Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (91)


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Fabian pun bersiap untuk pergi ke kantor, Fabian tersenyum ketika Aliya sedang membereskan meja makan. Fabian seperti membayangkan mereka berdua sudah menikah dan Aliyaa begitu sangat perhatian sekali kepada nya.


"Aliya, lebih baik kamu pergi ke rumah Siska biar Kak Bian antar saja. Jangan pakai taksi online."


Fabian begitu sangat hawatir sekali kepada Aliya.


"Tidak usah hawatir Kakak Bian, aku akan baik-baik kok. Aku nggak mau nanti Kakak telat masuk ke dalam kantor nya yah."


Fabian pun tersenyum dan langsung pergi ke keluar pintu, Aliya pun langsung menghampiri Fabian yang keluar dari Apartemen nya.


"Hati-hati berangkat kerja nya yaa Kak, dan semangat terus kerja demi semuanya hehe."


Fabian pun langsung menarik tangan Aliya, dan mencium kening Aliya. Aliya seketika langsung terkejut ketika Fabian mencium kening nya karena mungkin ini adalah sebuah ciuman pertama nya dari seorang lelaki setelah Almarhum Papa nya.


"Kakak pergi yaa, kamu gemas sekali Aliya dan manis sekali sikap nya."


Aliya seperti membeku tidak bisa mengerakan badan nya, dia membalikkan badannya sambil memegang kening nya dengan sebelah tangan nya.

__ADS_1


"Astaga ciuman kening pertama ku ini, di berikan oleh Kak Bian hmmmmm."


Ketika Fabian pergi ke kantor, Aliya memilih untuk pergi ke rumah Siska dengan menggunakan taksi online.


Aliya memilih untuk menginap di rumah Siska untuk malam ini, dan belum memikirkan bagaimana dengan hari esok selanjutnya.


Diperjalanan Aliya pun memikirkan bagaimana dengan nasib dirinya kedepan apakah Mama nya masih akan peduli terhadap dirinya atau tidak karena terlihat sekali sudah tidak ada cinta lagi di rumah itu.


Aliya lupa belum mengerimkan pesan kepada Siska jika dirinya akan datang ke rumah nya.


*Siska, kamu ada di rumah kan siksa. Aku sekarang sedang menuju ke rumah kamu loh, aku kabur lagi dari rumah Mama*


"Ada apa lagi dengan Aliya, apa yang terjadi lagi di dalam keluarga besar nya."


Ketika Siska hendak membalas pesan singkat dari Aliya, ternyata Aliya sudah ada di depan gerbang rumah Siska.


Siska yang melihat dari jendela kamar nya pun langsung berdiri untuk menghampiri Aliya, Aliya terkejut ketika melihat Siska yang membukakan pintu gerbang tersebut.

__ADS_1


"Ayo cepat masuk Aliya,"


Siska menarik kencang tangan Aliya, dia terlihat sangat penasaran sekali. Siska langsung membawa Aliya ke dalam kamar nya.


Siska mengunci rapat pintu kamar kamarnya tersebut.


"Ayoo sekarang ceritakan semuanya sama Aliya, apa yang sebenarnya terjadi."


Belum bercerita Aliyaa malah menangis terlebih dahulu mengingat kembali kejadian malam itu.


Siska pun langsung berpikir pasti ada hubungannya dengan Om Irfan, karena malam itu mereka berdua berniat untuk pergi ke Restoran Om Irfan.


"Jangan menangis Aliya nanti aku nggak ngerti apa yang kamu ceritakan."


Aliya mulai menghentikan tangisnya dan dia pun mulai bercerita kepada Siska.


"Ketika aku dan Kak Bian datang ke Restoran Om Irfan, ternyata di sana ada Mama dan Om Irfan sedang berdua an. Mereka terlihat sangat akrab sekali Siska ada aku sangat yakin sekali mereka pasti mempunyai hubungan yang spesial lebih dari pertemanan."

__ADS_1


Siska langsung terdiam mendengar cerita dari Aliya, dulu dia sempat membayangkan bagaimana jika Om Irfan bertemu dengan Tante Miranda dan Siska berpikir jika Om Irfan akan lebih menyukai Tante Miranda bukan Aliya Mutiara.


__ADS_2