
Fabian hanya terdiam saja di depan ruangan Miranda dia tidak berani untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Fabian masih saja memikirkan perkataan Aliyaa dan sikap Aliyaa yang seketika berubah begitu saja.
"Kenapa Aliyaa tiba-tiba seperti itu yaa, apa yang akan terjadi jika Aliyaa mengetahui semuanya dan dia pasti akan meninggalkan aku begitu saja."
Fabian tidak mau kehilangan Aliyaa dia ingin langsung serius dengan Aliyaa.
"Bodoh nya aku kenapa harus mengikuti perkataan Aliyaa, kenapa juga aku harus merasakan kehawatiran ketika aku melihat Miranda seperti ini. Kenapa aku harus memiliki perasaan kasihan melihat kondisi Miranda."
Fabian memilih untuk pergi kembali ke ruangan Aliyaa tapi tiba-tiba saja terdengar suara yang terjatuh.
"Ahhhhhhh, sakit sekali ini ahhhhhhh suster tolong sayaaaaaaaaaa."
Mendengar teriakkan kencang Miranda Fabian langsung membuka pintu kamar Miranda.
Miranda pun seketika langsung terkejut ketika dia melihat Fabian yang ada di hadapa nya.
__ADS_1
Fabian pun langsung menghampiri Miranda dia membantu Miranda yang terjatuh dari tempat tidur nya.
Miranda pun terlihat sangat bahagia sekali ketika dia melihat Fabian ada di hadapannya.
Miranda pun kembali tidur di tempat tidur nya dan Fabian pun langsung terdiam ketika Miranda memperhatikan terus dirinya.
"Fabian aku nggak nyangka kamu mau datang untuk melihat kondisi aku dan kamu datang di saat aku butuh pertolongan kamu langsung datang."
Miranda memegang tangan Fabian tapi Fabian menepis tangan Miranda.
"Miranda apa maksud tadi kamu telephone aku dengan menyebut kata seperti itu dan membuat Aliyaa menjadi marah dan sekarang berpikiran negatif terhadap kita berdua."
"Miranda Larasati, kamu seorang wanita yang kaya raya sekali apapun bisa kamu dapatkan. Dan bisakah kamu mencoba untuk mencari pengganti aku dengan lelaki yang lain nya."
Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak aku tidak bisa Fabian aku tidak bisa dengan lelaki yang lain aku sudah sangat nyaman sekali ketika bersama dengan kamu, tidak ada yang bisa mengantikan posisi kamu di hati aku."
__ADS_1
Miranda memegang tangan Fabian dan mencium nya.
"Kenapa kamu tidak bersama dengan Rendy, dia pun lebih muda dan dari keluarga yang sangat kaya sekali apalagi perusahaan nya yang terbaik."
Fabian melepaskan paksa genggam erat dengan Miranda.
"Maksud kamu apa Fabian,? kamu menyruh aku untuk bersama dengan Rendy. Rendy yang lebih muda Rendy yang lebih pantas bersama dengan Aliyaa."
Fabian pun langsung tersenyum kepada Miranda.
"Bukan kah umur ku juga tidak beda jauh dengan Aliyaa, sama saja seperti dengan Rendy. Dan jika kamu memiliki pikiran jika Rendy lebih pantas dengan Aliyaa, lalu apa bedanya dengan aku yang juga lebih pantas dengan Aliyaa."
Fabian ingin menyelesaikan permasalah dengan Miranda saat ini juga.
"Miranda aku mohon sekali yaa mulai sekarang, hubungan kita sudah selesai. Dan kamu jangan selalu berpikir seperti itu yaa, hubungan kita berdua selesai sampai di sini."
Miranda merasa sangat tidak terima dengan perkataan Fabian.
__ADS_1
"Aliya suatu saat pasti akan menyetujui hubungan kita berdua, dia pasti akan memilih kebahagiaan Mama nya dari pada kebahagiaan nya sendiri."
Fabian sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Miranda yang sangat egois sekali lebih mementingkan kebagian nya dirinya sendiri dari pada Anak kandung nya.