
Aliya menikmati sekali pemandangan yang sangat megah dan elegan, seperti surga untuk wanita.
"Aliya bisa kamu pilih kan salah satu gaun di sana, Om yakin sekali selera fashion kamu itu pasti sangat tinggi sekali."
Aliya merasa sangat binggung sebernarnya perempuan yang di bicarakan oleh Om Irfan itu siapa, pikiran Aliya hanya seorang single mother yang sederhana.
Aliya mulai memilih kan gaun atau dress yang akan dia pilihkan untuk perempuan yang Aliya tidak tahu siapa itu.
Aliya memilih baju berwarna putih, dia memikirkan jika perempuan itu adalah Mama nya sendiri.
"Seperti nya yang bagus Om, ini terlihat tertutup dan sangat elegan sekali."
Irfan pun mengambil baju yang di pilih oleh Aliya, dia pun terkejut baju pilihan sangat cocok sekali.
__ADS_1
"Kalau kita pilih dress itu hanya untuk acara formal saja Om, tapi kalau yang seperti ini bisa di pakai kapan pun."
Irfan pun tersenyum sambil mengelus rambut panjang Aliya dan membuat nafas Aliya seketika sesak sekali karena menahan rasa gugup nya.
"Terimakasih banyak yaa Aliya cantik, oke sekarang kita pergi makan dulu yaa semuanya sudah Om persiapan kan."
Irfan lagi-lagi mengandeng tangan Aliya sambil tersenyum, Aliya sampai memejamkan mata nya untuk lebih merasakan genggaman erat tangan tersebut.
Mereka pun sampai di tempat makan yang sudah di siapkan oleh Om Irfan, suasana yang romantis sekali dengan bunga-bunga yang indah dan alunan suara biola yang menemani kebersamaan mereka.
"Aliya kamu tunggu di sini sebentar yaa, Om Irfan ingin membeli sesuatu ya."
Aliya menanggukan kepalanya sambil tersenyum, dia pun mengikuti apa yang Om Irfan katakan dia pun duduk sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitar nya.
__ADS_1
"Astaga, apa ini yang di nama kan dinner romantis. Apa kah ini juga tanda nya kalau Om Irfan juga mulai mempunyai perasaan yang sama akuu, aaahhhhhh aku gugup sekali bagaimana kalau hari ini Om Irfan mengatakan perasaan nya sama aku hmmmmmmm aku harus gimana yaa."
Aliya langsung mengambil cermin yang ada di tas nya, dia memakai lipsgloss tipis di bibir mungil nya.
Aliya pun mulai membenarkan baju nya supaya terlihat sangat rapih dan cantik.
"Aduuuuuh kenapa sih aku sampai lupa bawa parfume duhhhh gimana yaa, kalau aku keringat jadi nggak wangi dong."
Aliya sibuk dengan penampilan nya, Irfan memperhatikan Aliya dari jarak jauh dia tersenyum manis melihat tingkah laku polos Aliya.
"Hmmmmm, Aliya kamu terlalu muda untuk bisa menjadi pendamping hidup. Kamu masih sangat polos sekali dalam bersikap tapi aku tidak boleh mengecewakan perasaan hati nya dia harus menjadi perempuan yang hebat dan sukses."
Irfan langsung menghampiri kembali Aliya dia tersenyum manis sambil memandangi wajah cantik Aliya, Aliya pun merasa malu dengan tatapan mata tajam Om Irfan terhadap nya.
__ADS_1
"Aliya ayo kita menikmati makanan yang sudah di siapkan, kamu harus makan yang banyak yaa karena Om yakin ini pasti sangat enak sekali."
Aliya merasa sangat gugup ketika dia harus makan bersama dengan lelaki yang di kagumi, Aliya hanya bisa makan sedikit-sedikit demi terlihat cantik di depan Om Irfan. Padahal dia sebenarnya sangat kelaparan sekali tapi dia mencoba untuk menahan nya.