
Aliya merasa penyakit nya semakin parah ketika mendengar perkataan dari Mama nya, Irfan merasa sangat kasihan kepada Aliyaa yang sedang sakit tapi malah di marah-marah in oleh Mama nya.
"Mam, lebih baik Mama kembali lagi saja ke kantor. Kedatangan Mama hanya buat Aliyaa semakin pusing saja."
Irfan pun langsung menarik tangan Miranda dia membawa paksa Miranda keluar dari ruangan tersebut.
"Bu Miranda, apa yang sudah anda lakukan kepada Aliyaa itu hanya membuat Aliyaa semakin tidak mau mengikuti kemauan anda. Coba lihat Aliyaa sedang sakit dia butuh perhatian bukan perkataan masalah tentang perkuliahan. Pantas saja Aliyaa lebih memilih menjadi seorang Dokter."
Irfan yang sangat kesal sekali dengan sikap Miranda pun langsung memilih untuk meninggalkan Miranda.
"Kenapa semua nya lebih membela Aliyaaaaaaa, hah menyebalkan sekali aku melakukan ini semua demi masa depan Aliyaa."
Miranda pun memilih duduk di depan ruangan kamar Aliyaa.
Ketika Irfan ke luar dia melihat Fabian yang sedang duduk merenung, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
Irfan pun menghampiri Fabian dan duduk di samping nya.
__ADS_1
"Apakah Aliyaa sudah tahu semuanya antara hubungan kalian berdua."
Irfan melirikan mata nya kepada Fabian sambil tersenyum manis.
"Aliya tidak akan tahu tentang hubungan ini di jangan sampai tahu karena secepatnya saya akan mengakhiri hubungan saya dengan Miranda."
Irfan merasa sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari mulut Fabian.
"Kamu akan mengakhiri hubungan kamu dengan Miranda,? apa ini sudah di pikirkan sebelumnya nya. Ingat Miranda begitu sangat sensitif sekali dengan Aliyaa jika kamu melakukan hal ini maka Aliya yang akan jadi pelampiasan nya."
Fabian pun langsung terdiam mendengar perkataan Irfan, dia sempat berpikir bagaimana kalau Irfaan membuka hati untuk Aliyaa. Karena dia tahu Miranda hanya menginginkan dirinya saja.
Irfan melihat di diri Fabian yang sangat bersungguh-sungguh sekali ingin bersama dengan Aliyaa.
Fabian memilih untuk pergi ke dalam Rumah Sakit dan meninggalkan Irfan sendiri.
"Miranda, kamu bukan sosok yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Dia selalu saja menyalahkan Aliyaa. Dia selalu melampiaskan kekesalannya terhadap Aliyaa."
__ADS_1
Irfan pun memilih untuk pergi dari Rumah Sakit dan kembali ke Restoran nya.
Fabian berjalan menuju ke ruangan Aliyaa dia melihat Miranda yang sedang asyik memainkan handphone di luar.
Fabian semakin kesal melihat tingkah laku tante-tante tersebut.
"Lebih baik kamu kembali ke kantor karena di sini hanya untuk membuang waktu saja. Bukan untuk menemani anak nya yang sedang sakit."
Fabian pun membuka pintu kamar Aliyaa dan terlihat Aliyaa yang sedang bersender sambil melamun.
Fabian pun langsung memegang tangan Aliyaa dan membuat Aliyaa terkejut dengan kedatangan Fabian.
"Kak Bian ada di sini juga ternyata."
Fabian melihat mata yang lelah dan wajah yang sangat pucat sekali.
"Aliya kenapa kamu bisa seperti ini, apa yang terjadi sebenarnya. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu di balik ini semua."
__ADS_1
Tatapan mata Aliyaa tertuju kepada kaca pintu dia melihat Mama yang memperhatikan nya dengan wajah yang emosional sekali terlihat sekali Mama nya tidak menyukai kehadiran Fabian bersama dengan Aliyaa.