Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (222)


__ADS_3

Miranda dengan wajah yang pucat dan mata yang bengkak dia pergi ke kantor nya.


Banyak sekali yang memperhatikan Miranda, tapi mereka hanya berani memperhatikan mereka tidak banyak bertanya kepada Miranda.


Karena mereka tahu sikap Miranda yang sangat emosional sekali.


Miranda masuk ke dalam ruangan dia melihat ruangan Fabian yang masih kosong.


"Kemana Fabian kenapa dia belum sampai ke kantor, jangan sampai dia tidak masuk hari ini. Hari ini adalah hari yang sangat penting sekali aku tidak bisa melakukan sendirian."


Miranda pun masuk ke dalam ruangan Fabian, dia melihat banyak sekali foto Aliyaa yang dia simpan di ruangan nya.


"Kenapa banyak sekali foto Aliyaa di sini, hah Fabian kapan kamu sadar nya."


Miranda terus menunggu kedatangan Fabian tetapi sampai jam masuk berbunyi Fabian belum juga datang.


Miranda mengingat kembali perkataan Fabian di malam itu ketika dirinya yang akan mencabut beasiswa Aliyaa dan Fabian pun memilih untuk keluar dari perusahaan nya.


"Jangan sampai Fabian tidak mau berkerja kembali di perusahaan ini, tidak ini tidak boleh terjadi apa jadinya jika aku kehilangan Fabian di perusahaan ini. Perusahaan ini semakin maju ketika kehadiran Fabian hmmmmm bagaimana ini yaa."

__ADS_1


Dengan tangan yang bergetar Miranda mencoba untuk menghubungi Fabian tapi tidak di jawab oleh Fabian


"Nomor handphone nya aktif tapi kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone dari akuuu, aku tidak mau Fabian meninggalkan perusahaan ini aku tidak mau hal itu terjadi."


Miranda mencoba untuk menenangkan pikiran nya dan dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian kembali.


"Ayolah Fabian jawab panggilan telephone dari aku Fabian."


Lagi-lagi Fabian tidak menjawab panggilan telephone dari nya.


"Baiklah kalau begitu aku harus mengirimkan pesan untuk Fabian, kalau pesan pasti akan dia baca."


*Fabian, kamu kenapa belum datang ke kantor. Kamu tidak ingat jika hari ini kita mempunyai rapat yang sangat penting sekali. Aku mohon kamu harus mendampingi aku hari ini.*


"Dapat pesan dari siapa itu, sampai kek gitu banget sih ekspresi wajah yang kesenangan."


Aliya mulai mempunyai perasaan cemburu terhadap Fabian dan itu membuat Fabian merasa sangat senang sekali.


"Ahhhhhh, kamu cemburu yaa sayang. hmmmmm akhirnya kamu juga punya rasa cemburu juga."

__ADS_1


Fabian terus saja menggoda Aliyaa dan membuat Aliyaa semakin kesal.


"Apaasihhhh ahhhh biasa aja kok."


Melihat Aliyaa marah Fabian semakin gemas dengan Aliyaa.


"Jangan marah-marah gitu dong sayaaaaang, nanti cantik nya makin nambah deh."


Aliya pun langsung tersenyum mendengar perkataan Fabian.


"Apaansih, bohong tersebut ngomong nya."


Fabian langsung memberikan handphone kepada Aliyaa.


Dan Aliyaa pun membaca pesan dari Mama nya tersebut.


"Yasudah Kak, Kakak pergi saja kasihan Mama. Aku nggak apa-apa ko sendiri an di sini, akan nggak akan menghawatirkan Kakak."


Fabian mengambil kembali handphone nya, dia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Biarlah dia hadapi sendiri, itu adalah perusahaan milik nya dia harus bisa bertanggung jawab atas semua pekerjaan an dia itu kan kapten nya. Jangan selalu mengharapkan bantuan dari Asisten pribadi nya terus, nanti kalau aku yang jauh lebih pintar dari dia sama saja dia menyerahkan perusahaan secara perlahan."


Aliya hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan Fabian.


__ADS_2