Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (40)


__ADS_3

Miranda mencoba untuk menenangkan perasaan nya dia tersenyum manis sambil memandangi wajah Aliya, karena dia sangat tahu jika Aliya bukan tipe orang yang mudah untuk menerima penjelasan yang tidak masuk akal.


"Begini sayaaaaang, orang tua Fabian itu adalah teman bisnis Mama. Mereka ingin Fabian berkerja di perusahaan Mama karena dari mulai kuliah Fabian selalu ikut dengan Papa nya dan dia pun langsung tertarik untuk berkerja dengan perusahaan kita ini di situ Mama dan juga Fabian bisa sedekat ini."


Aliya menghelakan nafas panjang nya, dia langsung menatap wajah Fabian yang tersenyum seperti meng iya kan ucapan dari Miranda.


Miranda merasa sangat sedih harus membohongi perasaannya Aliya demi ingin mendapatkan restu dari putri nya tersebut.


"Lalu kenapa Mama seperti ingin mendekatkan aku dengan Kak Fabian, sedangkan dia itu akan berkerja di perusahaan Mama kan bukan menjadi supir pribadi aku seperti sekarang ini. Ini hanya membuang-buang waktu saja Mam lebih baik langsung saja di perkerjakaan di perusahaan kita."


Perkataan Aliya semakin memberatkan keberadaan Fabian, Aliya yang sangat merasa tidak nyaman jika dia harus selalu bersama dengan Fabian dia tiba bertemu dengan Om Irfan.

__ADS_1


"Mama akan menjadikan Fabian sebagai Asisten pribadi Mama dan juga akan menjaga kamu, maka nya Mama sangat ingin kamu bisa menjadi hubungan yang baik dengan Fabian karena dia sekarang adalah orang kepercayaan Mama."


Mendengar perkataan Mama nya, Aliya melihat jam di handphone nya.


"Sudah jam 3 sore ini waktu nya aku untuk mandi dan belajar, aku ingin pulang bersama dengan Pak Denny. Mama pulang bersama dengan Kak Fabian saja yaa, maaf aku pamit pulang sekarang juga."


Aliya beranjak dari tempat duduk nya dia memilih untuk pergi meninggalkan Mama nya.


"Hah, susah sekali aku mengambil hati Aliya dia bukan perempuan yang mudah untuk di rayu seperti anak sekolah seumuran nya."


Fabian memegang kepalanya dia seperti kehilangan akal untuk bisa mendekati Aliya.

__ADS_1


"Kamu harus terus berusaha jika kamu ingin hubungan kita ini berjalan dengan baik, karena hanya Aliya yang aku punya sekarang jika dia menolak kehadiran kamu di keluarga ini maka hubungan kita hanya bisa seperti dulu saja diam-diam tampa ikatan pernikahan."


Fabian langsung terdiam mendengar perkataan Miranda, dia memang harus bersungguh-sungguh mengambil hati Aliya karena tujuan Fabian adalah menikah dengan Aliya bukan dengan Miranda.


"Sudahlah Fabian besok biarkan Aliya bersama dengan supir pribadi nya yang dulu, besok kamu mulai datang ke kantor untuk memulai pekerjaan kamu. Aku harap kamu bisa berkerja dengan serius karena mungkin saja nanti kamu yang akan menjadi pemegang perusahaan ini, jika kita sudah menikah."


Miranda langsung memanggil pelayan dan membayar makanan dan minuman, dia pun mengajak Fabian untuk segera pergi dari tempat tersebut.


"Ayoo kita pulang sekarang, kamu ke Apartemen sedangkan aku ke rumah. Aku ingin berbicara dengan Aliya meyakinkan kembali agar dia bisa membuka sedikit demi sedikit pintu hati nya dan meyakinkan kalau kamu itu adalah lelaki yang baik."


Fabian mengikuti langkah kaki Miranda, sekarang dia berkerja dengan Miranda dan harus mengikuti semua keinginan Miranda.

__ADS_1


__ADS_2