Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (201)


__ADS_3

Melihat Miranda yang sudah pergi dari kamar hotel, Fabian memilih untuk mengunci pintu agar Miranda tidak datang secara tiba-tiba.


"Semoga calon mertua kuu tidak datang kembali, dan akhirnya besok adalah hari terakhir kuu di sini dan aku bisa bertemu dengan Aliyaa Mutiara."


Fabian yang tidur di sofa pun memilih pindah untuk tidur di kasur.


"Akhirnya aku merasakan kenyamanan badan kuu tidak sakit lagi dan seperti nya aku akan tidur nyenyak malam ini."


Fabian merasa sangat bahagia sekali dia sangat menikmati sekali malam ini.


***


Aliya merasa sangat tidak kuat sekali dia merasa sangat pusing dan demam sedangkan di rumah nya tidak ada persediaan obat.


Mata Aliyaa tertutup tapi mulut terus saja berbicara memanggil Almarhum Papa nya.


"Papa,,, tolong aku Pap tolong aku pusing sekali Pap badan kuu panas aku tidak bisa tidur."


Aliya terus saja memanggil Papa yang sudah tiada untuk meminta pertolongan.


Sampai akhirnya Aliyaa pun terlelap tidur dengan mata terpejam tapi meneteskan air mata.

__ADS_1


Keesokan harinya Siska melihat untuk langsung pergi ke rumah Aliyaa.


"Aku harus berangkat pagi sekali agar aku bisa melihat kondisi Aliyaa, semoga saja Aliyaa baik-baik saja."


Di perjalanan menuju ke kampus Siska hawatir sekali dia mencoba untuk mengetahui Aliyaa tapi nomber handphone tiba-tiba tidak aktif.


"Aliyaaaaaaa, kenapa nggak aktif sih."


Ketika Siska turun dari taksi online nya dia melihat Rendy yang seperti sedang menunggu kedatangan Aliyaa.


Rendy yang melihat Siska pun langsung berlari menghampiri Siska.


"Hey Siska di mana Aliyaa kenapa dia tidak ada bersama dengan kamu."


"Aliya tidak bisa di hubungi semenjak malam walaupun nomber handphone nya aktif, dan sekarang nomber handphone tidak aktif. Apa semalam kamu pergi bersama dengan Aliyaa?."


Rendy terdiam ketika di pertanyakan hal tersebut oleh Siska, seketika dia merasa sangat bersalah.


"Ahhhhhh, sudahlah hanya membuang waktu percuma untuk bisa mengobrol dengan kamu."


Siska mengabaikan Rendy dia langsung berlari menuju ke rumah Aliyaa.

__ADS_1


Rendy yang merasa sangat hawatir sekali dengan Aliyaa memilih untuk mengikuti Siska.


Siska pun mencoba untuk mengetuk pintu rumah Aliyaa, tapi tetap saja tidak ada jawaban.


"Kok nggak ada jawaban sih, apa jangan-jangan rumah ini kosong lagi. Terus Aliyaa di mana dia di culik."


Pikiran Siska semakin negatif dia mencoba untuk membuka pintu rumah tersebut yang ternyata tidak di kunci.


Siska pun langsung masuk menuju ke dalam kamar Aliyaa dan melihat sahabatnya yang sedang terbaring lemas di tempat tidur nya.


Siska yang merasa tidak kuat untuk bisa membawa Aliyaa keluar akhirnya dengan terpaksa dia memanggil Rendy untuk meminta bantuan kepada nya.


"Kemarilah Rendy tolong akuuuuuuuuuu."


Rendy langsung berlari menghampiri Siska dan melihat Aliyaa dia pun membawa Aliyaa ke dalam mobil nya.


Badan Aliyaa yang sangat panas sekali membuat Siska dan Rendy panik.


"Ayooo Rendy ngebut-ngebut aja, aku hawatir sekali dengan keadaan Aliyaa."


Rendy membawa Aliyaa ke Rumah Sakit terbaik dia pun langsung merasa sangat bersalah sekali dengan kepada Aliyaa.

__ADS_1


"Al, kamu kuat yaa Al. Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit kamu kuat yaa Al kuat."


Siska terus memeluk erat tubuh Aliyaa.


__ADS_2