
Fabian memilih untuk menghentikan perjalanan nya untuk pulang kembali ke rumah nya, dia memilih untuk membeli mobil dengan tabungan pribadi nya.
Sedangkan Miranda yang membaca pesan singkat dari Fabian dia semakin meradang, dia seperti seseorang yang kehilangan kendali di dirinya.
Dia membanting setiap barang-barang yang ada di hadapannya dan dia pun berteriak histeris membuat semua karyawan nya merasa sangat kebingungan dan ketakutan melihat perilaku Miranda.
"Sebenarnya Fabian itu siapa sih?, calon suami nya anak perempuan atau calon suami Bu Miranda. Jadi binggung deh."
Ucap salah satu karyawan yang melihat Miranda membanting kan barang-barang yang ada di ruangan nya.
"Iya deh aku juga jadi binggung, seperti nya sih Bu Miranda yang punya rasa sama Fabian tapi Fabian nolak jadi prustasi deh Bu Miranda."
Semua karyawan yang ada di kantor nya pun jadi sibuk membicarakan tentang Miranda, mereka langsung terdiam ketika Miranda keluar dari ruangan.
"Jangan hanya bicara kalau sedang berkerja, lanjut kan pekerjaan kalian semua."
Miranda keluar dan berjalan dengan membawa tas nya, dia seperti nya akan pergi dari kantor nya.
__ADS_1
"Aku harus pergi ke mana agar pikiran kuu bisa tenang kembali, aku sangat butuh waktu untuk sendiri."
Miranda melihat mobil yang sering di gunakan oleh Fabian ternyata memang ada di parkiran mobil.
"Dia benar-benar pergi tampa Fasilitas yang sudah aku berikan, tapi tidak mungkin dia meninggalkan Apartemen itu dia akan tinggal di mana jika dia meninggalkan Apartemen itu."
Miranda pun berniat untuk pergi ke Apartemen nya itu, untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya.
Dan dia pun berharap bisa bertemu dengan Fabian di sana.
"Aku tidak bisa membohongi perasaanku ini jika aku sangat mencintai Fabian, aku tidak mau di tinggalkan oleh Fabian. Kalau perlu aku akan memberikan 50% dari harga kekayaan ku untuk dia."
"Pergi kemana lagi dia, ohhhhhh jangan-jangan dia pergi bersama dengan Aliya. Aku harus menghubungi Aliya."
Aliya yang sedang bersenang-senang bersama dengan Siska pun langsung merasa terganggu dengan dering kencang handphone Aliya.
"Handphone kamu tuh Aliya, pasti dari Kak Bian. Ayooooo cepat angkat telephone nya."
__ADS_1
Aliya pun langsung mengambil handphone yang ada di tas nya.
"Mama Miranda."
Siska pun langsung terkejut ketika Aliyaa mengatakan nama Mama nya.
"Seperti nya Mama kamu sudah mulai sadar dan hawatir kamu tidak pulang-pulang."
Aliya yang merasa sangat ragu dengan ucapan Siska, langsung menjawab panggilan telephone dari Mama nya.
*Ada apa Mama telephone aku*
*Aliyaaaaaaa, apa kamu sekarang sedang bersama dengan Fabian hah ? kamu itu yah kerjanya selalu saja mengganggu waktu kerja Fabian, sekarang cepet berikan handphone kamu kenapa Fabian*
*Aku sekarang sedang bersama dengan Siska Aurora sahabat sekolah aku, dari pagi sampai siang aku bersama dengan dengan Siska Aurora bukan dengan Fabian Putra*
*Kamu jangan berbohong Aliya Mutiara, cepet berikan handphone ini kepada Fabiaaaaaan*
__ADS_1
Di saat Miranda mulai emosional sekali kepada Aliya, tiba-tiba handphone Miranda di rebut dan langsung di lemparkan ke lantai sampai handphone itu hancur lebur.