Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (218)


__ADS_3

Melihat Aliyaa pergi bersama dengan Fabian membuat Miranda semakin di buat emosi dia merasa sangat panas sekali dada nya terasa sangat sesak sekali.


Dia berpikir pertemuan ini adalah pertemuan Aliyaa yang mau mengalah untuk Mama nya di saat Aliyaa sudah tahu jika Miranda memiliki perasaan kepada Fabian.


Miranda mendorong meja makan sampai semua yang berada di atas nya jatuh.


Dia melampiaskan kekesalannya terhadap perlakuan Fabian terhadap nya.


Miranda terus saja histeris berteriak-teiak meluapkan kekesalannya, dia seperti orang yang despresi berat.


Miranda sudah tidak bisa lagi mengandalkan dirinya sendiri, dia tidak peduli dengan banyak nya orang yang memperhatikan nya.


"Kenapa semakin lama aku semakin mencintai Fabian, kenapa sulit untuk aku melupakan Fabian. Padahal aku hanya menyimpan luka di saat Fabian bersama dengan Aliyaa."


Emosi Miranda membuat para pegawai nya ada di sana hanya menundukkan kepalanya mereka tidak berani untuk menatap Miranda.


Aliya terlihat sangat kesakitan sekali tapi dia mencoba untuk menahan nya, pipi Aliyaa terlihat sangat merah sekali dan membuat Fabian semakin hawatir.


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, agar luka ini tidak bengkak."

__ADS_1


Fabian mengelus dengan lembut pipi Aliyaa.


"Tidak usah Kaaa, di kompres saja nanti dengan air hangat atau air es sembuh."


Aliya menatap serius wajah Fabian dia seperti tidak bisa berpisah dengan Fabian.


"Kaaa, jika ada seseorang yang sangat mencintai Kakak tapi itu wanita lain bagaimana ? mungkin cinta nya jauh lebih besar dari cinta aku ini."


Fabian terdiam dia tidak mengerti dengan apa yang di maksud dengan perkataan Aliyaa.


"Jika Mama Miranda mempunyai perasaan terhadap Kakak bagaimana ? apa yang Kakak rasakan."


"Aliyaaaaaaa, siapa yang bilang begitu dengan kamu ?. Siapa yang bilang Miranda mempunyai perasaan terhadap Kakak."


Fabian terlihat sangat panik sekali ketika Aliyaa berkata seperti itu kepada nya


"Mama sendiri yang berkata seperti itu kepada kuu, di saat aku sedang di rawat Mama mengakui jika dirinya mempunyai perasaan terhadap Kakak."


Fabian merasa sangat kesal sekali sikap Miranda, dia langsung keluar dari mobil nya.

__ADS_1


Aliya terkejut ketika melihat Fabian yang penuh emosi keluar dari mobil nya.


"Kaaaaa, Kakak mau ke mana kaaaaa. Jangan pergi tinggalkan aku di sini jangan."


Fabian langsung berlari mengabaikan ucapan dari Aliyaa.


Aliya pun seketika langsung panik sekali dia takut Fabian melakukan sesuatu yang kasar terhadap Mama nya.


Aliya mencoba untuk mengejar Fabian tapi dia tiba-tiba saja langsung pusing dan pandangan mata nya berkunang-kunang membuat Aliyaa kembali masuk ke dalam mobil nya.


"Astaga kepala kuuu, kenapa pusing sekali seperti ini ahhhhhhhh."


Aliya mencoba menyenderkan kepalanya dia memejamkan mata nya agar tidak terlalu pusing.


"Aahhhhhhhh, pusing sekali ada apa dengan aku ini."


Aliya memegang kepala nya dan dia pasti merasa jika Fabian sekarang sudah masuk dan menemui Mama nya.


"Yaa Tuhan, semoga semua nya baik-baik saja. Semoga saja Kak Fabian tidak terbawa emosional yang berlebih-lebihan dengan Mama semoga mereka berdua bisa membicarakan ini semua nya dengan baik-baik saja."

__ADS_1


Aliya terlihat sangat pasrah sekali dia tidak bisa menyusul Fabian dengan kondisi nya yang seperti ini.


__ADS_2