
Fabian tersenyum ketika dia sudah memberikan tugas-tugas pekerjaan nya kepada Miranda.
"Akhirnya dia dengan mudah nya mendapatkan mangsa yang lain nya, seorang berondong kaya raya."
Miranda melihat senyuman Fabian terhadap nya, dia pun merasa sangat aneh sekali.
"Fabian tersenyum manis itu karena apa yaa, apa karena dia mengagumi kecantikan ku. Atau dia hmmmmm yasudahlah semoga saja dia nggak liat genggaman tangan aku dengan Randy tadi."
Miranda kembali memeriksa hasil kerja Fabian.
Fabian yang sedang berjalan seketika langsung terdiam menghentikan langkah kaki nya.
Dia sedang mendengarkan ucapan dari para pegawai di kantor nya.
"Lelaki tadi itu seperti nya pacar baru Bu Miranda loh, soalnya tangan nya di genggam dari keluar dari ruangan nya sampai ke kantin."
Ucap salah satu pegawai yang memperhatikan Miranda.
"Iyaa, di kantin mereka berdua ngobrol serius sekali dan brondong nya itu langsung pergi gitu dong."
Fabian yang sudah mendengar semuanya perkataan dari mulut para pegawai pun langsung melanjutkan langkah kaki nya untuk pergi ke kantin.
"Hah, aku bersyukur sekali jika Miranda sudah mencari pengantin kuu. Itu tanda nya hidup ku bahagia bersama dengan Aliyaa dan Aliyaa harus tau dengan kabar gembira ini."
Fabian mengeluarkan handphone nya dia berniat untuk memberitahu Aliyaa di telephone.
Tapi Fabian tiba-tiba memasukkan kembali handphone nya.
"Lebih baik nanti saja di rumah aku ceritakan semuanya kepada Aliyaa, jangan lewat telephone begini."
Fabian pun memilih untuk makan siang di restoran bukan di kantin perusahaan karena pasti banyak sekali yang membicarakan tentang Miranda di kantin.
***
Rendy mengikuti apa yang di perintahkan oleh Miranda, dia langsung menuju ke Kampus Aliyaa untuk pendekatan.
Rendy sebelum di berikan nomber handphone Aliyaa, tapi dia tidak mau memakai nya. Dia ingin mendapatkan nomor handphon itu dari Aliyaa sendiri.
Rendy turun dari mobil nya, dia sangat terkejut sekali ketika Aliyaa lebih memilih untuk kuliah kedokteran.
"Aliya itu memang sangat pintar sekali, wajar saja jika dia memilih untuk menjadi seorang Dokter Specialis dia juga sangat cantik sekali."
Randy pun mulai mencari Aliyaa walaupun banyak mahasiswa yang ada di sana.
__ADS_1
Tapi Rendy terus saja mencari Aliyaa dia memandangi semua wajah orang yang ada di sana.
Sampai akhirnya Rendy merasa sangat kecapean sekali dia pun duduk di bawah pohon rindang yang besar.
Dan ternyata dia melihat Aliyaa yang sedang mengobrol dengan teman wanita nya.
"Wahhhhh, itu kan Aliyaa akhirnya aku menemukan nya juga dia."
Rendy menghampiri Aliyaa yang sedang bersama dengan Siska.
Kedatangan Rendy membuat Siska terkejut dia menyangka Rendy adalah Kakak senior yang sedang mendekati Aliyaa.
"Aliya Mutiara."
Rendy tersenyum manis sambil memanggil nama Aliyaa dengan lengkap.
Aliya membalikkan badan nya dan dia langsung memandangi wajah Rendy. Aliya seketika terdiam melihat Rendy dia seperti mengenal dengan sosok lelaki yang ada di hadapan nya itu.
Rendy duduk di samping Aliyaa tapi Aliyaa masih belum menyadari jika itu adalah Rendy teman masa kecil nya.
"Aliya, kamu masih belum sadar sama aku. Ini aku Rendy Perwira teman kamu dari TK sampai SD. Anak dari Tante Kania Dewira."
Aliya pun langsung langsung menyadari nya dan dia sangat terkejut sekali ketika dia bertemu kembali dengan Rendy.
"Astagaaaa Rendy Perwira yaa, apa kabar kamu sekarang ?."
Siska pun merasa tidak di anggap ketika Aliyaa lebih fokus dengan Rendy.
"Aku baik-baik saja Aliyaa, sekarang aku sedang kuliah sambil memegang bisnis milik Papa aku."
Aliya yang melihat Siska yang seperti tidak nyaman pun langsung mengenalkan Siska kepada Rendy.
"Oh begitu ya Rendy, oh iya Ren ini kenalkan temen aku Siska nama nya."
Rendy pun menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Siska dan Siska dengan sedikit malu-malu bersalaman dengan Rendy.
"Siska Aurora teman baik Aliyaa Mutiara."
Siska terlihat sangat malu-malu sekali ketika bersalaman dengan Rendy.
Aliya pun langsung tersenyum manis ketika melihat mereka berdua.
"Aliya, aku boleh kan seperti ini sama kamu. Maksud ngobrol bareng seperti ini."
__ADS_1
Rendy mulai memulai aksinya untuk bisa bertemu dengan Aliyaa setiap hari.
"Oh, yaa boleh-boleh saja kita mengobrol untuk bertukar pikiran kan."
Siska terus saja memandangi wajah Rendy dia seperti terpesona dengan Rendy.
Aliya yang memperhatikan Siska pun langsung peka jika Siska seperti mempunyai rasa terhadap Rendy.
"Ohhh, yasudah kalau begitu aku boleh minta no handphone kamu nggak Al. Jadi biar mudah kalau kita mau ketemuan buat sekedar ngobrol dan makan bareng."
Rendy pun langsung memberikan handphone nya kepada Aliyaa.
Dan Aliyaa pun mengambil handphone Rendy dan mengetikkan nomber handphone nya.
Setelah mengetikan nomber handphone Aliyaa memberikan kembali handphone milik Rendy.
"Oke, terimakasih banyak yaa Aliyaa. Oh iya Al kamu sekarang bagaimana,? maksud nya masih sendiri atau bagaimana gitu hehehe."
Rendy mulai ingin mengetahui apakah Aliyaa akan jujur atau tidak kepada nya.
"Hmmmmm, aku sudah punya seseorang yang baik yang bertanggung jawab sama aku dan yang pasti nya sangat sayang sekali dengan aku."
Rendy pun langsung terdiam ketika mendengar kejujuran dari Aliyaa, Rendy melihat jika Aliyaa begitu sangat bahagia sekali dengan seseorang yang dia maksud itu.
Tapi Rendy mengingat kembali perkataan Tante Miranda jika Aliyaa salah jatuh cinta dengan lelaki yang sudah mempunyai wanita lain di belakang.
Wanita yang sedang menunggu kepastian cinta dari lelaki tersebut bahkan akan segera menikah.
"Oh, seperti itu yaa Aliyaa. Aku pikir sekarang masih sendiri belum mempunyai seseorang di hati kamu."
Aliya langsung melirikan mata kepada Siska, dan Siska pun langsung mengabaikan lirikan mata Aliyaa.
Siska lebih memilih untuk mengeluarkan handphone yang ada di dalam handphone nya dan memainkan handphone nya.
"Kamu sendiri Rendy gimana sekarang,? sudah punya pacar kah atau sudah punya seseorang yang akan di jodohkan oleh orang tua kamu. Karena aku sangat tahu sekali Tante Kania pasti memilih yang terbaik untuk kamu."
Rendy pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Aliyaa.
"Aku masih sendiri Aliyaa, dan seperti nya Tuhan mulai memperdekatkan jodoh kuu sekarang."
Perkataan Rendy membuat Aliyaa terdiam, dia merasa jika Rendy memang sedang ingin mendekati seseorang di hati nya.
"Ohhh begitu yaa, semoga saja kamu segera mendapatkan seseorang yang terbaik untuk kamu jodoh yang terbaik juga untuk keluarga kamu yaa."
__ADS_1
Melihat Aliyaa Rendy tidak bisa membohongi perasaannya dia melihat Aliyaa yang sangat cantik sekali.
Rendy semakin bersemangat sekali untuk bisa mendapatkan hati Aliya.