Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (185)


__ADS_3

Ke esokan hari nya Miranda melihat Fabian yang masih tertidur pulas di sofa.



Miranda lebih memilih untuk langsung untuk mandi dan bersiap diri dia tidak mau di suruh-suruh lagi oleh Fabian.


"Secepatnya aku harus langsung pergi ke bawah untuk menikmati sarapan pagi dengan sangat tenang sekali."


Miranda memilih untuk meninggalkan Fabian dia menunggu Fabian di tempat sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.


Fabian yang merasa cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan nya membuat Fabian langsung terbangun dari tidur nya.


"Astaga sudah siang ternyata dan Miranda di mana dia Miranda, ahhhhhh seperti nya dia sudah pergi meninggalkan kuuu."


Fabian melihat handphone nya tidak ada pesan masuk dari Aliyaa.


Fabian mencoba untuk menghubungi kembali nomber handphone Aliyaa tapi tetap saja tidak aktif.


"Kenapa yaa nomber handphone Aliyaa dari semalam tidak juga aktif, Aliyaa kamu jangan membuat kehawatiran seperti ini dong di saat kita berdua sedang jauh begini."


Akhirnya Fabian memutuskan untuk bersiap-siap karena hari adalah rapat perdana.

__ADS_1


Miranda yang sudah selesai sarapan pagi pun langsung menyuruh Fabian untuk segera makan.


"Cepat lah kamu habiskan makanan ini, aku akan menunggu mu di dalam mobil."


Fabian pun langsung menikmati makanan nya, dia sangat santai sekali karena dia merasa ini adalah tugas Miranda.


Miranda menunggu kedatangan Fabian di dalam mobil nya, dan akhirnya Fabian pun datang menghampiri Miranda.


"Ayo percepatan masuk ke dalam nanti kita telat datang nya itu tidak baik kita bisa dapat menilai yang buruk dari mereka."


Fabian pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Miranda.


Aliya yang baru terbangun dari tidur nya langsung mengambil handphone nya.


"Pantesan aja handphone kuu tidak aktif, aku bangun kesiangan nggak ada alarm untuk membangun kuuu."


Aliya mencoba untuk mengaktifkan handphone nya tapi tetap saja tidak bisa.


"Seperti nya handphone kuu rusak deh, aku nggak mungkin membeli handphone yang baru kebutuhan kuu jauh lebih penting."


Aliya pun memilih untuk langsung pergi ke kampus dia ingin menemui Siska untuk memberikan kabar kepada Fabian jika handphone nya rusak.

__ADS_1


Tapi ternyata bukan Siska yang dia lihat tapi Rendy yang sudah menunggu Aliyaa.


Aliya pun langsung menghampiri Rendy dan duduk di samping nya.


"Aliya kenapa handphone kamu tidak aktif terus sih, aku dari pagi menghubungi terus nomber handphone kamu loh Al."


Aliya pun hanya bisa tersenyum sambil memegang handphone nya yang rusak.


Rendy yang merasa sangat curiga pun langsung mengambil handphone Aliyaa dan memeriksa nya.


"Al, jadi handphone kamu rusak ? sejak kapan Al. kenapa kamu nggak langsung ngomong aja sama aku."


Aliya hanya terdiam saja dia merasa sangat malu sekali ketika Rendy harus tahu semuanya.


"Aku lebih mementingkan keperluan kuu dulu saja, mungkin aku akan mulai untuk menabung membeli handphone yang aku."


Rendy merasa sangat kasihan sekali melihat Aliyaa yang hidup nya tergantung pada beasiswa.


"Kalau begitu aku yang beli yaa Al, pokoknya kamu jangan sampai menolak yaa. Kamu harus menerima nya yaa Al."


Rendy pun langsung menelephone asisten pribadi nya untuk bisa membeli handphone yang terbaik untuk Aliyaa dan segera di bawa ke kampus nya.

__ADS_1


__ADS_2