
Fabian membawa Aliya ke Apartemen nya, dan Fabian menjelaskan jika ini adalah fasilitas yang di berikan Miranda untuk dirinya. Agar Aliya mau masuk ke dalam Apartemen itu, Aliya pun dengan senang hati masuk ke Apartemen tersebut dia pun langsung membuka pintu kaca yang ada ruangan tamu pemandangan keramaian kota semua tampak jelas ketika Aliya membuka pintu kaca tersebut.
Aliya pun duduk dan menikmati pemandangan tersebut dan dia pun masih bisa sempat untuk mengabadikan momen tersebut dengan Selfi dan duduk di depan balkon tersebut.
Fabian hanya bisa memperhatikan wajah Aliya sudah sedikit bisa tersenyum kembali, dia menyiapkan minuman hangat untuk Aliya dan menghampiri nya.
"Ayooo Aliya, minum lah ini agar bisa menghangatkan tubuh kamu dan kamu bisa ceria kembali."
Aliya mengambil minuman yang sudah di berikan oleh Fabian, dia pun meminum nya sedikit demi sedikit.
"Aliya, bagaimana sekarang udah sangat larut malam sekali apa kamu tetap mau pergi ke rumah Siska semalam ini?."
Aliya pun merasa sangat binggung sekali, dia harus bagaimana melihat memang sudah sangat larut malam sekali.
"Bagaimana kalau malam ini aku menginap di apartemen ini saja kak, besok baru pergi ke rumah Siska."
__ADS_1
Fabian di buat terkejut dengan ucapan Aliya yang ingin menginap di Apartemen ini bersama nya, Tapi Fabian tidak punya pilihan lain jika Aliya tidak menginap di sini dia akan tidur di mana.
"Yasudah Kakak siapkan dulu yaa kamar nya, kamu di sini dulu yaa."
Aliya tetap duduk sambil melihat handphone nya, tampak tidak ada panggilan telephone atau pun pesan singkat dari Mama nya.
"Kalau sampai besok Mama tidak juga mencari kuu, lalu aku tinggal di mana yaa karena nggak mungkin kan aku tinggal terus bersama dengan Siska."
Wajah Aliya langsung berubah total menjadi sendih kembali, Fabian menghampiri Aliya yang terlihat sedih kembali.
Fabian menjulurkan tangan nya dan mengajak Aliya untuk masuk ke kamar yang sudah di siapkan.
Aliya masuk ke dalam kamar tersebut, dia tidak menutup rapat pintu nya. Dia hanya bersender sambil memeluk erat guling.
Fabian hanya bisa memperhatikan Aliya dari balik pintu kamar nya, Fabian terus memandangi wajah sedih Aliya yang terus melamun kenyataan hidup nya.
__ADS_1
Fabian pun langsung menutup rapat pintu kamar tersebut, dia memilih untuk tidur di sofa dekat kamar Aliya.
Fabian memainkan handphone tiba-tiba handphone nya bergetar dan ternyata itu adalah pesan singkat dari Miranda.
"Masih bisa dia mengirim pesan, sedangkan dia nggak sadar putri pergi dari rumah. Ibu macam dia hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri."
Fabian membaca pesan singkat dari Miranda, yang ternyata adalah sebuah ajakan untuk bertemu.
Fabian langsung mengunci pintu Apartemen nya, dia tidak mau sampai Miranda datang ke Apartemen nya ini.
Fabian pun tidak membalas pesan singkat dari Miranda, dia lebih memilih untuk menonaktifkan handphone agar Miranda tidak menghubungi nya lagi.
Fabian terus memperhatikan Aliya dia tidak ada sedikit pun pikiran untuk memperlakukan Aliya negatif, tidak seperti dia melihat Miranda yang penuh dengan nafsu sesaat tapi langsung mengabaikan nya.
__ADS_1