
Miranda merasa tidak tenang sekali ketika Aliyaa mengabaikan ucapan nya.
"Kenapa Aliyaa mengabaikan ucapan kuu tadi, apakah ini tanda nya jika Aliyaa percaya dengan perkataan nya."
Miranda sama sekali tidak peka terhadap Aliyaa, dia masih saja memikirkan ucapan bukan kondisi Aliyaa sekarang.
"Besok Fabian pulang dia pasti datang untuk menjemput Aliyaa, aku akan pakai ini untuk bisa bertemu dengan Fabian dan aku bisa mengetahui rumah mereka berdua."
Miranda selalu saja memanfaatkan setiap kesempatan apapun agar dirinya bisa bertemu dengan Fabian.
Miranda pun keluar dari kamar nya, dia masuk ke dalam kamar Aliyaa dia merasa sangat Kesepian sekali semenjak Aliyaa pergi dari rumah nya.
Miranda menikmati makanan siang nya, dan tiba-tiba salah satu pegawai bertanya kepada nya.
"Buuu, bagaimana yaa kabar nona Aliya. Kenapa yaa nona Aliyaa tidak pernah pulang ke rumah ini padahal kita semua sangat merindukan sekali nona Aliya."
Miranda hanya terdiam saja dia tidak mau menjawab pertanyaan dari pegawai nya tersebut dia terus saja menikmati makanan nya.
Pegawai tersebut memilih untuk pergi meninggalkan Miranda.
__ADS_1
Miranda pun merasa sangat sepi sekali ketika dia harus makan sendiri.
Miranda memilih untuk berhenti makan dia langsung pergi untuk menenangkan pikiran nya.
Miranda pergi bersama dengan supir pribadi nya yang bisa mengantarkan Aliyaa.
Di perjalanan Miranda terus saja memikirkan kondisi Aliyaa, tapi Miranda selalu melawan pikiran nya tersebut dan selalu berpikir positif untuk Aliyaa.
"Semua nya baik-baik saja Aliya di tangani oleh Dokter terbaik dengan pasilitas terbaik juga, semuanya pasti baik-baik saja."
Miranda memilih untuk pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran dan ternyata tanpa Miranda ketahui ada Rendy di belakang kursi nya.
Rendy yang merasa sangat penasaran sekali dia memilih untuk menghampiri Miranda.
"Tante Miranda, ada apa di sini bukan kah Aliyaa masih di rawat kenapa Tante tidak menemani Aliyaa di rumah sakit."
Miranda menghelakan nafas panjang nya sambil memegang kepalanya.
Dia tidak menyangka kenapa harus bertemu dengan Rendy di tempat seperti ini, sebelumnya Miranda di buat emosional dengan kedatangan Kania di rumah nya.
__ADS_1
"Rendy Tante sedang banyak sekali pikiran, Tante berniat untuk datang ke sini untuk menenangkan pikiran Tante mohon kamu mengerti nya."
Rendy memilih untuk pergi meninggalkan Miranda sendirian, Rendy kembali duduk di kursi belakang.
Miranda merasa sangat tenang sekali ketika Rendy yang pergi menjauh dari nya.
"Kenapa Ibu dan Anak semua selalu sibuk dengan mempertanyakan tentang Aliyaa semua nya. Tidak bisa kah mereka bertanya pertanyaan yang lain nya, sangat menyebalkan sekali."
Miranda merasa sangat tidak nyaman dengan tempat tersebut dan memilih untuk pergi mencari tempat yang baru.
Miranda pergi tampa sepatah kata pun kepada Rendy.
"Kenapa dengan Tante Miranda dia seperti sedang banyak sekali pikiran sampai matanya terlihat sangat lelah sekali."
Rendy pun memilih untuk pergi juga dari tempat tersebut dia berniat untuk mengikuti Miranda.
Rendy melihat Miranda baru saja masuk ke dalam mobil nya, dan Rendy langsung berlari ke mobil nya.
Karena takut kelihatan jejak Miranda pergi ke mana, mobil yang di pakai oleh Miranda melaju sangat kencang sekali.
__ADS_1