Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (112)


__ADS_3

Selesai di telephone oleh Fabian, Aliyaa merasa punya semangat yang baru. Dia mulai melupakan hal-hal yang akan terjadi ketika Mama tahu tentang semua ini.


"Aku pasti bisa dan bisa, aku yakin aku pasti akan kuat apapun yang terjadi Aliyaa tetap semangat meraih cita-cita kamu masa depan kamu."


Aliya melanjutkan belajar nya sampai tidak terasa sudah malam saja, Aliya sengaja membawa banyak makanan ke dalam kamar nya.


"Aku cape sekali duhhh kepala rasanya panas sekali, seperti nya Mama sudah pulang deh."


Aliya keluar dari kamar nya dan ternyata Mama nya baru pulang dari kantor. Aliyaa pun langsung menghampiri Mama nya, tapi Mama nya malah memandang sinis Aliyaa.


"Apa mmakanan malam ini kamu yang masak,? kamu bersombong ria kepada Mama kalau kamu sudah sangat pandai memasak."


Aliya merasa sangat emosional mendengar perkataan Mama nya tersebut.


"Maksud nya Mama itu apa yah,? kenapa Mama seperti itu sikap nya. Aku anak Mama loh bukan saingan Mama, nyebelin banget sih omongan nya."


Aliya memilih untuk perg ke luar rumah untuk menghirup udara segar karena dia yang seharian di dalam rumah.

__ADS_1


"Anak itu selalu saja bikin tensi aku naik."


Miranda pun langsung masuk ke dalam kamar nya.


Aliya yang sedang berada di depan rumah nya berjalan menuju ke pintu gerbang, dia duduk berdampingan dengan satpam penjaga rumah nya.


"Nona Aliyaa malam-malam begini kenapa nggak istrirahat tidur."


Aliya melirikan mata nya kepada satpam nya tersebut sambil tersenyum.


"Aku seharian di dalam kamar dari siang sampai malam. Sekarang aku mau mencari udara segar nih aku bosan."


Aliya pun menghampiri mobil tersebut dan ternyata itu adalah mobil Fabian.


Seketika Aliyaa pun langsung terkejut melihat Fabian yang tiba-tiba ada di depan rumah nya.


"Ayoo masuk ke dalam kita pergi biar otak kamu fresh lagi."

__ADS_1


Aliya hanya terdiam karena dia melihat penampilan dia yang biasa saja.


"Aku ganti baju dulu ya Kak, masa begini sih aku nya maluuuuuu."


Fabian langsung menarik tangan Aliyaa dan Aliyaa pun langsung masuk ke dalam mobil Fabian.


"Sudah langsung masuk saja, kalau kamu ke rumah ganti baju nanti Mama kamu marah-marah dan kamu nggak jadi keluar rumah nya. Karena waktu terbuang banyak sekali untuk menunggu Mama kamu berpidato."


Aliya yang sebelumnya merasa kesal akhirnya bisa tersenyum manis kembali karena Fabian.


"Terimakasih banyak yah Kak, tadi aku keselll banget sama Mama tapi sekarang aku malah jadi senyum lagi."


Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa sambil tersenyum manis dan itu membuat hati Aliyaa bergetar dan merasakan sentuhan yang berbeda.


Aliya mulai memperhatikan Fabian dan mulai menyadari jika dia merasa nyaman sekali ada di dekat Fabian.


"Aliya kamu kenapa senyum-senyum manja begitu, kamu mulai terpesona yaa sama ke ganteng Fabian Putra."

__ADS_1


Aliya pun semakin tersenyum lebar ketika mendengar perkataan Fabian tersebut.


"Kak Bian, aku merasa sangat nyaman sekali ketika aku punya masalah dan Kakak langsung datang. Terimakasih sudah datang di kehidupan aku dan menjadi penjaga aku semoga selamanya Kakak akan tetap seperti ini selalu sama aku yah Kak."


__ADS_2