
Miranda benar-benar menghabiskan waktu bersama dengan Irfan, mereka pun sampai berdansa bersama dengan alunan suara biola.
Irfan merasa malam ini dia seperti menjadi kekasih satu malam Miranda, mereka berdua sangat menikmati kebersamaan mereka.
Ketika Miranda sedang bersenang-senang dengan Irfan, Aliya di rumah menunggu kedatangan Mama nya.
Dia keluar dari kamar nya dan menanyakan kepada salah satu pegawai nya apakah Mama nya sudah pulang atau belum, tapi ternyata Mama nya belum juga pulang.
Aliya melihat jam sudah memasuki jam 22:00 wib, Aliya merasa sangat hawatir sekali karena sebelumnya Mama sedang emosional sekali dengan nya.
"Walaupun Mama tidak peduli dengan aku, tapi aku punya rasa hawatir aku takut hipertensi Mama kambuh lagi di saat dia sedang mengendarai mobil nya."
Aliya pun keluar dari rumah nya dia menunggu kedatangan Mama nya, sampai pukul 23:00. Dia ketiduran di depan rumah nya di kursi.
Supir pribadi Aliya mengirimkan pesan kepada Fabian tentang keadaan Aliya yang sedang tertidur pulas di depan rumah nya.
*Pak Fabian, ini saya Denies supir pribadi nya nona Aliyaa. Saya tidak tega melihat Nona Aliya tidur di luar seperti nya dia sedang menunggu Ibu Miranda karena sampai jam segini belum juga pulang.*
__ADS_1
Fabian yang membaca pesan singkat dari Denies pun langsung tidak pikir panjang untuk pergi ke rumah Aliya.
"Miranda di mana perasaan kamu sebagai seorang Ibu, dia pasti pergi bersama dengan Irfan."
Fabian pun langsung masuk ke dalam mobil nya, kecepatan mobilnya yang sangat tinggi karena dia sangat hawatir sekali.
Begitu juga Miranda yang akan pulang bersama dengan Irfan, karena Irfan yang merasa sangat hawatir sekali dengan keadaan Miranda.
"Ayoo kita pulang sekarang Miranda, sudah hampir jam 11 malam lebih."
"Miranda lebih baik supir kamu bareng saja dengan aku, nanti pulang nya dia bawa mobil kamu."
Miranda pun langsung tersenyum kepada Irfan.
"Yah, itu benar sekali kenapa aku tidak berpikir ke sana yah. Hahaha."
Kecepatan mobil Fabian mengalahkan mobil Irfan, Fabian sampai di rumah Aliya terlebih dahulu.
__ADS_1
Fabian turun dari mobil nya dia langsung berlari untuk menghampiri Aliya yang ternyata sedang tertidur pulas di kursi depan pintu rumah nya.
"Yaa Tuhan, Aliya kamu baik banget sih. Walaupun Mama kamu nggak peduli di saat kamu pergi dari rumah."
Fabian pun langsung mengendong Aliya dengan pelan-pelan sekali agar Aliya tidak terbangun dari tidurnya.
Fabian mengantarkan Aliya ke dalam kamar nya, dia menyelimuti tubuh Aliya dan mencium kening nya.
"Selamat tidur Aliya Mutiara."
Fabian pun pergi dari kamar Aliya, dia keluar dari rumah Aliyaa dan melihat Miranda yang dengan cantik nya keluar dari mobil Irfan.
"Nah kan, sudah ku duga Tante-tante sedang berkencan dengan Om-om kaya raya."
Fabian pun langsung tersenyum menghampiri Miranda dan Irfan, membuat mereka berdua pun langsung terkejut melihat Fabian ada di rumah nya semalam ini.
Miranda menghampiri Fabian dengan wajah yang begitu emosional sekali mulut sudah ingin mengeluarkan banyak kata, tapi Fabian malah mengabaikan Miranda dan berjalan menghampiri Irfan.
__ADS_1