
Aliya dan Siska masuk ke dalam mobil, Siska berniat ingin pergi ke rumah Aliya dia ingin melihat keadaan Miranda.
Diperjalanan Siska hanya fokus dengan handphone nya, sedangkan Aliya memikirkan kontrakan yang sudah di pesan nya dengan Fabian.
"Siska, waktu aku kabur dari rumah. Aku di sewa kan rumah seperti kontrakan gitu di dekat universitas kedokteran. Aku juga nggak tau pasti sih tentang Universitas itu tapi aku jadi membayangkan bagaimana kalau aku kuliah jadi Dokter Specialis Kandungan atau Anak, seperti nya itu suatu hal yang baru buat aku."
Siska langsung melirik heran kenapa Aliya yang tiba-tiba ingin menjadi seorang Dokter, yang seharusnya menjadi pembisnis seperti Mama nya.
"Kamu yakin ingin menjadi seorang Dokter, bukan seorang pembisnis hebat seperti Mama dan Papa kamu."
Aliya tersenyum manis kepada Siska dan menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin menjadi diriku sendiri, dan aku rasa itu hal yang baru buat aku. Aku terinspirasi dari Mama kuu yang hipertensi haha jadi aku ingin menjadi seorang Dokter."
__ADS_1
Siska hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Aliya.
"Pak, kita jalan Restoran nya Om Irfan yaa. Aku ingin memastikan saja apakah mobil Mama ada di sana atau tidak."
Pak Denis pun mengikuti keinginan Aliya, dia pun mulai merasakan hal yang tidak enak. Dia merasa semuanya akan terbongkar.
Siska pun langsung merasa penasaran sekali, apakah hal yang di takutkan selama ini oleh Aliya benar-benar terjadi.
Aliya begitu tidak sabar dia ingin sekali cepat sampai di depan Restoran tersebut, sesampainya di sana Aliya pun langsung turun dari mobil nya. Dia langsung berlari ke tempat parkir mobil untuk mencari apakah ada mobil Mama nya, Aliya terus menerus mencari nya dan pada akhirnya Aliya pun menemukan mobil silver milik Mama nya.
Siska yang merasa sangat hawatir sekali dengan Aliya memilih untuk menghampiri Aliya, Dia pun melihat Aliya yang sedang terdiam di depan mobil berwarna silver tersebut.
"Astaga, itu benar kan mobil milik Tante Miranda. Aliya pasti kesal sekali."
__ADS_1
Siska pun langsung mendekati Aliya dan mengusap lembut pundaknya.
"Aliya lebih baik kita pulang saja yuu, jangan dulu kita bahas tentang masalah ini yaa di depan Mama kamu. Kasian dia masih sakit kan."
Siska menenangkan Aliya yang wajahnya sudah memerah dengan tangan yang terkepal kuat.
"Al, jangan dulu marah jangan dulu berpikir negatif. Kita kan gatau yang sebenarnya terjadi kamu jangan berubah jadi kepiting gitu merah-merah."
Aliya meninggalkan Siska dia dengan cepat masuk ke dalam mobil nya, Siska yang berjalan di belakang Aliya melihat Om Irfan keluar dari Restoran dan melihat Siska. Siska pun memilih untuk melarikan diri dia takut di wawancara oleh Om Irfan.
"Bukan kah itu sahabat nya Aliya, dia ada di sini tapi kenapa dia tidak masuk ke dalam. Dan jika ada dia pasti ada Aliya di sini."
Irfan langsung berjalan mencari keberadaan Aliya, dia melihat mobil yang melaju sangat cepat sekali.
__ADS_1
"Apakah itu Aliya,? kenapa dia tidak masuk ke dalam. Bagaimana juga sekarang dengan keadaan Miranda, semoga hubungan mereka baik-baik saja."