
Dokter Nadia sampai di depan perusahaan milik Miranda, dia tiba-tiba merasa sangat ragu sekali ketika harus masuk ke dalam.
"Semoga saja perkataan Miranda tidak membuat aku emosional, aku malas sekali sampai harus ada perdebatan dengan Miranda."
Dokter Nadia pun berjalan menuju ke ruangan Miranda sampai akhirnya dia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
Miranda merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Dokter Nadia datang kembali ke kantor nya tampa ada perjanjian terlebih dahulu.
"Nadia, silahkan duduk. Ada apa lagi dengan Aliyaa."
Dokter Nadia yang baru saja duduk merasa sangat terganggu sekali dengan perkataan Miranda.
"Aliya baik-baik saja dia sangat baik sekali."
Miranda pun langsung mengelakkan nafas panjang nya dan tersenyum.
"Miranda, kedatangan kuu ke sini ingin membicarakan tentang Aliyaa dengan Fabian. Fabian berniat untuk serius dengan Aliyaa dia berniat membawa orang tua nya untuk bisa bertemu dengan Aliyaa."
Seketika Miranda langsung terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dada nya tiba-tiba saja terasa sangat sesak sekali.
__ADS_1
"Kamu serius dengan apa yang sudah kamu katakan kepada kuu,???? apa ini hanya rencana besar kalian membohongi aku supaya aku kaget seperti ini."
Miranda merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter Nadia.
"Untuk apa aku membohongi kamu Miranda, tidak ada guna nya sama sekali. Menurut aku ini adalah sebuah tanda keseriusan hubungan Fabian kepada Aliyaa, dengan berencana berhubungan serius dengan Aliyaa untuk menikah muda."
Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.
"Tidak, pernikahan itu tidak boleh terjadi. Fabian itu adalah calon Papa Aliya bukan suami Aliyaa, aku tidak akan pernah mau merestui hubungan mereka berdua."
Miranda mulai terlihat sangat emosional sekali wajah nya mulai memerah.
Miranda langsung memegang kepala nya sambil menundukkan kepalanya.
"Miranda lupakan Fabian dia lebih cocok dengan Aliyaa bukan dengan Kamu, carilah lelaki yang seumuran dengan muu Miranda yang dewasa dan yang mungkin jauh kaya raya dari lebih muu yang sekarang."
Miranda menurunkan tangan nya dan menggebrak meja kerja nya.
"Pergiiiiiiiiiiiii kamu dari sini Nadiaaaaaa pergiiiiiiiiiiiii."
__ADS_1
Miranda berteriak-teriak kencang sekali untuk menyuruh Nadia pergi dari ruangan nya.
"Baiklah Miranda, aku akan pergi dan seperti nya kamu harus datang ke psikiater seperti nya mental kamu sudah mulai terganggu sekali."
Dokter Nadia pun langsung segera pergi dari ruangan Miranda dia pun langsung menutup rapat pintu ruangan tersebut.
"Miranda apa pun yang kamu ucapkan, aku akan tetap mendukung Aliyaa untuk bisa segera menikah secepatnya dengan Fabian."
Dokter Nadia pun langsung berlari meninggalkan ruangan tersebut.
Miranda seketika langsung duduk dan pandangan mata nya yang sangat kosong sekali.
"Aku yang harus menikah dengan Fabian bukan Aliyaa, Aku yang pertama kali bertemu dengan Fabian aku yang berhubungan lama dengan Fabian dia harus menikah dengan kuu bukan dengan Aliyaa."
Miranda pun melemparkan barang-barang yang ada di hadapan nya dan membuat para pegawai sangat terkejut sekali.
Miranda pun memilih untuk keluar dari ruangan nya dan menyuruh office boy untuk membersihkan ruangan kerja yang berantakan karena sikap nya sendiri.
Miranda pun berniat untuk pergi ke kampus Aliyaa.
__ADS_1