Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (184)


__ADS_3

Fabian sangat merindukan sekali Aliyaa dia mencoba untuk menghubungi Aliyaa.


"Semoga saja Aliyaa belum tidur semenjak sampai aku belum memberi kabar kepada Aliyaa."


Fabian mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi nomber handphone Aliyaa yang tidak aktif membuat Fabian sangat hawatir sekali.


"Nomer handphone nya nggak aktif lebih baik aku telephone Siska aja."


Fabian mencoba untuk menghubungi nomer handphone Siska.


Siska yang sedang mengerjakan tugas kuliah nya merasa sangat terkejut sekali ketika Fabian menelephone dirinya.


"Kak Bian kok telephone aku sih kenapa nggak telephone Aliyaa saja, Siska merasa sangat kebingungan sekali."


Akhirnya Siska pun menjawab panggilan telephone dari Fabian.


...****Hallo Kak Fabian, ada apa yaa Kak malam-malam begini telephone aku.*...


*Maaf yaa Siska jika menggangu waktu belajar kamu. Tadi Kakak nyoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi nomber handphone Aliyaa nya nggak aktif.*

__ADS_1


*Mungkin Aliyaa lagi sibuk Kaa, karena sekarang tugas di kampus lagi banyak sekali Kaa.*


*Oh begitu ya Siska, terus bagaimana Aliyaa di kampus apakah ada yang mendekati nya***.*


Siska merasa ini waktu nya dia memberitahu Fabian jika Aliyaa yang sudah mulai mencurigai hubungan Fabian dengan Miranda.


*Kaa, aku rasa secepatnya saja Kakak bilang kepada Aliyaa tentang kisah cinta masalalu Kakak bersama dengan Tante Miranda. Karena aku merasa semenjak kepergian Kakak bersama dengan Tante Miranda, Aliyaa seperti merasakan sesuatu diantara kalian berdua.*


Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut.


Dia langsung berpikir dampak dari jika Aliyaa sampai mengetahui semuanya.


****Sis jujur Kakak sebernarnya juga ingin sekali jujur kepada Aliyaa tapi Kakak takut sekali kehilangan cinta Aliyaa. Karena Kakak benar-benar ingin berhubungan serius dengan Aliyaa bukan untuk main-main.*


*Baiklah Siska terima kasih sekali atas saran nya, kalau begitu maafkan Kakak yang menggangu waktu belajar kamu***.*


Fabian pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya.


Siska pun langsung merasa sangat bersalah sekali ketika harus berkata seperti itu kepada Fabian.

__ADS_1


"Aku tahu Kak Bian melakukan ini karena dia ingin bersama dengan Aliyaa, tapi aku takut sekali Tante Miranda yang sangat licik sekali akan berbuat apa yang dia inginkan."


Siska pun memilih untuk menutup buku tugas nya, dia memilih untuk langsung beristirahat saja.


Fabian terus saja memikirkan perkataan Siska.


"Apa lebih baik aku berkata jujur kepada Aliyaa ketika aku sudah pulang dari sini, apapun yang terjadi aku harus bisa menerima kenyataan nya."


Fabian memilih untuk kembali ke hotel nya, dia merasa sangat kelelahan sekali.


Fabian masuk ke dalam hotel dia melihat Miranda yang sudah tertidur pulas sekali.


"Seperti nya dia lelah sekali setelah aku suruh menyiapkan semuanya, bagus lah semoga ini bisa ber efek baik untuk kehidupan nya."


Ketika Fabian menuju ke sofa nya dia mencari Coffe yang dia minta buat kan kepada Miranda.


"Kenapa Coffe nya nggak ada yaa di mana dia simpan yaa."


Fabian pun pergi ke dapur dan ternyata sangat berantakan sekali.

__ADS_1


"Seperti nya dia membuat Coffe untuk ke dua kali nya, dan Miranda terkena air panas."


Fabian pun menggelengkan kepalanya berkali-kali.


__ADS_2