
Aliya meninggalkan rumah sakit tersebut dia pun langsung berniat untuk pergi ke kampus nya.
"Pak kita ke kampus yaa, saya ada kepentingan khusus di sana."
Aliya ingin sekali bertemu dengan Siska dia mau membicarakan tentang rencana dirinya kepada nya.
Ketika sampai di rumah sakit Aliyaa mencari keberadaan Siska dan ternyata Siska berada di bawah pohon rindang tempat favorit mereka berdua.
Aliya melambaikan tangan nya dan Siska pun dengan cepat langsung menyuruh Aliyaa untuk datang menghampiri nya.
Aliya pun langsung duduk di samping Siska, Siska merasa sangat bahagia sekali ketika dirinya bisa melihat Aliyaa kembali.
"Aliya akhirnya kamu sudah sembuh total yaa, aku senang banget udah bisa pergi ke kampus."
Aliya pun langsung menundukan kepalanya dia seperti terlihat sangat sedih sekali.
__ADS_1
Siska mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Aliyaa.
"Kamu sabar yah Aliyaaaaaaa, mungkin ini supaya kamu jadi lebih sabar lagi."
Siska mengusap punggung Aliyaa dan Aliyaa pun langsung memandangi wajah Siska.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak mungkin bisa dengan mudah membuka pintu hati ini untuk Kak Fabian. Tapi aku juga tidak bisa semudah itu untuk melupakan nya begitu saja Siska aku tidak tahu harus bagaimana lagi."
Siska merasa kan apa di rasakan oleh Aliyaa dia di posisi serba salah.
Aliya pun langsung memeluk erat Siska dia kembali lagi menangis di pelukan Siska.
Untuk ke dua kali nya Aliyaa kecewa cinta karena Mama nya, ketika dia mulai mencintai Om Irfan dia harus menahan rasa sakit hati nya karena Om Irfan tidak mencintai dirinya tapi mencintai Mama nya.
Dan sekarang ketika Aliyaa mulai bisa melupakan Om Irfan dalam hati nya dia mencoba untuk percaya kembali dengan nama cinta dia berhubungan dengan Kak Fabian yang sangat manis sekali di awal tapi sekarang dia juga harus merasakan lagi sakit hati yang sama.
__ADS_1
Dan semua nya itu pun di karenakan kembali oleh Mama nya sendiri.
"Lebih baik aku sekolah ke luar negeri saja, aku tidak mau kuliah di hanya untuk merasakan rasa sakit ini. Dan aku akan bisa melupakan semua nya jika aku kuliah di luar negeri."
Siska mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa yang begitu sangat kacau sekali.
"Al, untuk apa kamu kuliah di luar negeri. Kamu merasa tidak kalau Kak Fabian begitu sangat tulus sekali cinta sama kamu. Dia melakukan hal tersebut dengan Mama kamu karena ada alasan nya kan dia melakukan itu hanya karena uang bukan karena cinta karena Kak Fabian hanya cinta sama kamu."
Siska melepaskan pelukan erat dari Aliya dia memandangi wajah Aliyaa dan mengusap air mata nya.
"Sudah yaa Aliyaaaaaaa kamu jangan sedih begini aku tuh nggak tega lihat kamu yang sedih dan sakit-sakitan terus. Kamu harus bangkit Aliyaa kamu harus bahagia bukan seperti ini terus."
Aliya pun memaksakan tersenyum kepada Siska.
"Terimakasih banyak atas semua yang kamu berikan untuk aku yaa Siska, kamu adalah sahabat terbaik aku. Aku tidak tahu harus dengan siapa ketika aku sedang seperti ini."
__ADS_1
Aliya begitu sangat berterimakasih kepada Siska.