun yang menemaninya.


Miranda akhirnya merasakan apa yang di rasakan oleh Aliyaa selama ini.


__ADS_2