Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (160)


__ADS_3

Mendengar perkataan Aliyaa yang mengungkapkan perasaan hati nya kepada dirinya.


Fabian pun tersenyum manis sambil memandangi wajah cantik Aliyaa.


Mata Aliyaa yang masih terpejam membuat Fabian semakin gemas dengan sikap Aliyaa kepadanya itu.


Fabian mendekat kan wajah dengan Aliyaa sehingga ketika Aliyaa membuka mata nya Aliyaa melihat wajah Fabian yang sangat dekat dengan wajah nya.


Aliya seketika seperti menahan nafas nya karena wajah Fabian yang terlalu dekat dengan nya.


Fabian pun mencium kening Aliyaa ketika mata Aliyaa terpejam kembali.


"I love you too, Aliyaa Mutiara. Sekarang kita jalani hubungan ini walaupun mungkin banyak rintangan di hadapan kita harus tetap berjuang kita bisa melewati nya."


Aliya merasakan kenyamanan ketika mereka berdua mulai mempunyai hubungan.


"Terimakasih banyak ya Kak, aku sangat berharap sekali Kakak menjadi pelindung aku."


Fabian pun langsung membawa Aliya pergi dia menyuruh Aliyaa untuk masuk ke dalam mobil nya.


Aliya hanya terdiam saja ketika dia di perintahkan Fabian untuk masuk ke dalam mobil. Aliya tidak tahu dia akan di bawa ke mana oleh Fabian.


Diperjalanan Aliyaa seperti seseorang yang sedang kebingungan sekali.

__ADS_1


Fabian pun memperhatikan wajah Aliyaa yang seperti bertanya-tanya akan di bawa ke mana dirinya.


"Aliya kamu kenapa seperti itu, kamu seperti ketakutan sekali seperti itu."


Aliya pun langsung tersenyum tipis kepada Fabian.


"Aku takuttttt, Kakak menculik aku dan pikiran ku langsung negatif."


Fabian sangat menyukai sikap polos Aliya yang seperti itu.


"Kenapa kamu baru merasakan ketakutan sekarang,? kenapa tidak dari dulu saja Aliyaa."


Fabian melirikan mata kepada Aliyaa dan berkedip.


Fabian ternyata membawa Aliyaa ke sebuah salon kecantikan.


"Ayoo turun sayaaaaang, malam ini kita merayakan hari jadi kita bersama."


Aliya pun masuk ke dalam bersama dengan Fabian.


"Kak, aku menunggu saja yaa di sini. Kakak pasti mau memilih kan aku baju kan. Silahkan pilih saja yaa sesuai dengan keinginan Kakak."


Fabian pun dengan terpaksa pergi sendiri dan meninggalkan Aliyaa sendiri.

__ADS_1


Ketika Aliyaa sedang duduk dan menunggu giliran untuk di make up, Aliyaa merasa seperti ada yang memperhatikan nya.


Aliya berpura-pura tidak menyadari nya dia mengeluarkan handphone sambil memperhatikan seseorang yang hendak memotret nya.


Aliya merasa itu adalah orang suruhan Mama nya yang ingin tahu apa saja yang di lakukan oleh Aliyaa di luar rumah.


"Hmmmmm, tidak sopan sekali yaa. Lihat saja aku akan mempermudah kamu untuk memotret kuu."


Aliya pun beranjak dari tempat duduk nya, sambil memegang handphone nya.


Dia melihat dari kaca salon dan mulai bisa melihat wajah orang yang sedang mengikuti nya.


"Walaupun dia memakai kaca mata hitam dan masker hitam. Tapi setidaknya aku tau costom nya saja."


Aliya pun di panggil oleh pegawai salon kecantikan tersebut.


Sekarang giliran diri nya untuk di make up dan Fabian membawa kan gaun indah berwarna putih untuk di pakai oleh Aliyaa.


Aliya pun tersenyum manis kepada Fabian dan Fabian pun menghampiri Aliyaa.


"Kamu hati-hati yaa di sini, aku mau menyiapkan makan malam romantis untuk kita berdua."


Fabian pun mencium kening Aliyaa ketika dirinya hendak meninggalkan Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2