
Setelah menonaktifkan handphone Irfan mulai memandangin wajah cantik Miranda, dia tidak bisa menutupi rasa bahagia ketika bisa bertemu kembali dengan Miranda.
Tapi Miranda hanya bersikap dingin dan biasa saja ketika Irfan memandangi wajah nya.
"Hmmmm, Nona Miranda bagaimana dengan citra rasa minuman di sini dan jangan lupa juga dengan menu yang sangat favorit di sini."
Irfan meninggalkan sejenak Miranda dia membawa menu terfavorit yang ada di restoran nya tersebut.
Miranda pun hanya terdiam dan menunggu, dia pun sesekali melihat handphone nya.
Irfan pun akhirnya datang dan membawa menu favorit restoran nya tersebut, Miranda langsung melihat dan memakannya dia pun langsung teringat jika makanan ini pernah ada di rumah nya.
"Seperti nya saya pernah melihat makanan ini di rumah ku, tapi saya tidak sempat memakan nya."
Ucap Miranda sambil mencoba makanan yang sediakan oleh Irfan tersebut.
"Wow, ini sangat enak sekali saya suka ini beneran enak sekali."
Melihat wajah Miranda yang terlihat sangat menikmati makanan nya, Irfan pun langsung tersenyum bahagia melihat nya.
__ADS_1
Miranda terlihat sangat menikmati sekali makanan tersebut, dia pun langsung memperhatikan restoran tersebut yang sangat rapih mewah dan terkesan elegan sekali.
"Apakah ini adalah restoran milik kamu pribadi, dan apakah kamu berkarbonasi dengan istri kamu sehingga restoran ini terlihat sangat elegan sekali."
Ifran langsung tersenyum tipis ketika Miranda mengatakan kata istri.
"Saya belum berkeluarga saya masih sendiri di umur 38 tahun ini, dulu saya sangat terobsesi untuk menyukseskan restoran milik keluarga. Dan sekarang akhirnya sampai juga kesukaan tapi masih hampa tampa hadirnya sosok perempuan yang bisa menemani di hari-hari ini."
Miranda pun langsung membalikkan badannya ketika Irfan menceritakan sedikit cerita hidup nya.
"Saya pun hidup tanpa seorang suami dia meninggal aku di saat putri ku masih kecil. Saya harus berkerja keras agar dapat bisa memenuhi kebutuhan hidup putri tungga."
Irfan semakin mengagumi kepribadian Miranda dia pun semakin terpesona dengan Miranda yang merupakan seorang pekerja keras.
"Ada apa yaa,? kenapa senyum terus menerus seperti itu."
Irfan pun langsung menunduk kepala nya, dia sangat malu sekali ketika Miranda memperhatikan nya.
"Ahhhhhh, maafkan saya terlalu terpesona dengan kepribadian nona Miranda seorang perempuan yang sangat tangguh sekali."
__ADS_1
Miranda pun melihat jam ternyata sudah hampir larut malam sekali, dia merasa dirinya sudah tenang dan sedikit melupakan perdebatan nya dengan Fabian.
"Seperti nya saya harus segera pulang, karena sudah terlalu malam sekali. Dan terima kasih sekali atas semua pelayan yang sangat ramah sekali saya sangat suka sekali dengan tempat ini."
Miranda langsung pergi ke kasir untuk membayar semua nya, tapi tiba-tiba Irfan menghampiri nya.
"Semua Free tidak usah di bayar saja, anggap saja ini adalah awal perkenalan kita."
Irfan langsung memberikan handphone nya kepada Miranda, dan membuat Miranda terdiam sejenak.
"Boleh kah kita awali pertemanan kita dengan mempunyai nomber handphone, kita tukeran nomer handphone."
Irfan sangat berharap besar sekali Miranda mau memberikan nomer handphone kepada dirinya.
Miranda pun langsung mengambil handphone Irfan dan mengetikkan nomber handphone nya.
"Miranda Larasati."
Ucap Miranda sambil memberikan handphone Irfan ke tangan nya kembali, Irfan pun langsung tersenyum ketika Miranda memberikan handphone nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak nona Miranda Larasati."
Miranda pun langsung bergegas pergi dari restoran tersebut dan langsung masuk ke dalam mobilnya.