
Siska membuka makanan yang dia bawa agar bisa di makan bersama-sama dengan Aliyaa.
Aliya merasa sangat terharu sekali melihat kebaikan Siska terhadap dirinya.
"Al, bagaimana kamu dengan Kak Fabian. Dia kan punya perasaan sama kamu dan apakah dia udah jujur soal perasaan nya sama kamu."
Pertanyaan Siska membuat Aliyaa terdiam kenapa Siska bisa mengetahui jika Fabian memiliki perasaan lebih dengan nya.
"Al, kalau menurut aku sih kamu terima saja kalau Ka Bian punya perasaan lebih sama kamu. Dia baik banget kan sama kamu dari awal kamu bertemu dengan dia, dan kamu juga jadi nggak harus punya rasa gimana cara membalas semua kebaikan Kak Bian yaa kamu balas dengan rasa cinta saja."
Aliya terlihat tersenyum malu-malu ketika mendengar perkataan dari Siska.
"Kalau kamu sama Kak Bian kamu bakalan di lindungi dari ancaman Mama kamu, karena aku yakin banget Mama kamu pasti bakalan bikin kamu tidak tenang semua cara pasti bakalan dia lakukan supaya kamu bisa kembali ke rumah dan mengikuti apa yang dia inginkan."
Siksa mencoba untuk menyakinkan Aliyaa terus-menerus agar dia bisa bersama dengan Kak Fabian.
Karena Siska yakin hanya Fabian yang bisa melindungi Aliyaa dari Mama nya.
__ADS_1
"Akuuu takut Sis, karena aku lihat Kak Bian itu seperti sudah berpengalaman dalam cinta. Aku takut dia meninggalkan aku demi perempuan lain, karena aku tuh kan orang nya cepet sekali sakit hati."
Siska memegang tangan Aliyaa dia kembali meyakinkan Aliyaa.
"Dengar aku, Kak Bian pernah bilang jika dia sangat sayang sama kamu di depan Aku dan Om Irfan. Jika Kak Bian sampai membuat kamu terluka kamu bisa bilang ke Om Irfan biar dia yang memberikan pelajaran kepada Kak Bian."
Aliya pun langsung merubah perasaan dia mencoba untuk membuka pintu hati nya kembali jika Fabian mengatakan kembali perasaan nya.
"Tapi semenjak waktu itu dia mengatakan perasaan hati nya, terus aku nggak menjawab nya dia nggak pernah ngomong lagi tentang itu."
"Yaudah Al, kalau begitu kamu saja yang mengungkapkan perasaan hati kamu sama Kak Bian gantian."
Aliya menggeleng kan kepala nya berkali-kali sambil cemberut.
"Ihhhhhhh, jangan begitu dong. Aku malu jangan aku nunggu lagi saja Kak Fabian yang mengungkapkan perasaan hati nya lagi."
Aliya tersenyum manis kepada Siska.
__ADS_1
"Yaampuun Aliyaa, kenapa sih harus malu segala lagian kan sebelum nya kamu udah tau kalau Kak Bian suka sama kamu jadi yaa pasti di terima dong gimana sih."
Aliya pun memilih untuk memakan roti yang di bawakan oleh Siska tapi dia pun sambil berpikir bagaimana cara nya mengatakan semuanya kepada Kak Bian.
Siska pun tersenyum sambil menahan rasa tawa nya ketika melihat wajah polos Aliyaa.
"Gausah di pikiran seperti rumus matematika dan Fisika deh, nggak usah di buat rumit cukup bilang aja. Kak Bian aku juga sayang sama kamu."
Siska terus saja menggoda Aliyaa yang benar-benar terlihat sangat polos sekali.
Siska membayangkan bagaimana jika Aliyaa mengetahui jika Fabian itu adalah lelaki simpanan Mama nya.
Tapi Siska pun berjanji akan selalu membantu hubungan mereka berdua.
Tujuan Siska ingin Aliyaa berhubungan dengan Fabian agar Aliyaa bisa merasakan kenyamanan ada rasa cinta besar dari Fabian.
Agar jika suatu saat semua nya terbongkar Aliyaa bisa percaya kepada Fabian.
__ADS_1