Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (105)


__ADS_3

Siska dan Aliya pergi ke Universitas itu, mereka melihat semua area kampus tersebut. Melihat ekpresi Aliya seperti nya dia langsung suka.


"Bagaimana Siska, kalau aku sih suka banget pokoknya aku mau deh kuliah di sini."


Siska pun merasakan hal yang sama, dan mereka berdua pun duduk di sebuah taman untuk beristirahat.


Aliya membelikan minuman untuk mereka berdua, mereka pun sangat menikmati nya sekali.


"Al, apa kamu sudah bilang sama Mama kamu kalau kamu mau ambil jurusan kedokteran. Aku takut dia marah-marah lagi sama kamu karena nggak setuju karena cuman kamu kan penerus perusahaan keluarga kamu."


Aliya pun mulai melamun ketika Siska mengatakan hal tersebut.


"Hmmmmm, aku belum bilang sama Mama jika ingin menjadi seorang Dokter. Mama hanya tau kalau hari ini aku pergi ke kampus untuk melihat-lihat."


Aliya langsung melirikan mata kepada Siska sambil tersenyum.


"Kalau menurut aku sih lebih baik kamu jangan dulu mendaftar diri, karena untuk jadi seorang Dokter itu biayanya lumayan mahal loh Aliya aku takut Mama kamu tidak mau membiayai uang kuliah kamu. Karena sekarang Tante Mirada sangat mengerikan sekali."

__ADS_1


Siska begitu sangat peduli sekali dengan Aliya, di sampai berpikir ke arah sejauh itu.


"Aku akan mengambil jalur beasiswa, aku sudah memikirkan semua ini sebelum nya."


Siska merasa sangat terharu sekali ketika melihat Aliya yang manja menjadi Aliyaa yang mandiri.


"Al, pokoknya yang terbaik untuk kamu yah. Aku akan selalu mendukung kamu yah."


Siska pun langsung memeluk erat tubuh Aliyaa, dia sampai meneteskan air mata nya.



Aliya merasa sangat beruntung sekali memiliki seorang sahabat seperti Siska yang sangat tulus sekali bersahabat dengan nya.


Mereka pun memutuskan untuk pergi kampus tersebut.


"Di sini ada asrama juga loh Al, jadi kita bisa satu kamar berdua pun tidak apa-apa."

__ADS_1


Aliya hanya terdiam ketika Siska mengajak nya untuk mengobrol, Aliya memikirkan dia harus bisa hidup sederhana tampa kemewahan yang ada di keluarga nya.


Siska memperhatikan wajah Aliya yang seperti sedang memikirkan sesuatu, Siska pun merasa jika Aliyaa sedang memikirkan tentang kuliah nya.


"Al, kamu kenapa kok jalan sambil melamun kaya gitu sih Al. Sumpah deh aku jadi sedih banget ngeliat kamu kaya gini, dari SMA kamu pengen banget secepat nya kuliah tapi kok malah jadi seperti yah Al."


Siska memegang erat tangan Aliyaa sambil memasang wajah sedih.


"Aku nggak apa-apa kok Siska, ini yang aku pilih dan ini juga yang harus aku jalani. Dan aku pun harus membuktikan kalau aku bisa kuliah dengan semangat juang aku sendiri, aku harus bisa."


Aliya tersenyum manis sambil memandangi wajah Siska


"Astaga Aliyaaaaaaa, kamu kok bisa berubah seperti ini sih Al. Terharu banget deh Al."


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil Aliyaa, mereka bersiap untuk mempersiapkan semuanya.


"Seperti nya malam ini aku akan bilang sama Mama, tentang keputusan aku untuk kuliah Kedokteran. Aku nggak mau terlalu lama-lama menyembunyikan nya, apapun jawaban dari Mama aku harus bisa terima itu. Dan aku harus fokus untuk bisa mengambil beasiswa untuk bisa kuliah di sana."

__ADS_1


__ADS_2