Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (195)


__ADS_3

Setelah selesai mata kuliah Aliyaa memilih untuk langsung pergi tidak bersama dengan Siska dan Siska hanya bisa terdiam saja.


"Kenapa sih Aliyaa itu aneh sekali sikap nya."


Aliya berlarian menuju ke rumah nya, dia terlihat sangat lelah sekali ketika harus menjauh dari Siska


"Maafkan aku yaa Siska aku seperti ini karena aku tidak mau menghapus pertemanan kuu yang sejak dulu bersama dengan Rendy, aku yakin sekali Rendy itu sangat baik sekali tidak mungkin dia jadi masalah di hubungan ku dengan Kak Fabian."


Aliya sedang menyiapkan makanan untuk dirinya tapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Aliya langsung berlari menghampiri nya dan membuka pintu rumah nya.


Ternyata paket handphone dari Kak Fabian sudah datang, Aliyaa pun langsung mengambil paket itu.


"Ini seperti nya paket dari Kak Bian deh, aku langsung buka saja."


Aliya membuka paket tersebut dan ternyata isi yang sama seperti handphone pemberian dari Rendy.

__ADS_1


"Kenapa handphone nya sama yaaa, yampun bisa begitu yaa. Ini tanda nya mereka memberikan yang terbaik untuk aku."


Aliya memilih untuk memakai handphone pemberian dari Fabian, dia langsung mengaktifkan handphone tersebut memasukkan kartu ke dalam nya.


"Aku hubungi Kak Bian sekarang apa nanti malam saja yaa. Seperti nya malam saja aku takut sekali mengganggu nya."


Aliya pun sangat senang sekali dia akhirnya bisa berkomunikasi kembali dengan Fabian.


"Aku harus mengganti nya, aku tidak boleh selalu mendapat kan yang gratis. Aku harus berkerja keras."


Aliya menerus kan makan nya sambil menonton televisi tapi dia terus saja teringat dengan Fabian.


Aliya memilih untuk menghubungi nomer handphone Fabian dia tidak bisa menahan rasa rindu nya.


Aliya memilih untuk mengirimkan pesan saja kepada Kak Fabian, karena dia takut mengganggu kesibukan nya.


*Kaa, bagaimana kabar nya hari ini. Aku berterima kasih sekali atas pemberian handphone ini , sekarang aku sudah bisa memakai nya.*

__ADS_1


Aliya menunggu balasan pesan dari Fabian tapi tidak ada balasan nya.


"Seperti nya Kak Fabian sedang sibuk sekarang tapi nggak apa-apa yang penting aku sudah memberikan kabar untuk Kak Bian."


Aliya memilih untuk pergi ke dalam kamar nya, dia membuka album foto keluarga nya.


Dia melihat senyuman manis yang terpancar dari wajah Orang tua nya.


"Mam, kenapa Mama jadi berubah yaa sama aku sekarang. Mam aku rindu sekali Mama yang dulu yang sangat merindukan Mama yang sayang sekali sama aku, Mam apa kesalahan aku sehingga Mama seperti ini sama aku."


Aliya memeluk erat foto keluarga nya dia sangat merindukan sekali kebahagiaan keluarga nya kembali.


"Papa, aku bukan lagi Aliyaa yang dulu sekarang bukan Aliyaa yang manja. Bukan Aliyaa yang bisa melakukan apapun tampa harus memikirkan uang dan uang."


Aliya membayangkan jika Papa masih ada dia pasti tidak akan seperti ini.


"Hahhhhh, sudahlah Aliyaaaaaaa jangan mengeluh seperti ini lagi. Kamu seperti ini agar kamu menjadi seorang yang kuat dan sukses dengan usaha kamu sendiri, kamu membuktikan bukan penikmat harta orang tua."

__ADS_1


Aliya memilih untuk beristirahat dari pada dia harus terus mengeluh dengan keadaan yang sedang dia jalani sekarang.


Aliya tidur dengan memeluk erat foto keluarga nya.


__ADS_2