
Aliya terbangun dia merasa ada yang mengetuk pintu rumah nya.
"Ahhhhhh, siapa yang mengetuk pintu rumah kuu sih. Apakah ini adalah mimpi."
Aliya mencoba untuk membuka mata nya, dia pun langsung keluar dari kamar nya dan membuka pintu rumah nya.
Aliya sangat terkejut sekali ketika melihat Rendy yang ada di depan mata nya.
"Rendy, kamu kok ada di sini sih ? kamu ngapain ke rumah aku."
Aliya tidak mempersilahkan Rendy untuk masuk ke dalam rumah nya.
Dia tetap menyuruh Rendy diam di luar rumah nya.
"Aku datang ke sini karena Mama Kania yang ingin bertemu dengan kamu, dia bilang dia sangat merindukan kamu Al."
Rendy memberikan sesuatu kepada Aliyaa dia langsung mengambil nya, walaupun dia tidak tahu apa yang ada di dalam nya.
"Itu adalah baju yang di siapkan oleh Mama untuk kamu Aliyaa, silahkan kamu pakai dan aku akan menunggu kamu di luar."
Aliya menutup kembali pintu rumah nya, dia membiarkan Rendy di luar rumah.
__ADS_1
"Aliya tega banget nggak ada basa-basi nya nyuruh masuk ke dalam rumah nya."
Rendy menunggu di depan rumah Aliyaa, dia pun sampai merasakan kedinginan sekali.
Aliya merasa sangat binggung sekali apa yang harus dia lakukan sedangkan dia sudah mengambil baju yang sudah di berikan oleh Rendy.
"Aku akan pergi bersama dengan Rendy tapi bukan untuk Rendy tapi untuk bertemu dengan Tante Kania. Aku akan meminta pekerjaan kepada nya."
Aliya pun memakai baju yang di pilih kan oleh Tante Kania, dan dia merasa sangat cocok sekali.
"Cantik sekali aku sangat suka sekali."
Aliya terus memandangi wajah cantik nya di depan cermin.
Aliya keluar dari rumah nya dia langsung mengajak Rendy untuk langsung pergi tidak lupa Aliyaa juga membawa handphone pemberian dari Rendy.
Tatapan mata Rendy tertuju pada kecantikan Aliyaa.
"Kamu begitu sangat cantik sekali Aliyaa, dan aku sangat suka penampilan kamu malam ini."
__ADS_1
Aliya yang tidak punya perasaan terhadap Rendy hanya tersenyum tipis kepada Rendy.
Rendy pun langsung membuka kan pintu mobil untuk Aliyaa masuk.
Kedatangan Rendy menjemput Aliya membuat orang-orang yang sekitar percaya jika hubungan Aliyaa dan Fabian adalah kakak dan adik.
Di perjalanan Aliyaa memegang terus handphone yang di berikan oleh Rendy.
Dia memilih waktu yang tepat untuk mengembalikan handphone tersebut.
Rendy terus saja memperhatikan Aliyaa membuat nya tidak fokus mengendarai mobil nya.
"Rendy, sebelum nya aku berterima kasih sekali atas kebaikan kamu sama aku tapi aku minta maaf banget aku tidak bisa menerima handphone ini karena pacar kuu sudah membelikan untuk aku dengan handphone yang sama seperti kamu."
Aliya memberikan langsung kepada Rendy dan Rendy merasa sangat kecewa sekali ketika Aliyaa mengembalikan kembali handphone yang dia berikan.
"Baiklah Aliyaa jika kamu tidak mau menerima pemberian dari kuu ini, aku ambil kembali handphone ini."
Aliya merasa sangat lega sekali ketika handphone tersebut sudah di kembalikan lagi kepada Rendy.
Rendy tidak bisa menahan rasa kecewanya kepada Aliyaa, ternyata Aliyaa sangat menghargai pasangan nya walaupun mereka sekarang sedang berjauhan.
__ADS_1
Rendy merasa kesulitan untuk bisa mendapatkan Aliya Mutiara.