Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (20)


__ADS_3

Miranda mengantarkan Aliya sampai pintu depan kamar nya, dia pun mencium kening putri cantik tersebut.


"Mama pergi dulu yaa sayaaaaang, besok pagi Mama pasti sudah ada di rumah."


Aliya hanya tersenyum kepada Mama nya dan langsung menutup pintu kamar nya.


Miranda langsung bergegas pergi ke Apartemen nya, dia tidak mengerti apalagi alasan yang akan di ucapkan oleh brondong nya itu.


"Sebenarnya aku sudah mulai lelah dengan hubungan ku ini, tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku ini kalau begitu sangat sayang sekali dengan Fabian."


Miranda pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi agar bisa segera sampai di Apartemen nya.


Miranda melihat Fabian masih berada di depan pintu Apartemen nya, dia seperti nya sedang menunggu kedatangan Miranda.


Miranda pun langsung menghampiri Fabian dia langsung menarik tangan nya agar segera masuk ke dalam.


Fabian menundukan kepalanya dia seperti tidak berani menatap wajah Miranda.


"Seperti nya kamu terlalu banyak mempermainkan perasaan aku, jadi kamu sampai seperti itu hah. Jahat sekali kamu."


Miranda menarik baju Fabian dan langsung melepaskan nya, tidak ada balasan dari Fabian dia tetap terdiam dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Fabian, apa sebenarnya maksud dari kamu mendekati aku. Apa karena aku ini seorang janda yang berpenghasilan dan kamu adalah seorang mahasiswa yang memampaatkan kebaikan aku saja."


Fabian mulai berani menatap wajah Miranda, wajah seperti banyak sekali penyesalan.


"Aku minta maaf atas kesalahan yang aku perbuat selama ini, aku sungguh menyesal sekali Miranda. Aku ingin bisa berhubungan serius dengan kamu."


Perkataan Fabian membuat Miranda langsung mendekati nya, dan langsung tersenyum.


"Hubungan serius seperti apa jika kamu masih suka bersenang-senang dengan teman-teman kamu dan juga dengan perempuan lain. Dengar yaa Fabian aku kehilangan suami aku dan aku sangat cinta sekali dengan suami aku yang sudah meninggal, aku tidak pernah di hianati oleh cinta jika kamu ingin serius berhubungan dengan aku maka kamu harus ubah sikap kamu dan belajar untuk bisa lebih dewasa."


Miranda begitu sangat emosional sekali melihat Fabian, dia seperti ingin pergi dari Apartemen nya itu.


"Yasudahlah lebih baik aku kembali ke rumah, karena percuma aku di sini hanya untuk marah-marah meluapkan semua emosional aku. Dan itu pasti hanya membuat kamu kesal dan bukan untuk menyelesaikan permasalah."


"Aku mohon sayaaaaang, jangan pergi beri aku kesempatan lagi. Aku janji akan jauh lebih baik lagi dan merubah kehidupan ku dan sikap ku ini."


Miranda melepas paksa pelukan erat dari Fabian, dia membalikkan badannya dan mereka pun saling bertatapan wajah.


Miranda menatap wajah Fabian yang seperti memang sangat tulus sekali penuh dengan penyesalan.


Miranda pun langsung mundur dan menjauhi Fabian, dia masih menatap wajah Fabian.

__ADS_1


"Aku pergi dulu yaa dan kamu tenangkan pikiran kamu di sini, pikir kan perkataan kamu yang ingin bisa berhubungan serius dengan aku. Aku pergi maaf aku belum bisa memaafkan kamu."


Miranda pun memilih untuk pergi dari Apartemen nya, dan meninggalkan Fabian sendiri di Apartemen itu.


"Aku ingin tahu apa yang akan terjadi jika dia diam kembali di Apartemen itu, apakah dia akan benar-benar berubah atau akan membawa kembali teman-teman nya datang dan berpesta kembali. Aku akan datang kembali Tampa sepengetahuan nya lagi."


Miranda pun langsung masuk kembali ke mobil nya, di perjalanan dia merasa ingin menenangkan diri nya sebelum dia pulang ke rumah nya.


Miranda pun melihat restoran yang sangat menarik sekali, dia pun memutuskan untuk pergi ke restoran itu.


Miranda di sambut dengan ramah sekali ketika dia masuk ke restoran itu, dia pun langsung duduk dan memesan Coffe untuk dirinya. Dan tampa dia tahu ini adalah restoran milik Irfan Riawan. Sosok lelaki yang di sukai oleh Aliya putri cantik nya.


Miranda pun memilih Coffe tersebut dan secara tidak sengaja, Irfan melihat Miranda dia langsung menghampiri nya.


"Mbak yang tadi kita ketemu di mall itu kan, kenalkan saya Irfan Riawan pemilik restoran ini."


Seketika Miranda terkejut bisa bertemu dengan lelaki yang sama.


"Oh iya yah, ko bisa ya kita di pertemuankan kembali di sini. Dan ternyata ini adalah restoran punya kamu yaa."


Ifran tampa basa-basi pun langsung duduk berhadapan dengan Miranda, tapi percakapan mereka pun terganggu oleh getaran handphone Irfan yang terus-menerus bergetar membuat Miranda pun langsung salah fokus.

__ADS_1


"Handphone nya bergetar terus yaa, seperti nya penting sekali itu."


Irfan langsung memilih untuk menonaktifkan handphone yang ternyata itu adalah pesan-pesan yang di kirim oleh Aliya.


__ADS_2