
Miranda melamun ketika mendengar jika Aliyaa yang sedang sakit bahwa sampai harus di rawat untuk ke dua kali nya.
"Aku tidak ada di samping Aliyaa ketika Aliyaa berada di rumah sakit, benarkah aku kurang perhatian kepada Aliyaa tapi semua itu karena Aliyaa yang tidak mau menuruti perintah kuu selama ini."
Melihat Miranda yang melamun sambil memegang handphone nya membuat Fabian menghampiri Miranda.
"Kamu kenapa tidak bisa nya kamu seperti ini Miranda, apakah kamu masih saja mengingat kejadian semalam itu."
Miranda merasa sangat kesal ketika dia melihat wajah Fabian dan mengingat kan kejadian semalam.
Miranda pun memilih untuk pergi jauh dari Fabian dia merenung sendiri sambil memandangi foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Aliyaa.
"Hari ini adalah terakhir aku bertugas di sini, dan seperti nya Fabian tidak tahu dengan kondisi Aliyaa sekarang. Lebih baik aku serahkan semua ini kepada Fabian dan aku memilih untuk pulang."
Miranda pun langsung menghampiri kembali Fabian, dia akan meminta Fabian yang mengurus bisnis nya sampai selesai.
"Aku mau pulang sekarang juga aku sudah memesan tiket pesawat, tolong bantu aku selesai kan bisnis ini dengan baik."
Setelah berpamitan untuk pulang kepada Fabian, Miranda masuk ke dalam mobil nya untuk pergi ke hotel mengemasi barang-barang bawa nya.
Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar Miranda yang mendadak meminta pulang.
"Kenapa dia apa karena kejadian semalam Miranda menjadi seperti ini, tapi bagus lah kalau dia memilih untuk pulang dan aku bisa menikmati hari-hari terakhir di sini."
Fabian terlihat sangat bersemangat sekali ketika Miranda pergi.
Di perjalanan Miranda tiba-tiba saja menangis ketika dirinya mengingat Aliyaa.
Dia merasa sangat gagal untuk menjadi seorang ibu.
Miranda pun hanya bisa memandangi foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Aliyaa.
"Maafkan Mama."
Setibanya di hotel Miranda dengan cepat memasukkan semua barang-barang nya sehingga dia bisa langsung pergi ke bandara untuk pulang.
Aliya terbangun dia melihat Dokter Nadia tersenyum manis kepada nya.
__ADS_1
"Syukur lah kamu sudah sadar Aliyaa, hari Dokter Nadia yang akan menemani kamu yaa karena sekarang jadwal praktek Dokter sedang libur."
Aliya merasa sangat bahagia sekali ketika dia bisa bersama dengan orang-orang yang baik.
"Terimakasih banyak Dokter, tapi aku nggak apa-apa kok sendiri karena pasti ada Suster yang menemani aku di sini. Lebih baik Dokter Nadia istirahat saja yaa."
Dokter Nadia tersenyum manis kepada Aliyaa, dia merasa sangat kasihan sekali kepada Aliyaa.
"Tidak sayang tidak apa-apa kok, Dokter sudah menganggap kamu sebagai anak Dokter sendiri karena sekarang kan Mama kamu sedang bertugas di luar kota jadi kamu sendirian."
Suster membawa kan makanan dan obat untuk Aliyaa.
Dokter Nadia pun langsung menyuapi Aliyaa dengan kasih sayang
"Terimakasih banyak yaa Suster, ayoo sayaaaaang makan yang banyak yaa sayang. Kamu harus kuat yaa."
Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia karena dia ingin segera sembuh dan bisa kuliah kembali.
"Dok, aku juga sekarang sedang kuliah kedokteran dan aku berharap besar bisa seperti Dokter Nadia. Dokter cantik yang sangat hebat sekali."
Dokter Nadia tersenyum manis kepada Aliyaa dia melihat jiwa semangat Aliyaa yang sangat tinggi sekali.
Ketika Dokter Nadia sedang menyuapi Aliyaa tiba-tiba Rendy masuk ke dalam ruangan Aliyaa Tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Dokter Nadia langsung membalikkan badannya dan melihat siapa yang datang.
"Bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu ketika masuk ke dalam ruangan ini, saya tahu kamu dari keluarga yang kaya raya tapi tenang saja untuk pembayaran administrasi Aliyaa biar saya yang tanggung jawab karena saya juga teman baik Miranda."
Dokter Nadia sejak awal sangat tidak suka ketika pertama kali bertemu dengan Rendy, dia merasa jika lelaki ini berpengaruh negatif untuk Aliyaa.
"Saya minta maaf atas perilaku saya yang tidak sopan ini, tapi saya sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa. Biarkan saya sebentar saja untuk bisa menemani Aliya."
Dokter Nadia melirikan mata nya kepada Aliyaa dan Aliyaa pun tersenyum pertanda dirinya mau menerima kehadiran Rendy.
"Baiklah, silahkan tapi jangan sampai membuat Aliyaa kesal atau tidak nyaman dengan perlakuan kamu kepada nya."
Dokter Nadia pun akhirnya meninggalkan mereka berdua di ruangan nya.
__ADS_1
"Aliya sebelumnya aku minta maaf sekali yaa, ini semua adalah kesalahan kuuu coba saja aku mengantar kamu malam itu mungkin kamu tidak akan seperti ini Al. Kamu pasti kehujanan kan Al."
Rendy begitu sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa dan Aliyaa pun merasakan nya.
"Ini bukan kesalahan kamu Ren, mungkin memang kondisi badan kuu yang lemah sehingga gampang sakit seperti ini."
Rendy merasa sangat kasihan sekali mungkin Aliyaa yang bisa mengkonsumsi makanan yang sehat serta vitamin setiap hari.
"Aliya, kenapa kamu tidak memilih untuk kembali ke rumah kamu. Di sana kamu bisa beristirahat dengan baik makanan yang layak tidak harus banyak pikiran untuk bagaimana dengan hari dan esok seperti apa."
Aliya merasa memang dirinya sangat cape sekali pulang kuliah harus mencari makanan atau masak kadang jika dia terlalu lelah dia sering melupakan makan malam.
Ketika Aliyaa hendak menjawab pertanyaan dari Rendy, tiba-tiba Siska datang dengan membawa buah-buahan untuk Aliyaa.
Mata Siska pun langsung berubah menjadi sinis sekali ketika melihat kehadiran Rendy.
"Sana pergi saja sana, sekarang giliran aku yang menemani Aliyaa. Kamu lebih baik pulang saja aku tidak suka melihat wajah kamu."
Siska dengan jujur mengatakan isi hati nya kepada Rendy, Rendy yang tidak mau ribut pun langsung memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut.
"Siska kamu jangan terlalu jujur seperti itu, kasihan kan Rendy pergi karena terpaksa."
Siska merasa heran kenapa Aliya yang memiliki hati yang terlalu baik.
"Siska aku merasa sangat beruntung sekali, Dokter Nadia yang menemani kuu semalaman. Yaa walaupun aku baru menyadari nya tadi pagi tapi dia sangat baik sekali yaa."
Aliya pun terlihat tersenyum bahagia sekali.
"Aku seperti di temani oleh Mama tadi malam tapi ternyata itu adalah Dokter Nadia."
Siska merasa sangat sedih sekali Aliyaa sekarang pasti sangat merindukan Mama nya.
Siska pun memilih untuk mengupaskan Apple merah untuk Aliyaa.
Ketika Siska mau menyuapi Aliyaa tiba-tiba pintu terbuka kembali.
Siska langsung menyangka jika itu adalah Rendy yang kembali masuk.
__ADS_1
Tapi ternyata itu adalah kedatangan Miranda untuk melihat Aliyaa.
Seketika Aliyaa dan Siska langsung terkejut melihat Miranda yang sedang berdiri di depan pintu.