Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (37)


__ADS_3

Miranda menghabiskan waktu bersama nya bersama dengan Irfan sampai dia menyadari sudah hampir satu jam lebih merasa bersama di sana.


Irfan begitu sangat senang sekali dia seperti bermimpi bisa mengobrol dengan perempuan yang dia sukai.


Tapi Miranda tidak bisa berlama-lama bersama dengan Irfan dia harus segera kembali ke rumah nya sebelum Aliya pulang dari sekolah nya.


"Hmmmmm, Pak Irfan seperti nya saya harus segera pergi saya harus sampai di rumah sebelum putri saya pulang dari sekolah karena hari saya tidak pergi ke kantor."


Miranda beranjak dari tempat duduk nya, setelah berpamitan pergi kepada Irfan.


Irfan semakin mengagumi kepribadian Miranda yang begitu sangat perhatian sekali kepada putri nya.


"Kalau begitu baiklah, walaupun sebenarnya saya masih ingin banyak mengobrol lagi dengan Bu Miranda. Tapi terimakasih banyak atas kehadiran nya."


Miranda hanya membalas dengan senyuman manis nya, dan segera pergi dia pun terkejut ketika melihat mobil nya tidak ada.


"Wahhhh, bukan nya tadi mobil nya di parkir di sini yaa ko nggak ada yaa?."


Miranda berjalan mencari mobil nya yang ternyata terpakir lumayan jauh dari restoran milik Irfan.

__ADS_1


"Astaga ternyata itu mobil nya, kenpa jauh sekali parkirnya yaa."


Miranda dengan cepat berjalan menuju ke mobil nya, dia langsung masuk tampa menegur supir pribadi nya itu.


Hal tersebut membuat supir itu merasa sedikit tenang dan langsung menjalankan mobilnya.


Miranda mengambil handphone nya dia langsung menghubungi nomer telephone Fabian.


*Hallo, Fabian kamu sekarang di mana yaa ?. ingat yaa kamu harus menjemput Aliya pulang sekolah jangan sampai telat nanti dia marah. Aku tunggu kalian berdua di rumah.*


Tampa mendengar perkataan jawaban dari Fabian, Miranda langsung mematikan panggilan telephone nya.


Fabian beranjak dari tempat tidurnya dia langsung bersiap untuk pergi ke menjemput Aliya.


"Aliya,,,,Aliya perempuan dingin jutek dan susah di tebak gampang marah dan nggak bisa di ajak bercanda. Gue butuh waktu panjang nih buat dapetin hatinya."


Fabian mempercepat laju kendaraan nya, dia nggak mau Aliya sampai menunggu nya dan beruntung nya di saat sampai di gerbang sekolah bell pulang berbunyi.


"Huh, untung gue datang tepat waktu dan dengan selamat. Mana Aliya lebih baik gue keluar dari mobil nungguin di luar."

__ADS_1


Semua mata para pelajar perempuan terfokus pada Fabian mereka tersenyum manis kepada Fabian dan ada juga yang sampai melambaikan tangan nya.


Aliya yang keluar dari gerbang matanya langsung terfokus pada Fabian, dan Siska pun sangat terkejut sekali ketika dia melihat Fabian.


"Al, itu yang nama nya Fabian Al. Astaga ganteng banget Al sumpah keren ganteng banget."



Siska terlihat terpesona melihat ketampanan Fabian, tapi Aliya hanya terdiam melihat Siska yang seperti tidak berkedip ketika melihat Fabian.


"Jauhhhh lebih ganteng Om Irfan dia masih di bawah level Om Irfan, I love Om Irfan."


Aliya langsung menghampiri Fabian dan Siska pun ikut mengikuti Aliya dia ingin bisa melihat Fabian dari jarak dekat.


Melihat Aliya dan Siska Fabian hanya tersenyum tipis kepada mereka.


"Kak Bian, aku pulang bareng temen aku sebelum ke rumah anterin temen aku dulu pulang yaa Ka Bian."


Fabian langsung menganggukan kepalanya, dan membuka kan pintu mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2