
Melihat Miranda sudah jauh berjalan Fabian langsung mencoba untuk menghubungi Aliyaa.
"Ayooo Aliyaa sayaaaaang, jawab panggilan telephone ini. Hawatir sekali sayaaaaang hawatir hmmmmmm."
Aliya yang sedang menunggu taksi namun tiba-tiba saja hujan datang begitu saja.
Aliya pun langsung mencari tempat untuk berteduh.
Bibir Aliyaa bergetar menahan rasa kedinginan karena hujan yang turun sangat deras.
"Maafkan aku kaaa, maafkan aku. Ini bagaikan karma untuk kuuu."
Aliya membiarkan handphone berdering kencang.
"Kenapa yaa sih Aliyaaaaaaa, sebaiknya aku telephone Siska saja. Semoga saja Aliyaa bersama dengan Siska."
Fabian memilih untuk menelephone Siska dan Siska pun dengan cepat langsung menjawab panggilan telephone dari Fabian.
***Hallo, Kak Fabian. Aku sekarang tidak sedang bersama dengan Aliyaa.
__ADS_1
*Astagaaaa, Aliyaaaaaaa kamu sekarang di mana. Tadi Kakak terus saja menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi tidak di jawab padahal nomber handphone nya aktif.*
*Tadi pagi aku merasa ada yang aneh dengan Aliyaa, dia pulang ke rumah nya padahal jam kelas pagi dan membuat Aliyaa terlambat masuk kelas. Lalu setelah selesai mata kuliah Aliyaa tiba-tiba langsung berlari begitu saja seperti ada sesuatu hal yang dia sembunyikan.*
*Hahhhhh, yasudah Siska terima kasih atas informasi nya yaa. Kalau Aliyaa menelephone kamu segera hubungi Kakak yaa.*
*Baiklah kaaa**.
...Fabian mengakhiri panggilan telephone nya dia merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa sekarang sedang di mana bersama dengan siapa....
Aliya kebasahan dan membuat nya semakin mengigil karena kedinginan, Aliyaa terus menunggu taksi yang tidak kunjung lewat di hadapan nya.
Setelah menunggu lebih dari satu jam akhirnya Aliyaa menemukan taksi tersebut.
Aliya pun langsung masuk ke dalam taksi tersebut dan dia sangat kedinginan sekali.
Aliyaa sampai di depan rumah nya tangan nya ikut bergetar dan Aliyaa memilih untuk langsung menganti baju nya dan membuat teh hangat untuk nya.
"Hmmmmmm, kenapa kepala ku tiba-tiba sangat pusing sekali. Aku tidak mau kalau aku sampai harus demam dan sakit aku harus kuat dan sehat."
__ADS_1
Aliya mencoba untuk beristirahat karena kepala nya yang terasa sangat pusing sekali.
"Ayooo Aliyaa kamu harus kuat Aliyaa kamu jangan sakit seperti ini, kamu jangan sampai sakit Aliyaa."
Suhu tubuh Aliyaa terasa sangat hangat sekali, Aliyaa merasa sangat tidak kuat lagi dia pun memilih untuk memaksa diri nya untuk beristirahat.
Siska mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi Aliyaa yang sedang sakit dia tidak kuat untuk mengambil handphone yang tersimpan di atas meja belajar nya.
"Astaga Aliyaaaaaaa, aku hawatir sekali ini ayolah jawab panggilan telephone dari aku ini. Jangan sampai aku berpikiran negatif terhadap kamu."
Siska menyimpan handphone nya kembali dia terdiam sambil memegang kepala nya.
"Bagaimana jika malam ini Aliyaa sedang berdua bersama dengan Aliyaa, dan mereka pun hmmmmmmmm. Kenapa pikiran ku ini selalu saja negatif semoga saja ini hanya halusinasi kuu saja dan Aliyaa baik-baik saja dia malam ini tidak bersama dengan Rendy."
Siska ingin sekali cepat-cepat besok dia berniat untuk datang ke rumah Aliyaa melihat kondisi Aliyaa.
"Semoga saja kamu besok berada di rumah kamu, bukan bermain-main negatif seperti yang ada di dalam pikiran ku ini."
Aliya langsung mematikan lampu kamar nya dan segera tidur.
__ADS_1