Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (12)


__ADS_3

Aliya terbangun dari tidurnya dia langsung melihat handphone nya tapi tidak ada balasan sama sekali.


"Ko nggak di bales sih,!"


Aliya di buat sangat kesal sekali dia pun langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah nya.


Penampilan Aliya sedikit berbeda dia mulai memakai bedak dan lipsgloss di bibir mungil nya.


Miranda merasa sangat aneh ketika melihat penampilan putri nya tersebut.


"Aliya kamu terlihat lebih segar hari ini, tapi jangan terlalu tebal bedak nya yaa sayaaaaang terlihat nya nggak rata."


Aliya langsung mengeluarkan cermin kecil di saku baju seragam nya, dia langsung melihat wajah nya.


"Astaga iya kenapa jadi cemong begini yaa,"


Miranda menghampiri Aliya dia meratakan bedak Aliya dengan spons.


"Nah, sudah rapih dan sudah cantik."


Aliya langsung melihat ke cermin ternyata memang Iyah bedak pun sudah rata.


"Kalau mau pakai bedak padat, usahakan wajah kamu dalam keadaan kering yaa, dan pakai nya tipis aja nggak usah tebal-tebal seperti itu."


Aliya tertunduk malu mendengar perkataan Mama nya.


"Oke, kalau begitu setiap hari Minggu kita pergi perawatan bersama ke salon kecantikan bersama Mama gimana,? kamu mau."

__ADS_1


Aliya langsung menganggukan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


"Baiklah, sekarang Mama yang mengantarkan kamu untuk sekolah yaa, ayo cepat habiskan sarapan nya,"


Handphone Miranda berdering sangat kencang sekali, dia langsung mengambil handphone dari tas nya dan melihat ternyata Fabian yang menelephone nya.


"Ada apa pagi-pagi sekali dia sudah menelephone aku, menggangu sekali."


Miranda tidak menjawab panggilan telephone dari kekasihnya itu.


"Ayoo sayaaaaang, kita berangkat ke sekolah."


Aliya sangat antusias sekali dia ingin secepatnya bercerita dengan Siska sahabat sejati nya.


Aliya terus memandangi handphone menunggu balasan pesan dari Om Irfan Riawan.


Aliya langsung cemberut sambil memegang handphone.


"Sebenarnya belum pacaran sih Mam, tapi aku yang suka duluan sama dia."


Miranda langsung terkejut mendengar ucapan Putri cantik itu.


"Astaga Aliya, kenapa kamu nggak cari seseorang yang suka sama kamu duluan aja, jadinya kan nggak bikin kamu berharap besar seperti itu karena belum tentu juga kan lelaki itu suka sama kamu."


Aliya langsung melemparkan handphone nya.


"Ko Mama gitu sih ngomong nya, bukan bikin dukungan sama aku ini malah putusin harapan aku aja,"

__ADS_1


Aliya turun dari mobil nya, tampa mengucapkan salam kepada Mama nya.


"Yaa Tuhan, aku jadi hawatir sekali dengan Aliya. Semoga saja lelaki yang dia sukai berpengaruh positif terhadap kehidupan dan pergaulan nya."


Aliya langsung menghampiri Siska, dia langsung tersenyum lebar sambil memandangi handphone.


"Apa sih, Aliya masih pagi udah senyum senyum sendiri, dapat handphone baru yaa."


Aliya langsung memeluk erat Siska sambil berbisik ke telinga nya.


"Aku lagi kasmaran sekarang, aku lagi suka dengan seorang lelaki yang tampan dan mapan."


Siska di buat terkejut dengan ucapan sahabat nya itu


"Maksud kamu sekarang udah punya pacar ? apa kamu lagi suka sama seseorang."


Siska semakin mendekati Aliya dia di buat sangat penasaran sekali.


"Hmmmmm, aku yang suka sih. tapi dia nya belum kenal sama aku, aku cuman punya kartu nama aja dan aku kirim pesan tapi nggak ada balasan nya. Tapi aku tahu dia sering ada di mana."


Siska langsung memalingkan wajahnya ketika mendengar perkataan Aliya.


"Astaga Aliya Mutiara, itu sih nama baru jadi penggemar rahasia, aku pikir kamu sudah pacaran,"


Aliya menarik tangan Siska dan memasang wajah memelas agar di kasihani.


"Kamu bantu in aku yaaa, nanti pulang sekolah kita pergi ke restoran milik nya, tapi kita beli baju dulu biar terlihat sedikit lebih dewasa gitu."

__ADS_1


Siska hanya menganggukan kepalanya saja sambil tersenyum sinis kepada Aliya.


__ADS_2