
Rendy sangat panik sekali dia pun langsung membawa Miranda ke rumah sakit yang terdekat yaitu rumah sakit yang juga merawat Aliyaa.
Fabian terus saja memeluk Aliyaa sampai Aliyaa tidak lagi marah kepada nya.
"Udah yaa jangan marah lagi yaa sayang, jangan marah-marah lagi yaa."
Aliya pun langsung tersenyum kepada Fabian.
"Aku pergi ke luar dulu yaa sebentar saja, nanti aku pasti kembali."
Aliya menganggukan kepala nya dan Fabian pun langsung pergi dari ruangan Aliyaa.
Ketika Fabian membuka pintu tiba-tiba dia melihat Siska yang datang bersama dengan Om Irfan.
Fabian pun sangat terkejut sekali ketika melihat Siska bersama dengan Irfan.
"Siska kamu kok bisa bersama an dengan Om Irfan ke sini."
Irfan langsung tersenyum dan menepuk pundak Fabian.
"Jangan berpikiran negatif saya datang hanya untuk melihat kondisi Aliyaa, dan juga di temani dengan Siska jadi aman kan."
__ADS_1
Fabian pun tersenyum manis kepada Irfan.
"Oke, kalau begitu aku pergi ke luar dulu ya."
Fabian keluar untuk mencari makanan untuk dirinya.
Ketika dia berjalan dia seperti melihat Rendy berada di rumah sakit ini.
"Seperti nya itu Rendy teman nya Aliyaa, dia ke sini untuk melihat Aliyaa."
Fabian menghampiri Rendy yang terlihat sangat panik sekali.
"Rendy,? ada apa kamu berada di sini. Kamu terlihat sangat panik sekali seperti itu ada apa,? apa keluarga kamu ada yang sakit."
"Tadi saya bertemu dengan Tante Miranda di sebuah restoran dia kelihatan seperti sedang menahan rasa sakit, dia terus memegang kepala nya sambil menundukkan kepalanya dan dia merasa terganggu dengan kehadiran saya dia menyuruh saya pergi. Tapi ternyata di saat Tante Miranda mau berdiri dia tiba-tiba saja langsung pingsan tidak sadar kan diri."
Fabian lebih memilih untuk diam dia tidak mungkin melihat kondisi Miranda karena itu hanya membuat permasalahan besar dengan Aliyaa.
Fabian memilih untuk pergi dan berpamitan kepada Rendy.
"Rendy maafkan saya tidak bisa menemani kamu untuk menunggu Bu Miranda, saya harus membeli buah-buahan untuk Aliyaa."
__ADS_1
Fabian langsung berlari pergi dan membuat Rendy semakin mencurigai mereka berdua.
"Kenapa sikap Fabian seperti itu yaa, dia kelihatan sangat ketakutan sekali. Apa mungkin sebenarnya diantara mereka berdua terjadi sesuatu."
Rendy memilih untuk masuk ke dalam ruangan Miranda dan ternyata Miranda di tangani oleh Dokter Nadia.
Sebelum Dokter Nadia masuk ke dalam dia melihat Rendy.
"Kamu di sini,? apakah ibu kamu yang sedang sakit di ruangan ini."
Rendy merasa tidak menyangka sekali jika Miranda harus di tangani oleh Dokter Nadia.
"Hmmmmmm, bukan ibu saya tapi Tante Miranda Mama nya Aliyaa yang sakti."
Mendengar perkataan tersebut Dokter Nadia pun langsung masuk ke ruangan tersebut.
Dokter Nadia melihat Miranda yang dalam kondisi tidak berdaya dan ternyata Miranda mengalami hipertensi kembali.
"Hmmmmmm, Miranda kamu terlalu banyak memikirkan masalah percintaan Aliyaa sampai kondisi kamu seperti ini."
Selesai memeriksa kondisi Miranda tiba-tiba saja Miranda langsung tersadar kan diri.
__ADS_1
Dia memegang kepala nya dan mereka sangat terkejut sekali ketika melihat dirinya sudah berada di ruangan rawat inap.
Dokter Nadia pun tersenyum manis ketika melihat Miranda yang sudah sadar.