Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (82)


__ADS_3

Aliya berjalan menuju ke kamar nya dengan mata yang masih berkaca-kaca, Aliya melihat kamar Mama nya dia berniat untuk ingin melihat kondisi Mama nya tapi sakit hati cinta pertama nya yang begitu menyakitkan membuat nya memilih untuk pergi untuk beristirahat.


Aliya termenung di dalam kamar nya, dia memikirkan masa depan nya.


"Aku tidak mau meneruskan perusahaan Papa, aku ingin menjadi seorang Dokter saja. Kenapa keinginan ini begitu sangat kuat sekali ketika aku bersama dengan Kak Bian, dia benar-benar lelaki yang sangat baik sekali selama kita bersama di Apartemen dia tidak melakukan apapun terhadap kuu dengan menghormati kuu sekali."


Aliya menarik selimutnya dan mulai memejamkan mata nya, karena besok adalah hari kelulusan nya.


***


Keesokan harinya Aliya bersiap untuk pergi ke sekolah untuk menghadiri hari kelulusan nya, dia tidak berharap besar jika Mama nya bisa menghadiri acara kelulusan sekolah tersebut.


Selesai sarapan Aliya langsung pergi ke sekolah, Aliya pergi Miranda turun dan mulai untuk pergi ke kantor nya.


Kondisi sedikit membaik Miranda melihat piring yang sudah di pakai oleh Aliya, itu pertanda Aliya sudah sarapan dan langsung pergi.


"Se pagi ini ada apa yaa sudah pergi."

__ADS_1


Miranda pun bertanya-tanya karena Aliya tidak memberitahukan bahwa hari ini adalah hari kelulusan sekolah nya.


Aliya masuk ke dalam mobil dengan keadaan wajah yang sedih dia tidak banyak berbicara sampai di depan gerbang sekolah pun, Aliya hanya terdiam saja pandangan mata yang kosong.


"Al, kamu kenapa.? kamu sedih yaa karena Mama kamu masih sakit dan nggak bisa hadir di acara kelulusan sekolah."


Aliya menggelengkan kepalanya sambil memegang handphone di tangan nya.


"Aku nggak ngasih tau Mama kalau hari ini adalah hari kelulusan sekolah, biarlah dia nggak usah tahu belum tentu juga dia mau datang."


Siska yang merasa kasian kepada Aliya pun langsung mengambil handphone Aliya, dia mencari kontak telephone milik Fabian.


Siska pun langsung menghubungi nomer telephone Kak Fabian.


...*Hallo Kak Fabian, Kaa ini aku Siska aku pakai handphone Aliya. Hari ini adalah hari kelulusan di sekolah tapi Aliya nggak ngasih tau Mama nya, jadi kasihan Aliya bisakah Kakak ke sini.*...


Mendengar perkataan Siska, Fabian langsung mematikan panggilan telephone dari Siska dia pun langsung pergi sekolah Aliya. Padahal dia baru sampai di kantor.

__ADS_1


Miranda yang baru turun dari mobil nya pun melihat Fabian yang memutar balikkan arah mobil nya.


"Ada apa dengan Fabian,? kenapa dia putar arah mobil nya. Ada urusan penting apa yaa dia."


Miranda mengabaikan Fabian, dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kantor walaupun kondisi nya masih sangat lemas sekali.


Langkah kaki Miranda seperti melayang dia tetap fokus, dan berjalan lebih cepat untuk masuk ke ruangan nya.


Miranda mulai menyelesaikan pekerjaan nya, dia melihat hasil pekerjaan Fabian yang membuat nya sangat kagum sekali.


"Tidak ku sangka sekali ternyata dia sangat pintar juga, dia bisa menyelesaikan semua pekerjaan ku dengan baik sekali."


Miranda pun masih sangat penasaran sekali dengan Fabian, dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian tapi tidak ada jawaban nya.


Miranda memandangi terus ruangan kerja Fabian yang ada di sebelah ruangan kerja nya.


__ADS_1


__ADS_2