Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (113)


__ADS_3

Fabian membawa Aliya ke sebuah Restoran, mereka berdua seperti sudah menjadi pasangan kekasih.


Tangan Fabian mengengam tangan Aliya dari mulai turun dari mobil sampai di tempat.


"Aku sebenarnya sudah makan banyak sekali di rumah karena dari sepulang aku dari kantor Mama langsung masuk ke dalam kamar belajar sambil makan yang banyak."


Fabian yang sudah memesan makanan lumayan banyak pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa.


Aliya pun merasa jika ucapan nya membuat Fabian sedih karena dia sebelumnya sudah mempersiapkan semuanya.


"Tapi aku masih sanggup untuk makan banyak kok Kak tenang saja jangan takut yaa. Pokoknya aku habiskan semuanya."




Aliya makan dengan lahap sekali ************ Fabian fokus memperhatikan Aliyaa yang sedang makan.


"Kamu cantik sekali Aliyaa, senyuman kamu manis sekali yah."


Aliya langsung menghentikan makan nya karena dia melihat Fabian yang hanya memperhatikan nya saja dia tidak makan sama sekali.

__ADS_1


"Kak ayoooo makan yang banyak yah, jangan cuma liatin aku terus gitu dong kan jadi malu."


Fabian pun langsung menyantap hidangan yang ada di hadapannya.


"Nah gitu dong Kak makan yang banyak supaya aku juga lebih semangat banyak lagi makan nya."


Fabian hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Aliyaa.


"Al, bagaimana apakah Mama kamu sudah tahu kamu mau sekolah di Fakultas Kedokteran. Apa dia sudah tahu itu semua."


Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil cemberut.


"Mama belum tahu Kak, Mama belum tanya sama aku. Yaaaa walaupun aku tahu itu sangat menyakitkan tapi aku rasa aku lebih memilih untuk menunggu Mama duluan yang tanya duluan sama aku. Aku sih berharap pas Mama tanya aku sudah mendapatkan beasiswa itu Kak."


"Kakak jangan hawatir yah, aku pasti kuat yaa walaupun pasti ada air mata seperti biasa karena aku tidak bisa menahan rasa sakit hati nya."


Fabian melihat jam sudah pukul 21:30 wib, Fabian langsung beranjak dari tempat duduk nya dan mengajak Aliyaa untuk pulang.


"Ayo kita pulang sekarang yah sudah terlalu malam sekali untuk kamu."


Aliya pun mengikuti apa yang di katakan Fabian merasa pun langsung pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Fabian berharap besar jika Miranda tidak menunggu kedatangan Aliyaa pulang.


"Semoga Mama kamu sudah tidur yah Aliyaa, jadi malam ini kamu damai tidak peperangan terjadi di rumah kamu."


Fabian mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali agar Aliyaa bisa secepatnya sampai di rumah nya.


Fabian menurunkan Aliyaa di depan pintu gerbang.


"Terimakasih banyak atas makan malam yang menyenangkan sekali yah Kak."


Ketika Aliyaa hendak membuka pintu mobil nya, Fabian membalikkan badan Aliyaa sehingga mereka pun langsung saling bertatapan wajah dengan jarak dekat sekali.


Aliya merasa dirinya seketika seperti membeku sekali dia hanya bisa menatap wajah Fabian.


Fabian pun langsung tersenyum melihat wajah polos Aliyaa yang terlihat sangat gugup sekali.


"Hati-hati yaa Aliyaa Mutiara."


Fabian membukakan pintu mobil nya, Aliyaa yang salah tingkah pun langsung turun dengan cepat dari tempat duduk nya.


Aliya melambaikan tangan nya kepada Fabian dan berjalan menuju ke dalam rumah nya.

__ADS_1


"Ahhhhhh, kenapa perasaan ku jadi begini yah. Kok aku deg-degan banget sebernarnya Kak Bian tadi mau apasihhh."


__ADS_2