
Fabian bersiap untuk pergi ke kantor dia mencoba untuk menyiapkan banyak tenaga untuk bisa bertemu dengan Miranda.
"Hahhh, apapun yang terjadi harus tetap tenang dan sabar dalam menghadapi Miranda. Jangan sampai termakan omongan nya."
Fabian merasa sangat malas sekali untuk pergi berkeja tapi dia pun harus bisa membantu Aliya. Fabian tidak mau jika Aliyaa sampai harus kuliah sambil bekerja.
Fabian ingin bisa membahagiakan Aliyaa, dia ingin membuat Aliyaa bahagia bersama nya.
Setelah selesai bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Fabian pun keluar dari kamar nya memberikan semangat untuk Aliyaa yang hari ini adalah hari pertama nya dia masuk kuliah.
Dan hari ini pun hari pertama Aliyaa kuliah dia terlihat sangat semangat sekali.
"Ibu Dokter, hati-hati yaa pergi ke kampus nya. Selalu jalan lurus jangan tengok kanan-kiri jaga baik-baik hati ini yaa jangan sampai tersakiti oleh lelaki yang lain."
Aliya hanya tersenyum mendengar perkataan dari Fabian, dia pun dia buat sangat malu dengan perkataan Fabian terhadap nya..
"Kakak juga hati-hati pergi ke kantor nya."
Ketika Fabian hendak keluar pintu, Aliyaa baru ingat jika dia belum memberitahu Fabian tentang orang suruhan Mama nya.
"Jasa, semalam ada orang suruhan Mama yang merekam aktivitas kita dari semenjak aku di salon sampai kita makan malam."
Fabian pun langsung terdiam mendengar perkataan dari Aliyaa.
"Maafkan aku baru bilang sekarang aku lupa."
Fabian pun hanya tersenyum tipis kepada Aliyaa.
"Yasudah, abaikan saja ya. Kakak pergi sekarang yaa."
Fabian pun masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Aliyaa yang berangkat ke kampus cukup dengan berjalan kaki karena jarak yang sangat dekat.
Aliya berjalan pelan-pelan sambil menunggu kedatangan Siska.
"Siska mana yaa, kenapa dia belum juga datang yaa."
Aliya berjalan sambil menunggu kedatangan Siska.
Tidak begitu lama kemudian Siska pun datang dan menghampiri Aliyaa.
"Aliyaaaaaaa, hei hei."
Siska berteriak kencang sekali sehingga Aliyaa pun langsung membalikkan badan nya.
__ADS_1
"Siskaaaa, gausah teriak-teriak juga dong malu di lihat sama orang."
Siska melihat Aliya seperti ada yang berbeda dengan Aliyaa.
"Al, kamu kaya ada yang berbeda gitu yaa. Kamu tuh kaya yang berbunga-bunga gitu loh Al ada apa sih."
Siska penasaran sekali dengan Aliyaa tapi Aliyaa hanya tersenyum tipis saja.
"Apasih aku biasa aja sama kaya seperti sebelumnya nya, cuma beda aku pake lipstik aja gitu udah."
Aliya mencoba untuk menutupi kebagian nya kepada Siska, dia merasa belum waktunya Siska mengetahui nya.
"Kamu bohong ihhhhhh bohong ayooo Aliyaa ceritakan semuanya sama aku ihhhh."
Aliya pun langsung menarik tangan Siska dan menuju ke taman kampus.
"Ada apa ihhhhh penasaran banget."
Aliya menunjukkan cincin putih pemberian Fabian kepada nya.
Siska pun langsung memegang tangan Aliyaa dan melihat cincin putih tersebut.
"Cincin putih ini dari siapa Al, dari Mama kamu yaa. Kamu udah damai sama Mama Miranda."
"Aku sudah pacaran sama Kak Bian semalam dan ngasih cincin putih ini untuk pengikat hubungan kita."
Siska pun langsung terkejut mendengar ucapan Aliyaa.
Dia melepaskan pelukan erat dari Aliyaa dan memandangi wajah Aliyaa.
"Wahhhhh kamu serius Aliyaaaaaaa, akhirnya selamat yaa Aliyaa. Semoga Kak Bian bisa jadi yang terbaik untuk kamu dan menjadi pelindung kamu dari rencana-rencana Mama kamu."
Siska terlihat sangat bahagia sekali ketika melihat Aliyaa bisa tersenyum bahagia.
"Yasudah, ayo kita masuk kelas yuu sekarang. Takut telat nanti."
Setelah bercerita mereka berdua pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke kelas mereka.
Fabian sampai di kantor dia melihat Miranda yang sudah berada di dalam ruangan nya.
Fabian mengabaikan nya dia langsung masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
Melihat Fabian sudah datang dan masuk ke dalam ruangan nya, Miranda pun berjalan menuju ke ruangan Fabian.
Miranda ingin menanyakan langsung kepada Aliyaa tentang perasaan nya terhadap Aliyaa.
Miranda membuka pintu dan Fabian hanya fokus pada handphone nya, karena jam kerja belum di mulai.
"Fabian apakah Aliyaa sekarang tinggal bersama dengan muu,? lalu bagaimana dengan kondisi Aliyaa sekarang apa kah Aliyaa baik-baik saja?."
Pertanyaan Miranda hanya ingin memulai pembicaraan nya bersama dengan Fabian.
"Yaa, Aliyaa tinggal bersama dengan kuu dalam satu rumah. Kondisi Aliyaa sangat sehat dan ceria sekali dia terlihat sangat bahagia sekali karena dia merasa bebas dari tekanan dan teriak-teriak bahkan tamparan yang menyakitkan."
Miranda terdiam mendengar perkataan dari Fabian dia merasa Aliyaa sudah menceritakan semuanya kepada Fabian.
"Apa kamu benar-benar mencintai Aliyaa,? dan apa yang membuat kamu lebih memilih untuk memilih Aliyaa dari pada aku yang jelas-jelas sudah bersama dengan kamu bertahun-tahun lama nya."
Fabian merasa sangat risih sekali dengan sikap Miranda yang terus-menerus mendekati nya.
"Bu Miranda, maafkan saya dulu yang hanya memanfaatkan uang-uang yang di berikan semua nya. Dari awal memang tidak ada cinta, jika harus di tanya kenapa lebih memilih Aliyaa karena kita yang masih muda dan seumuran."
Fabian pun langsung menghampiri Miranda, dan memperlihatkan cincin putih yang dia berikan kepada Aliyaa.
"Cincin ini adalah bukti kalau saya sangat serius sekali dengan Aliyaa, kalau perlu saya ingin menikah dengan Aliyaa secepatnya."
Fabian pun memilih untuk pergi dari ruangan nya sendiri dan meninggalkan Miranda sendiri di ruangan nya.
"Astaga, sabar Miranda sabar kamu jangan emosional kamu harus terus bersikap baik dan cantik di hadapan Fabian."
Miranda pun kembali masuk ke dalam ruangan nya, pikiran nya seketika langsung kacauuuu mendengar perkataan dari Fabian.
"Fabian ingin menikah dengan Aliyaa yang baru saja bertemu, sedangkan dengan kuu yang bertahun-tahun dia mengabaikan nya."
Miranda merenung di dalam ruangan nya, pandangan terus melihat ke arah Fabian dia tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Miranda.
Fabian yang menggatahui jika Miranda terus memperhatikan nya pun dia memilih untuk menyelesaikan tugas-tugas nya dengan sangat cepat sekali.
"Dia terus saja memperhatikan kuu dan seperti nya dia pun akan merencanakan sesuatu hal kembali."
Miranda pun memilih untuk pergi ke kantin untuk meminum Coffe hangat untuk bisa menenangkan perasaan hati nya.
Melihat Miranda yang pergi membuat Fabian merasakan kebebasan.
"Sampai kapan pun hanya Aliyaa yang ada di dalam hati ini, hati ini hanya di jaga untuk Aliyaa tidak untuk orang lain."
__ADS_1
Fabian kembali mengerjakan tugas-tugas nya, dia merasa sangat merindukan sekali Aliyaa. Fabian ingin bisa cepat-cepat pulang untuk bisa bertemu dengan Aliyaa.