
Ketika mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Ibu nya Siska mengetuk pintu kamar nya.
Siska pun langsung membuka pintu kamar nya itu.
"Siska di bawah ada lelaki yang menanyakan Aliyaa, dan Ibu langsung bilang Aliyaa memang ada di sini kata nya dia mencari Aliyaa ke rumah nya tapi rumah nya kosong.
Aliya pun langsung menghampiri Siska dan Ibu nya.
"Seperti nya itu Rendy, aku ke bawah dulu yaa Sis. Kasihan Rendy pasti sangat sibuk sekali dan harus kembali ke kantor nya."
Siska membiarkan Aliyaa pergi untuk menemui Rendy dan Siska melihat wajah Aliyaa yang berubah menjadi sangat senang sekali.
Ibu Siska memilih untuk pergi kembali menonton televisi.
"Aliya kelihatan senang banget itu karena Handphone baru nya atau bisa bertemu dengan Rendy. Astaga Aliyaaaaaaa jangan kamu dengan gampang nya pergi ke lain hati."
Siska membuka pintu kaca kamar nya yang bisa melihat pemandangan di sekitar rumah nya.
Dia melihat Aliyaa yang masuk ke dalam mobil Rendy.
"Astagaaaa Aliyaaaaaaa key harus ngobrol di dalam mobil sih. Bikin negatif aja dan bikin aku nggak bisa buat nyamperin mereka berdua."
__ADS_1
Siska terus saja memperhatikan mereka berdua dari atas jendela kamar nya.
"Aliya, ini handphone baru nya semoga kamu suka yaa Al. Ini salah satu handphone terbaik Koo."
Aliya menerima handphone pemberian dari Rendy.
"Terimakasih banyak ya Ren, kamu baik sekali sama aku sama seperti Tante Kania yang baik banget sama aku."
Rendy melihat Aliyaa begitu sangat bahagia sekali ketika mendapatkan handphone dari nya.
"Mama pasti senang sekali jika dia bisa bertemu dengan kamu, karena sudah terlalu lama sekali kamu nggak bertemu dengan kamu."
"Iya nanti kalau ada waktu luang aku pasti ketemu dengan Mama kamu yaa."
Ketika Siska sedang serius memperhatikan Aliyaa dan Rendy tiba-tiba handphone nya berdering kencang sekali.
"Hihhhh, siapa sih itu yang telephone aku mengganggu sekali banget."
Siska terpaksa mengambil handphone nya yang di simpan di atas kasur nya.
Ketika Siska melihat siapa yang menelephone nya, Siska pun langsung terkejut sekali ternyata Fabian yang menelephone nya.
__ADS_1
"Bagaimana ini Kok Kak Bian yang telephone di saat-saat memegang seperti ini."
Siska merasa sangat kebingungan sekali dia terima atau tidak panggilan telephone dari Fabian.
"Aku terima jangan yaa, Astagaaaa Aliyaaaaaaa lama sekali sih. Lagi ngapain sih dia sama Rendy."
Akhirnya Siska pun menjawab panggilan telephone dari Fabian.
***Hallo Kak Fabian, ada apa yaa Kak. Malam-malam begini telephone aku lagi hehe.
*Siska bukan kah tadi siang kamu yang telephone Kakak. Dan sekarang pun Kakak mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa masih saja tidak aktif**.
Siska merasa sangat binggung sekali dia harus berkata apa sedangkan sekarang Aliyaa sedang bersama dengan Rendy.
Tidak mungkin Siska mengatakan yang sebenarnya terjadi kepada Fabian.
***Aliya sekarang sedang menginap di rumah kuu Kaa. Sekarang dia sedang di toilet Kaa mungkin karena dia terlalu banyak makan tadi.
*Yasudah kalau begitu, yang penting Aliyaa selalu sehat dan aman. Kalau begitu sudah dulu ya Sis Kakak masih ada pekerjaan**.
Fabian mengakhiri panggilan telephone dan Siska pun langsung menghelakan nafas panjang nya.
__ADS_1